MOMSMONEY.ID - Bagaimana jika asam urat tidak diobati? Jika asam urat tidak diobati dengan benar, komplikasi serius dapat muncul. Banyak di antaranya melampaui nyeri sendi dan dapat memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.
Dr. Konstantinos Loupasakis, dokter reumatologi di MedStar Washington Hospital Center menyebutkan bahwa penyakit asam urat menyebabkan pembengkakan, kemerahan, rasa hangat, dan nyeri saat disentuh. Asam urat akan menumpuk di persendian dan menyebabkan peradangan kronis.
Setelah pengobatan dengan steroid seperti prednison dan NSAID, rasa sakit biasanya akan mereda dalam beberapa hari. Serangan asam urat berulang dapat menyebabkan kerusakan sendi kronis, tulang terkikis dan ruang sendi menyempit.
Baca Juga: Risiko Preeklampsia Mengintai, Cek Kadar Asam Urat Saat Hamil
Komplikasi kronis terjadi setelah serangan berulang yang tidak diobati. Penanganan asam urat yang tepat sangat penting. Selain mengobati serangan asam urat akut, menurunkan kadar asam urat secara preventif dengan obat-obatan dapat mencegah komplikasi jangka panjang.
Pengobatan asam urat yang tepat dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mencegah berbagai komplikasi. Dilansir dari Creakyjoints.org, berikut ini komplikasi yang akan terjadi jika asam urat tidak diobati:
Komplikasi jika asam urat tidak diobati
1. Asam urat dan tofi
Tofi adalah gumpalan kristal asamt urat dan sel inflamasi yang terbentuk di bawah kulit. Tofi ini akan muncul pada penderita asam urat yang tidak diobati dalam jangka waktu lama.
Tofi asam urat terasa seperti benjolan keras di bawah kulit. Benjolan ini akan terasa nyeri karena ukurannya, dapat mengikis persendian dan kulit serta jaringan di sekitarnya.
Hal ini akan enyebabkan kerusakan dan akhirnya kehancuran sendi. Jika tofi asam urat terinfeksi atau berkembang lebih besar, Anda perlu menjalani operasi atau pembedahan.
2. Batu akibat asam urat
Kondisi ini menjadi salah satu komplikasi asam urat yang paling umum. Jika kristal urat menumpuk di saluran kemih, kristal tersebut dapat membentuk batu.
Gejalanya meliputi:
- Nyeri hebat di bagian samping dan punggung di bawah tulang rusuk.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat.
- Nyeri yang menjalar ke perut bagian bawah dan selangkangan.
Untuk mencegah batu tersebut, dokter biasanya meresepkan obat penurun asam urat bernama allopurinol. Obat ini mengurangi produksi asam urat dan mengurangi jumlah asam urat di persendian maupun di urin.
Untuk membantu mencegah pembentukan batu kalsium, dokter juga akan meresepkan diuretik tiazid atau preparat yang mengandung fosfat.
3. Penyakit ginjal
Asam urat diproses melalui ginjal. Seiring bertambahnya usia, ginjal tidak dapat memproses asam urat sebanyak dulu. Kerusakan akibat kristal asam urat dapat menyebabkan penyakit ginjal, terutama jika asam urat tidak diobati dengan baik.
Gejala awal penyakit ginjal meliputi kelelahan, lemas, dan penurunan energi. Namun, ginjal sangat luar biasa dalam kemampuannya untuk mengompensasi masalah dalam fungsinya.
Sehingga, penyakit ginjal kronis dapat berkembang tanpa gejala untuk waktu yang lama. Ketika penurunan fungsi ginjal sudah mulai parah, pasien akan mengalami gejala seperti pembengkakan pergelangan kaki, mual, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan.
4. Penyakit jantung
Penyakit asam urat dan penyakit kardiovaskular sering terjadi bersamaan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Journal of the American Heart Association, para peneliti dari Duke University mempelajari data dari lebih dari 17.000 pasien.
1.406 pasien menderita asam urat pada awal penelitian dan sedang menjalani pengobatan untuk faktor risiko kardiovaskular. Setelah mengikuti pasien selama rata-rata 6,4 tahun, para peneliti menemukan bahwa risiko kematian akibat serangan jantung atau stroke 15 persen lebih tinggi pada orang yang menderita asam urat.
5. Diabetes
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Annals of the Rheumatic Disease menemukan bahwa asam urat mungkin secara independen meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, maka risiko menderita asam urat dan diabetes tipe 2 lebih besar.
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat berkontribusi pada asam urat dan diabetes. Menjaga kebiasaan makan dan olahraga yang sehat dapat mencegah dan mengelola diabetes dan asam urat.
Makanan rendah kalori dan lemak tetapi tinggi serat dapat membantu menurunkan risiko diabetes. Minumlah setidaknya delapan gelas air sehari, tetap terhidrasi dapat membantu menjaga kadar gula darah yang sehat.
Jika Anda kelebihan berat badan, usahakan untuk menurunkan berat badan. Olahraga kardio dan strength training sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah.
6. Gangguan tidur
Serangan asam urat sering terjadi di malam hari, hal ini menyebabkan pasien kurang tidur karena rasa nyeri di sendi. Kurang tidur tersebut dapat menyebabkan peningkatan stres, perubahan suasana hati, kelelahan, dan masalah kesehatan lainnya.
Dalam survei terhadap pasien asam urat yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis Research & Therapy, hampir seperempat responden menggambarkan gangguan tidur yang sering terjadi dan rasa kantuk di siang hari. Asam urat juga berhubungan dengan sleep apnea obstruktif,kondisi yang terjadi ketika saluran napas tersumbat saat tidur.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arthritis & Rheumatology, para peneliti menemukan bahwa orang yang menderita sleep apnea juga mengalami peningkatan risiko asam urat. Gejala sleep apnea meliputi kelelahan, mendengkur, kesulitan berkonsentrasi, gelisah saat tidur, dan terengah-engah saat tidur.
Penderita sleep apnea mengalami banyak gangguan dalam pernapasan saat tidur. Kondisi ini membuat penurunan kadar oksigen dalam darah.
Hal ini diduga memengaruhi proses yang meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh.
7. Kesehatan mental
Nyeri kronis yang terkait dengan serangan asam urat berulang dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Asam urat dapat menyebabkan nyeri hebat yang dapat menyulitkan mobilitas gerak.
Dampak tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental, sosial, dan fisik pasien.
Baca Juga: Asam Urat di Tangan Kambuh? Obat Ini Sering Diresepkan tapi Waspada Risikonya
8. Pengeroposan tulang
Ketika menderita asam urat, Anda lebih rentan terhadap osteopenia dan patah tulang osteoporosis. Sebuah studi dalam jurnal Medicine menemukan bahwa tingkat patah tulang pada penderita asam urat mencapai 23 persen.
Pada tahap awal osteopenia, tidak ada gejala yang terjadi kecuali terjadi patah tulang. Jika Anda memiliki asam urat dan faktor risiko osteoporosis, tanyakan kepada dokter terkait pemeriksaan kepadatan mineral tulang.
Jika tulang menipis, Anda akan diresepkan obat seperti bifosfonat. Obat-obatan ini meliputi alendronat, risedronat, bandronat, dan asam zoledronat. Itulah berbagai komplikasi yang terjadi jika asam urat tidak diobati dengan tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News