MOMSMONEY.ID - 7 tips keuangan Dave Ramsey seperti mengatur utang, penghasilan, gaya hidup, rumah, pendidikan, dan uang keluarga lebih bijak.
Mengatur uang sering kali bukan soal berapa besar penghasilan, tetapi bagaimana menggunakannya? Dave Ramsey dikenal lewat berbagai nasihat keuangan yang menekankan disiplin dalam mengelola utang, pengeluaran, dan pendapatan.
Melansir dari Go Banking Rates, beberapa prinsipnya kembali dibahas sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati mengambil keputusan finansial.
Meski berasal dari Amerika Serikat, sebagian gagasannya bisa menjadi bahan pertimbangan masyarakat di Indonesia dengan menyesuaikannya pada kondisi masing-masing.
“Jangan berutang hanya untuk terlihat kaya, karena penampilan finansial tidak selalu mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya,” ujar Dave Ramsey, pendiri sekaligus CEO Ramsey Solutions.
Baca Juga: 3 Aturan Keuangan dari Suze Orman Ini Bisa Membantu Mengatur Uang Lebih Bijak
Lantas, apa saja nasihat keuangan Dave Ramsey yang masih menarik untuk diterapkan sehari-hari?
7 tips keuangan dari Dave Ramsey
Cari penghasilan tambahan
Penghasilan tambahan bisa membantu ketika pemasukan utama belum cukup untuk mencapai target finansial. Pekerjaan lepas, mengajar, menulis, berjualan, hingga pekerjaan paruh waktu dapat menjadi pilihan sesuai kemampuan.
Agar tidak habis begitu saja, tentukan tujuan penggunaannya, misalnya untuk membayar utang, menambah dana darurat, atau meningkatkan tabungan.
Utamakan utang berbunga tinggi
Utang dengan bunga tinggi dapat membuat pengeluaran terus bertambah. Karena itu, melunasi kewajiban semacam ini dapat menjadi prioritas sebelum menambah investasi secara agresif.
Tetap sisakan uang untuk kebutuhan pokok dan dana darurat agar proses melunasi utang tidak membuat kondisi keuangan semakin rentan.
Jangan berutang demi gaya hidup
Keinginan memiliki barang mahal atau mengikuti gaya hidup tertentu bisa membuat seseorang membeli sesuatu di luar kemampuan.
Daripada mengejar kesan terlihat kaya, lebih baik pastikan pengeluaran sesuai dengan pendapatan. Sebelum membeli, tanyakan apakah barang tersebut memang dibutuhkan atau hanya sekadar ingin mengikuti tren.
Buat biaya tempat tinggal tetap terjangkau
Ramsey menggunakan patokan 25% dari penghasilan untuk biaya perumahan. Namun, angka tersebut tidak harus dianggap sebagai aturan mutlak karena kondisi setiap orang berbeda.
Harga rumah atau sewa, lokasi kerja, jumlah tanggungan, dan penghasilan perlu diperhitungkan. Intinya, biaya tempat tinggal jangan sampai menghabiskan ruang untuk kebutuhan pokok dan tabungan.
Hati-hati meminjamkan uang kepada keluarga
Meminjamkan uang kepada orang terdekat bisa menjadi persoalan ketika pengembaliannya tidak sesuai kesepakatan. Bukan hanya soal uang, hubungan keluarga atau pertemanan juga berpotensi ikut terganggu.
Jika ingin membantu, pastikan nominalnya tidak mengorbankan kebutuhan sendiri dan sepakati sejak awal bagaimana uang tersebut akan dikembalikan.
Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula
Pertimbangkan biaya pendidikan
Ramsey mengingatkan agar seseorang tidak mengambil utang pendidikan dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan manfaatnya.
Untuk masyarakat Indonesia, keputusan pendidikan dapat disesuaikan dengan tujuan karier, biaya kuliah, peluang kerja, beasiswa, hingga pilihan pendidikan vokasi. Pendidikan tetap bisa menjadi investasi, tetapi biaya dan manfaatnya perlu dihitung dengan realistis.
Ajarkan anak mengelola uang
Kebiasaan finansial sebaiknya dikenalkan sejak anak masih kecil. Hal sederhana seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung, serta belajar membuat prioritas dapat menjadi bekal ketika mereka dewasa.
Memahami nilai uang sejak dini, anak tidak hanya belajar menjadi hemat, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap keputusan finansialnya.
Nasihat Dave Ramsey banyak berpusat pada satu hal: jangan membiarkan pengeluaran dan utang mengendalikan kehidupan. Bagi banyak orang, prinsip itu bisa diambil sebagai bahan pertimbangan, bukan aturan yang harus diterapkan secara kaku.
Sesuaikan setiap keputusan dengan penghasilan, kebutuhan, tanggungan, dan tujuan finansial masing-masing. Sehingga mengatur uang terasa lebih realistis dan bisa dilakukan secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News