MOMSMONEY.ID - Asam urat adalah zat yang diproduksi secara alami oleh tubuh, dapat menumpuk di persendian atau ginjal jika terdapat dalam jumlah berlebih dalam darah. Penumpukan ini dapat menyebabkan gejala seperti nyeri sendi, darah dalam urin, kemerahan, atau pembengkakan pada persendian.
Perubahan kadar asam urat dapat disebabkan oleh masalah ginjal, asupan protein berlebihan, malnutrisi, obat-obatan tertentu, atau disfungsi hati. Jika kadar asam urat terlalu tinggi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter umum.
Dr. Clarisse Bezerra, dokter keluarga, menjelaskan bahwa pengobatan untuk mengontrol asam urat dalam darah tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dalam beberapa kasus, pasien membutuhkan obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat.
Baca Juga: Risiko Asam Urat Tinggi: Gula Tambahan Picu Nyeri Sendi Parah
Manfaat tes asam urat & kadar normalnya
Dilansir dari Tuasaude.com, ada beberapa tes asam urat yang direkomendasikan untuk:
- Membantu menilai fungsi ginjal.
- Mengevaluasi status hidrasi tubuh.
- Memantau pengobatan asam urat.
- Mengidentifikasi kondisi seperti rhabdomyolysis dan sindrom lisis tumor.
- Memantau pengobatan dengan obat-obatan tertentu seperti hydrochlorothiazide atau furosemide.
Tes ini diindikasikan untuk menentukan apakah kadar asam urat tinggi. Meski peningkatan asam urat biasanya tidak menyebabkan gejala pada kebanyakan orang, hal ini dikaitkan dengan komplikasi seperti asam urat dan batu ginjal.
Kadar asam urat normal dalam darah berkisar antara 3,7-8,0 mg/dL pada pria di atas 16 tahun dan 2,7-6,1 mg/dL pada wanita di atas 13 tahun.
Selain bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin, rentang referensi dapat berbeda tergantung pada laboratorium yang melakukan tes. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan.
Gejala asam urat yang patut diwaspadai
Gejala asam urat tinggi ditandai dengan beberapa hal berikut:
- Episode nyeri akut di perut atau persendian.
- Kemerahan dan pembengkakan pada persendian.
- Mual dan muntah.
- Pada beberapa kasus, darah dalam urin juga dapat ditemukan.
Baca Juga: Asam Urat Mengancam: Daftar Makanan Sehari-hari yang Harus Dibatasi Sekarang
Kadar asam urat tinggi selama kehamilan
Kadar asam urat tinggi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama atau setelah minggu ke-22 kehamilan dapat meningkatkan risiko preeklampsia. Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan risiko keguguran yang lebih tinggi.
Pengobatan untuk kadar asam urat tinggi tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dalam kasus asam urat atau batu ginjal, obat-obatan seperti allopurinol dan probenecid dapat diresepkan untuk mengurangi produksi asam urat atau meningkatkan pengeluarannya melalui urin.
Untuk membantu menurunkan kadar asam urat, dokter juga akan menyarankan untuk mengurangi asupan makanan tinggi purin. Untuk ibu hamil dan menyusui, selalu konsultasikan dengan dokter terkait obat-obatan yang hendak dikonsumsi.
Penting juga untuk menghindari konsumsi fruktosa yang berlebihan, biasanya ada di dalam minuman soda, kue, dan makanan olahan lainnya.
Itulah gejala, penyebab dan pengobatan asam urat tinggi yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News