MOMSMONEY.ID - Bagi sebagian orang, diet karnivora menjanjikan penurunan berat badan. Gambaran sederhananya, diet ini hanya mengandalkan sumber protein hewani seperti daging merah, unggas, ikan, telur, dan beberapa produk susu.
Orang-orang yang menjalani diet karnivora sengaja menyingkirkan semua karbohidrat, termasuk biji-bijian, buah, sayuran, dan gula dengan keyakinan bahwa karbohidratlah biang kerok dari berbagai penyakit kronis.
Namun, ada sebuah pertanyaan besar yang kemudian muncul. Apakah tubuh manusia bisa bertahan hanya dari daging dan telur?
Di satu sisi, para pendukung diet karnivora melaporkan hasil yang menggembirakan, yakni penurunan berat badan.
Namun, di sisi lain, para ahli gizi dan dokter mengingatkan bahwa diet karnivora menyimpan risiko serius yang tak boleh diabaikan, lo.
Baca Juga: Mau Berat Badan Cepat Turun? Intip 5 Rekomendasi Teh Diet Alami Peluntur Lemak
Manfaat diet karnivora
Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika menjalankan diet karnivora ini, dikutip dari hellosehat.com:
1. Menurunkan berat badan
Tak sedikit orang yang menjalankan diet karnivora karena ingin menurunkan berat badan. Karena dengan mengonsumsi protein, hal ini akan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
Tak hanya itu, dengan mengonsumsi daging sapi dan protein rendah lemak bisa meningkatkan metabolisme. Dengan begitu, akan terjadi pembakaran kalori lebih banyak.
2. Mengontrol gula darah
Manfaat berikutnya adalah bisa mengontrol gula darah. Hal ini karena orang yang melakukan diet karnivora otomatis akan menghindari asupan yang mengandung karbohidrat, termasuk kue, permen, dan makanan manis lainnya.
Mengingat bahwa mengonsumsi banyak karbohidrat dan makanan manis bisa membuat lonjakan kadar gula darah di tubuh.
Baca Juga: Ampuh Turunkan Berat Badan, Intip 5 Manfaat Cuka Nanas untuk Diet & Kesehatan
Risiko diet karnivora
Di samping manfaat yang didapatkan, ada juga risiko dari diet karnivora ini bagi kesehatan, lo. Apa saja?
1. Masalah pencernaan
Diet karnivora berisiko pada pencernaan Anda. Menyadari bahwa pencernaan yang sehat membutuhkan asupan serat.
Jika sampai kekurangan serat, maka apa yang akan terjadi? Ya, berbagai masalah pencernaan bisa datang, salah satunya sembelit.
Dari sinilah bisa berpengaruh pada kekebalan tubuh hingga yang paling serius adalah risiko kanker usus besar.
2. Mengundang penyakit kronis
Berhati-hatilah karena salah satu risiko diet karnivora adalah bisa mengundang penyakit kronis. Misalnya saja jantung dan ginjal.
Hal ini disebabkan karena asupan yang hanya berupa protein hewani dengan kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi.
Sedangkan, lemak jenuh sendiri bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Bakar 6.000 Kalori, Diet Ekstrem Erling Haaland Tak Bisa Ditiru Semua Orang
3. Kebutuhan nutrisi tidak tercukupi
Risiko berikutnya dari diet karnivora adalah kebutuhan nutrisi yang tidak tercukupi. Meski daging termasuk bergizi, namun makanan ini bukan berarti harus menjadi satu-satunya asupan Anda.
Sehingga, karena diet ini hanya fokus pada protein saja, alhasil membuat tubuh kekurangan nutrisi.
Ingatlah, diet karnivora hanyalah salah satu dari ribuan cara untuk makan, bukan satu-satunya jalan menuju sehat ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News