M O M S M O N E Y I D
Bugar

8 Efek Samping Diet Keto yang Penting Diketahui

8 Efek Samping Diet Keto yang Penting Diketahui
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa ternyata ada beberapa efek samping diet keto yang penting diketahui, lo. Intip selengkapnya di sini!

Diet keto dikenal sebagai salah satu metode penurunan berat badan yang hasilnya bisa terlihat cepat. Pola makan ini menekankan konsumsi tinggi lemak, protein sedang, dan sangat rendah karbohidrat.

Tujuannya adalah membuat tubuh masuk ke kondisi ketosis, yaitu saat tubuh membakar lemak sebagai sumber energi utama, bukan glukosa.

Meski terdengar menjanjikan, diet keto tidak selalu cocok untuk semua orang. Ada sejumlah efek samping yang perlu Anda pahami agar tidak salah langkah dan justru membahayakan kesehatan.

Baca Juga: 10 Tips Diet ala Orang Jepang supaya Berumur Panjang, Coba yuk!

Melansir dari laman Verywell Health, berikut beberapa efek samping diet keto yang penting diketahui:

1. Dehidrasi

Dehidrasi merupakan salah satu efek samping awal yang paling sering terjadi saat tubuh memasuki ketosis. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan bisa diatasi. Dehidrasi terjadi karena perubahan keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa ginjal mengeluarkan lebih banyak natrium pada hari ke 2 hingga ke 6 saat ketosis dimulai.

Gejala dehidrasi akibat ketosis antara lain mulut kering, sakit kepala, pusing, dan gangguan penglihatan. Untuk mencegah atau mengatasinya, perbanyak minum air dan cairan elektrolit. Jika perlu, obat pereda nyeri dapat digunakan untuk membantu mengurangi sakit kepala.

2. Sembelit

Sebagian orang mengalami sembelit saat menjalani ketosis karena perubahan pola makan yang cukup ekstrem. Diet keto membatasi karbohidrat secara ketat, yang otomatis mengurangi asupan serat. Selain itu, konsumsi kalori yang lebih sedikit juga bisa memicu sembelit.

Gejala sembelit meliputi buang air besar kurang dari 3 kali seminggu, tinja keras dan kering, sulit atau nyeri saat buang air besar, serta perasaan tidak tuntas setelahnya. Untuk mengatasinya, perbanyak minum cairan dan usahakan tetap mengonsumsi serat dari sumber yang diperbolehkan. Suplemen serat, obat pencahar, atau enema bisa membantu, tetapi sebaiknya digunakan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

3. Ketidakseimbangan Elektrolit

Perubahan pola makan drastis pada diet keto dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, terutama di awal ketosis. Kondisi ini terjadi saat kadar mineral penting dalam tubuh terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Jenis yang sering terjadi adalah natrium rendah dan magnesium rendah. Penyebabnya meliputi dehidrasi, keluarnya keton melalui urine, serta rendahnya asupan mikronutrien. Gejalanya bisa berupa sesak napas, demam, kebingungan, pembengkakan, dan detak jantung yang meningkat. Minuman atau suplemen elektrolit biasanya digunakan untuk mengatasi kondisi ini, sesuai kebutuhan tubuh.

4. Flu Keto

Flu keto adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kumpulan gejala yang muncul di awal diet keto. Kondisi ini sering terjadi dalam beberapa minggu pertama dan kerap disalahartikan sebagai penyakit flu biasa.

Gejalanya meliputi sakit kepala, kelelahan, mual, pusing, sulit fokus, sakit perut, serta kram dan kelemahan otot. Flu keto umumnya akan membaik dalam waktu sekitar 4 minggu setelah tubuh beradaptasi. Meningkatkan asupan air dan elektrolit dapat membantu meredakan gejalanya.

Baca Juga: 15 Menu Diet untuk Sarapan agar Berat Badan Turun yang Dapat Dicoba

5. Gula Darah Rendah

Karena karbohidrat sangat dibatasi, kadar gula darah dapat turun secara signifikan saat ketosis. Kondisi ini dikenal sebagai hipoglikemia dan sangat berisiko bagi penderita diabetes.

Gejala gula darah rendah meliputi tubuh gemetar, mudah lapar, kelelahan, pusing, detak jantung cepat, sakit kepala, dan gangguan penglihatan. Risiko ini juga meningkat pada orang yang mengonsumsi obat penurun gula darah. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat penting sebelum memulai diet keto.

