MOMSMONEY.ID - Di tengah padatnya jadwal kuliah, tugas yang menumpuk, hingga aktivitas organisasi dan pekerjaan sampingan, menjaga kesehatan diri kerap menjadi hal yang terlewat bagi mahasiswa.
Padahal, kondisi fisik dan mental yang prima menjadi salah satu bekal penting untuk tetap produktif menjalani berbagai aktivitas.
Leya Princy, aktris sekaligus putri dari Ferry Maryadi dan Risma Nilawati, bilang, ada sejumlah kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kesehatan (wellness) sehari-hari.
Bagi Leya, menjaga wellness tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Justru, kebiasaan yang dilakukan secara rutin dalam keseharian bisa menjadi langkah awal.
Salah satu yang ia tekankan adalah tidur yang cukup. Menurut Leya, kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati hingga pola makan.
“Jadi, memang bener tidur tuh penting banget. Kayak kalau kita kurang tidur, ke mana-mana jadi pengen marah-marah, terus makannya jadi stress eating, dan itu ke jerawat, ke apa segala macem,” ujarnya di acara Guardian Wellness Journey Goes to Campus di Alam Sutera, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Ia juga mengatakan, olahraga dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk membuat tubuh lebih rileks setelah beraktivitas. Setelah berolahraga dan merasa lelah, Leya mengaku biasanya dapat tidur lebih cepat.
Baca Juga: Wellness Tidak Mahal, Pakar Beberkan 6 Fondasi Dasar Hidup Sehat
Selain menjaga waktu istirahat, Leya memberikan tips yang cukup dekat dengan keseharian mahasiswa, yakni fokus ketika mengikuti kuliah. Ia menyarankan mahasiswa benar-benar menyimak materi ketika berada di kelas sehingga tidak perlu terlalu banyak mengulang pelajaran saat sudah berada di rumah.
“Dan, kalau misalkan kalian males belajar di rumah, at least pada saat kalian kelas, you listen,” kata Leya.
Ia menyebutkan, kebiasaan tersebut merupakan saran dari ibunya yang menurutnya berhasil diterapkan dalam kesehariannya.
Bukan hanya soal aktivitas fisik dan pola hidup, Leya juga menyoroti lingkungan sosial sebagai bagian dari keseharian yang perlu diperhatikan. Ia menyarankan anak muda untuk menjaga jarak dari orang-orang yang memberikan pengaruh negatif.
“Terus hindari negative people, just like, just please go,” ujar Leya.
Namun, menurut Leya, menjaga jarak tidak harus dilakukan dengan cara yang negatif. Ia menyarankan, agar anak muda tidak terlalu memasukkan hal-hal negatif ke dalam pikiran dan tetap berusaha mempertahankan sikap positif.
Kebiasaan lain yang bisa dilakukan dengan sederhana adalah memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Ia menilai, menerapkan pola makan yang lebih sehat tidak selalu membutuhkan biaya besar.
“Eat what's good. Karena menurut aku eating healthy itu murah actually. Kalian bisa beli sayur dan buah setiap harinya,” kata Leya.
Baca Juga: Pakar Jelaskan Pentingnya Penerapan Wellness dalam Kehidupan
Ia memberikan contoh sederhana dengan memilih buah sebagai salah satu pilihan sarapan dibandingkan makanan cepat saji.
“Buah-buahan untuk sarapan daripada seperti fast food. Itu kan would be so much better ya,” ujarnya.
Leya juga menyebut air putih sebagai pilihan sederhana yang mudah diterapkan sehari-hari. Menurutnya, air putih dapat diisi ulang sehingga tidak harus selalu membeli minuman baru.
“Terus air mineral, kamu bisa refill dimanapun,” tutur Leya.
Dalam membandingkan air putih dengan minuman seperti matcha dan kopi, Leya menyampaikan pandangan berdasarkan informasi dan pengalaman yang ia terima secara pribadi. Pernyataan tersebut tidak dimaksudkan sebagai klaim medis.
Pada akhirnya, Leya melihat, menjaga wellness tidak harus selalu identik dengan rutinitas yang rumit atau mahal. Banyak langkah kecil yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ya jadi banyak banget ternyata hal-hal kecil. Hal-hal sederhana yang murah yang bisa kita lakukan. Untuk bisa pastinya meningkatkan wellness kita,” ujar Leya.
Melihat perubahan gaya hidup generasi muda tersebut, Guardian Indonesia menggelar Guardian Wellness Journey Goes to Campus pada 2026.
Program tahunan ini mengajak mahasiswa untuk lebih mengenal pentingnya self-care, bukan sekadar dari sisi penampilan, tetapi juga kesehatan fisik dan kesejahteraan secara menyeluruh.
Baca Juga: Ini Program Wellness yang Diminati Orang Indonesia di BDMS Wellness Clinic
Tahun ini, Guardian memperluas jangkauan program dengan menyambangi delapan universitas di sejumlah wilayah, mulai dari DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Kampanye tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar 24.000 mahasiswa melalui berbagai kegiatan edukatif dan interaktif seputar kesehatan, kecantikan, dan perawatan diri.
Langkah Guardian tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian generasi muda terhadap gaya hidup sehat.
Mengacu pada laporan McKinsey & Company dalam Future of Wellness, Generasi Z disebut menjadi salah satu penggerak utama pasar wellness, dengan kontribusi sebesar 41% dari total pengeluaran untuk kesehatan dan perawatan diri.
Managing Director Guardian Indonesia Bhavin Patel mengatakan, tingginya antusiasme dari pihak universitas menjadi salah satu alasan Guardian terus membawa kampanye wellness ke lingkungan kampus.
“Tahun ini kami sudah meneken kerja sama dengan setidaknya tujuh universitas di beberapa kota di Pulau Jawa. Kami menerima antusiasme yang sangat tinggi dari partner universitas untuk mengadakan kampanye kami di kampus mereka,” ujar Bhavin.
Menurut dia, antusiasme tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan dan kesadaran institusi pendidikan terhadap pentingnya edukasi self-care bagi mahasiswa.
Guardian pun ingin memastikan kehadirannya di kampus tidak hanya menjadi sarana pengenalan produk. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan menjadi ruang edukasi agar mahasiswa memahami cara merawat diri dari luar maupun dari dalam.
“Harapannya, kehadiran Guardian tak hanya menjadi ajang pengenalan produk, tetapi juga ajang edukasi merawat diri dari luar dan dalam agar mahasiswa tetap fit dan produktif dalam meraih mimpi,” tutur Bhavin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News