MOMSMONEY.ID - Apa itu diet omad? Diet omad atau one meal a day adalah pola makan yang membatasi asupan makanan hanya satu kali kesempatan dalam sehari.
Di mana waktu yang Anda miliki untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh harian hanyalah satu jam. Sedangkan 23 jam sisanya dipakai untuk berpuasa.
Memang terdengar ekstrem, karena tubuh Anda akan mengalami perubahan metabolisme yang drastis, dari pembakaran glukosa beralih ke pembakaran lemak sebagai sumber energi utama.
Baca Juga: Waspada Jebakan Diet! Ini 5 Makanan yang Bikin Lapar dan Berat Badan Melonjak
Menjalankan diet omad bukanlah keputusan yang bisa diambil enteng, ya. Karena sifatnya yang sangat membatasi, pola ini berisiko memicu berbagai efek samping.
Oleh sebab itu, langkah pertama yang wajib Anda ambil sebelum memulai diet omad adalah berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Manfaat diet omad
Meski menjadi salah satu diet ekstrem, diet omad menawarkan beberapa manfaat berikut, yang dikutip dari www.halodoc.com:
1. Menurunkan berat badan
Manfaat yang pasti dari diet ini adalah bisa menurunkan berat badan. Terjadi karena tubuh Anda mengalami defisit kalori dalam jumlah besar akibat dari waktu makan yang sangat dibatasi.
Baca Juga: Siapa Bilang Diet Mahal? Ini 5 Trik Jitu Memilih Menu Sehat Pas Makan di Warteg
2. Peningkatan sensitivitas insulin
Dalam beberapa penelitian mengungkapkan bahwa intermittent fasting yang salah satunya adalah diet omad bisa meningkatkan sensitivitas insulin.
3. Sederhana dan praktis
Dari sisi praktiknya, diet omad ini tergolong sederhana dan praktis. Anda hanya perlu satu kali makan dalam sehari. Jadi, lebih sederhana daripada jenis diet lainnya yang punya berbagai aturan.
Baca Juga: Fakta Operasi Bariatrik: Bukan Sekadar Diet Instan, Ada 5 Efek Samping Menanti Anda
Cara melakukan diet omad
Bagaimana cara melakukan diet omad? Perhatikan langkah-langkah berikut agar diet Anda berhasil:
1. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi
Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu. Ini untuk memastikan bahwa diet yang Anda jalani benar-benar aman untuk tubuh Anda.
2. Pilih waktu makan
Anda juga perlu memilih waktu makan yang hanya satu jam itu untuk dilakukan secara konsisten. Misalnya makan malam setiap hari di waktu yang sama.
Baca Juga: Diet Karnivora untuk Menurunkan Berat Badan, Ini Manfaat dan Potensi Bahayanya
3. Utamakan makanan yang bergizi
Anda perlu untuk mengutamakan asupan makanan yang bergizi seimbang. Di dalam makanan terdiri dari karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, lemak sehat, vitamin, dan mineral.
4. Cukupi kebutuhan cairan
Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda dalam sehari. Hal ini demi terhindar dari risiko dehidrasi.
5. Hindari makanan olahan dan tinggi gula
Sebaiknya Anda menghindari makanan olahan dan makanan yang tinggi gula. Jadi, pilihlah makanan utuh dan alami saja ya.
6. Perhatikan respons tubuh
Tak kalah penting adalah untuk memperhatikan respons tubuh. Apakah Anda merasa pusing, lemas, atau ada masalah lainnya yang dialami oleh tubuh Anda.
Baca Juga: 7 Kebiasaan setelah Bangun Tidur untuk Menurunkan Berat Badan Menurut Ahli Diet
Efek samping diet omad
Ada beberapa potensi efek samping dari melakukan diet omad yang bisa Anda alami. Di antaranya sebagai berikut:
- Lelah dan lemas
- Sakit kepala
- Sembelit
- Dehidrasi
- Sulit konsentrasi
- Iritabilitas
Ingat, diet omad bukanlah lomba siapa paling kuat menahan lapar, melainkan strategi metabolik yang membutuhkan disiplin, pengetahuan, dan persiapan mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News