6. Kekurangan Nutrisi

Pembatasan karbohidrat dalam diet keto dapat menyebabkan kekurangan berbagai vitamin dan mineral. Nutrisi yang berisiko rendah antara lain vitamin B, vitamin A, vitamin E, kalsium, magnesium, zat besi, kalium, dan vitamin K.

Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kelelahan, gangguan pencernaan, daya tahan tubuh menurun, hingga masalah tulang dan penglihatan. Untuk mencegahnya, beberapa orang perlu mengonsumsi multivitamin atau suplemen tambahan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

7. Risiko Penyakit Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan diet keto berpotensi meningkatkan risiko masalah jantung, terutama karena tingginya konsumsi lemak jenuh dan produk hewani. Diet ini memang dapat menurunkan berat badan dan trigliserida dalam waktu singkat, tetapi dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan jantung masih belum sepenuhnya jelas.

Pada sebagian orang, kadar kolesterol total dan LDL dapat meningkat selama menjalani diet keto. Pemeriksaan profil lipid dapat membantu menilai risiko jantung selama menjalani diet ini.

8. Masalah Ginjal

Ketosis juga dapat memengaruhi kesehatan ginjal. Diet keto dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal karena urin menjadi lebih asam. Konsumsi protein hewani yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi ini.

Tanda batu ginjal meliputi nyeri tajam di punggung, darah dalam urine, sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, serta urine keruh atau berbau. Bagi penderita penyakit ginjal kronis, ketosis dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Karena itu, konsultasi medis sangat dianjurkan sebelum menjalani diet keto.

Baca Juga: 17 Makanan Diet agar Berat Badan Turun yang Bikin Kenyang Lebih Lama

Itulah beberapa efek samping diet keto yang penting diketahui. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Unilever Indonesia dan Shopee Gelar Hyper Brand Day, Simak Promo Spesialnya

Unilever Indonesia bersama Shopee kembali berkolaborasi melalui kampanye Hyper Brand Day yang berlangsung pada 31 Juli hingga 4 Agustus 2026. ​

Acerun 7K 2026, Momen Teknologi dan Gaya Hidup Sehat Berjalan Beriringan

Acerun 7K yang digelar di Jakarta, Minggu (2/8), menjadi pembuka rangkaian Acer Day 2026 yang diikuti ebih dari 3.000 peserta.

Cek Harga Emas Antam Hari Ini (3/8): Turun Jadi Rp 2.610.000, Buyback Ikut Melemah

Harga emas Antam hari ini turun Rp 13.000 menjadi Rp 2.610.000 per gram. Harga buyback juga melemah ke Rp 2.379.000.

4 Manfaat Utama Buah Kiwi untuk Kesehatan Tubuh, Bantu Jaga Kesehatan Usus

Kiwi kaya akan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kesehatan. Berikut beberapa manfaat buah kiwi bagi kesehatan tubuh.

6 Minuman Sehat untuk Diminum Pagi Hari, Jadi Alternatif Pengganti Kopi

Untuk menambah energi tak selalu bisa dilakukan dengan mengonsumsi kopi. Coba minuman alternatif pengganti kopi berikut ini, yuk.

Red String Theory: Takdir Percintaan dan Jodoh dari Tiongkok, Ini Penjelasannya

Saat membicarakan masalah jodoh di masa kini, istilah red string theory pasti muncul.  Apa sebenarnya red string theory? Ini jawabannya.

Promo Superindo Weekday 3-6 Agustus 2026, Aneka Cabai-Melon Red Sweet Diskon 40%

Cek promo Superindo Weekday hari ini periode 3-6 Agustus 2026 untuk belanja hemat di Superindo terdekat awal pekan ini.

Konsumsi Rutin Jus Seledri dan Dapatkan 5 Manfaat Ini bagi Kesehatan

Mau tahu apa saja manfaat mengonsumsi jus seledri secara rutin buat kesehatan? Simak jawabannya di sini.

Cermati 6 Rekomendasi Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Perdagangan Senin (3/8)

BNI Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Senin, (3/8/2026).​ Simak ulasannya berikut 

Jangan Tunggu Buram, Rutin Periksa Mata agar Gangguan Penglihatan Terdeteksi Dini

​Mata minus, silinder, hingga katarak menjadi beberapa gangguan penglihatan yang umum terjadi sehingga harus rutin diperiksa