M O M S M O N E Y I D
Bugar

Preeklampsia & Asam Urat Tinggi: Kenali Tanda Bahaya pada Ibu Hamil

Preeklampsia & Asam Urat Tinggi: Kenali Tanda Bahaya pada Ibu Hamil
Penulis: Pinky Annisa  |  Editor: Pinky Annisa


MOMSMONEY.ID - Hati-hati dengan kadar asam urat tinggi saat hamil. Ginjal menghilangkan asam urat yang dihasilkan selama aktivitas metabolisme tubuh. 

Namun selama kehamilan, fluktuasi kadar asam urat sering terjadi karena perubahan aliran darah ginjal dan kadar hormon. Dr. Anita Singla, dokter spesialis kandungan, mengatakan, terkadang kadar asam urat melambung tinggi dan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan.

Selama pencernaan, tubuh memecah zat kimia purin dari makanan yang dikonsumsi dan menghasilkan asam urat. Dilansir dari Cloudninecare.com, asam urat akan larut dalam darah dan dikeluarkan dari ginjal dalam bentuk urin. 

Biasanya, ginjal dapat memproses zat kimia ini, tetapi ketika kadarnya tinggi maka ginjal akan kesulitan mengeluarkannya. Hal ini menyebabkan penumpukan dan menyebabkan kondisi yang disebut hiperurisemia.

Baca Juga: 7 Nutrisi Penting yang Dibutuhkan di Usia Tua, Catat ya!

Penyebab dan gejala asam urat

Hiperurisemia atau asam urat tinggi disebabkan oleh kelebihan asam urat dalam darah. Minuman dan makanan yang tinggi purin dapat menyebabkan asam urat.

Hindari daging merah, jeroan, sarden, salmon, lobster, dan udang jika tidak ingin asam urat tinggi. Selain itu, saat hamil batasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis karena bisa menyebabkan asam urat dan diabetes.

Gejala asam urat meliputi:

  • Kemerahan atau perubahan warna kulit
  • Nyeri hebat
  • Pembengkakan
  • Kekakuan
  • Nyeri saat disentuh ringan
  • Sensasi sendi seperti terbakar
  • Gejala batu ginjal meliputi:
  • Nyeri di sisi atau punggung bawah
  • Menggigil atau demam
  • Muntah atau mual karena nyeri
  • Darah dalam urin
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil
  • Inkontinensia urin
  • Urin keruh atau berbau

Berapa kadar asam urat normal pada kehamilan?

Kadar asam urat seharusnya sekitar 31,1 mg/L pada tahap awal kehamilan. Namun, kadar asam urat akan meningkat seiring perkembangan kehamilan dan dapat mencapai 46,7 mg/L pada tahap akhir kehamilan. 

Peningkatan ini normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, wanita yang mengalami preeklampsia memiliki kadar asam urat yang lebih tinggi daripada wanita tanpa kondisi ini.

Risiko hiperurisemia selama kehamilan

Kadar asam urat yang lebih tinggi dari optimal selama kehamilan dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan bagi bayi dan ibu. Berikut beberapa komplikasi kadar asam urat tinggi selama kehamilan.

1. Kematian ibu

Kadar asam urat yang tinggi dalam darah dan ditambah dengan kehamilan hipertensi sangat berbahaya. Kondisi ini menyebabkan komplikasi sistem organ yang meningkatkan morbiditas ibu selama kehamilan.

2. Masalah kesehatan ibu

Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan cedera dan disfungsi endotel, dan masalah kesehatan lainnya bagi ibu.

3. Kehamilan hipertensi

Kadar asam urat yang tinggi pada ibu hamil dapat menyebabkan kehamilan dengan hipertensi. Kadar asam urat yang tinggi juga akan berdampak buruk pada perkembangan dan pertumbuhan janin, berpotensi menyebabkan berat badan lahir rendah.

4. Kelahiran prematur

Kadar asam urat yang tinggi meningkatkan risiko kelahiran prematur, memperpendek masa kehamilan dan mengurangi waktu persalinan. Dampak paling parah dari kadar asam urat tinggi selama kehamilan adalah berkurangnya laju filtrasi glomerulus yang bisa merusak fungsi ginjal.

Baca Juga: Jalan Kaki Aman untuk Asam Urat, Rasakan Manfaat Tanpa Nyeri

Efek asam urat pada bayi yang belum lahir

Kadar asam urat yang tinggi selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan janin. Jika ibu hamil memiliki kadar asam urat yang tinggi, berat badan bayi dapat terganggu dan menyebabkan kerusakan organ. 

Komplikasi jangka panjang seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung dapat terjadi. Jika ibu mengalami diabetes gestasional, bayinya juga akan memiliki kadar gula darah tinggi.

Pengobatan untuk asam urat tinggi pada Kehamilan

Wanita hamil dengan preeklampsia, proteinuria, dan hipertensi berat mungkin disarankan untuk menjalani pengobatan magnesium sulfat. Sedangkan, untuk wanita hamil dengan hipertensi dapat mengatasinya dengan menggunakan obat antihipertensi. 

Penting untuk menjaga tekanan darah optimal dengan pemeriksaan rutin. Jika tekanan darah lebih tinggi dari 160/110 mm Hg, segera kunjungi dokter.

Cara mencegah komplikasi asam urat selama kehamilan

Kadar asam urat yang tinggi menimbulkan komplikasi yang merugikan pada janin dan ibu. Komplikasi dapat dicegah dengan melakukan USG atau pemantauan janin untuk memeriksa hambatan pertumbuhan.

Jika terjadi penurunan jumlah trombosit atau trombositopenia, episode hipertensi berat berulang, fungsi ginjal atau hati yang abnormal, penyakit ginjal, edema paru dan penurunan kesehatan bayi maka dokter akan merekomendasikan persalinan prematur.

Tips agar kadar asam urat normal saat hamil

  • Pertahankan berat badan optimal dengan mengikuti diet yang tepat dan program olahraga teratur.
  • Jika menderita diabetes, pastikan kadar gula darah optimal dengan mengikuti diet sehat dan mengurangi konsumsi karbohidrat olahan dan gula olahan. 
  • Konsumsilah produk susu rendah lemak, buah-buahan dan sayuran segar, serta hindari makanan tinggi purin.
  • Hindari makanan olahan dan tingkatkan konsumsi makanan nabati yang kaya serat.
  • Tingkatkan asupan cairan untuk menghilangkan asam urat yang menumpuk di dalam tubuh.

Baca Juga: Obat Asam Urat Ini Sembuhkan Batu Ginjal, Cara Konsumsi untuk Hasil Maksimal

Penyebab kadar asam urat tinggi pada kehamilan

Berikut ini beberapa penyebab kadar asam urat melambung tinggi saat masa kehamilan:

1. Mengalami disfungsi ginjal

Wanita hamil dengan gangguan ginjal harus mengontrol tekanan darah terlebih dahulu. Jika tidak, fungsi ginjal akan menurun secara signifikan dan risiko preeklampsia meningkat drastis. 

Preeklampsia adalah kondisi yang diketahui dapat menyebabkan kelahiran prematur dan komplikasi lain yang membahayakan kelangsungan hidup ibu dan janin. 

2. Perkembangan disfungsi plasenta

Kadar asam urat juga dapat meningkat ketika plasenta tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Oksigen dan nutrisi dikirimkan ke janin yang sedang tumbuh melalui plasenta. 

Jika organ khusus ini tidak berfungsi dengan baik, maka akan menciptakan lingkungan yang penuh tekanan dan menyebabkan peningkatan pergantian sel akibat kematian sel internal. Kejadian ini menyebabkan kerusakan sel, melepaskan purin dan akhirnya direduksi menjadi asam urat.  

Faktor paling umum yang memengaruhi disfungsi atau insufisiensi plasenta adalah diabetes. Oleh karena itu, mengelola kadar gula darah selama kehamilan sangatlah penting.

3. Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Beberapa jenis obat dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Obat-obatan tersebut meliputi diuretik, aspirin dosis rendah, dan imunosupresan. 

Jika sedang mengonsumsi salah satu obat ini, beri tahu dokter kandungan Anda. Tidak disarankan untuk menghentikan pengobatan hanya karena obat tersebut memiliki efek samping. Sekian informasi mengenai kadar asam urat tinggi saat hamil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kelelahan Finansial Bisa Menguras Energi, Ini Cara Mudah Mengatasinya

Kelelahan finansial dapat memicu stres dan mengganggu hubungan. Kenali penyebab serta cara mengatasinya dengan lebih seimbang.

Jangan Salah Pilih Tanaman, 5 Jenis Ini Bisa Bikin Nyamuk Datang ke Rumah

Tanaman tertentu di halaman rumah bisa menciptakan tempat nyaman bagi nyamuk. Kenali jenisnya dan cara menjaga taman tetap aman.  

Cuma Rp5.000 Sehari, Metode Micro-Sinking Funds Bantu Jaga Keuangan

Cukup sisihkan Rp5.000 per hari, micro-sinking funds bisa membantu memenuhi kebutuhan tanpa bikin keuangan bulanan kewalahan.  

Ide Dekorasi Rumah Vas Badai Era 2000-an yang Banyak Dilirik Desainer

Vas badai kembali populer sebagai dekorasi rumah 2026. Simak inspirasi menatanya agar hunian terasa hangat, modern, dan estetik.  

Kelelawar Masuk Loteng Rumah? Kenali Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kelelawar masuk loteng rumah bisa jadi masalah. Kenali penyebab, tanda, cara mengatasi, dan langkah pencegahan agar tidak kembali.

4 Ciri-Ciri Rambut Rusak dan Penyebabnya, Hindari Handuk yang Kasar!

Sebelum terlambat, ketahui 4 ciri-ciri rambut rusak dan penyebabnya agar Anda bisa menemukan perawatan yang tepat.  

Cara Orang Tua Siapkan Masa Depan Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini

Simak cara menyusun keuangan anak berkebutuhan khusus agar masa depannya lebih aman tanpa mengabaikan kondisi finansial keluarga.

Hasil China Open 2026: Tambah 3, Ada 7 Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar

Hasil China Open 2026 babak 32 besar hari kedua Rabu (22/7), tiga wakil Indonesia melenggang ke 16 besar. 

Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Lotte Foundation kembali menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D4 yang berprestasi di 10 universitas mitra  

Disebut Silent Killer, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Dianggap Kembung Biasa

Gejala kanker ovarium kerap diabaikan karena mirip masalah pencernaan. Waspadai tanda seperti perut kembung terus-menerus hingga nyeri panggul.