MOMSMONEY.ID - Eyelash extension kini menjadi salah satu perawatan kecantikan favorit. Bagi Anda yang tertarik, ketahui dulu 4 efek samping eyelash extension.
Prosedur eyelash extension atau sambung bulu mata kini menjadi salah satu perawatan kecantikan favorit untuk mendapatkan tampilan mata yang tebal, lentik, dan dramatis tanpa perlu repot mengaplikasikan maskara setiap hari.
Kendati dapat mendongkrak rasa percaya diri, penggunaan eyelash extension secara terus-menerus tanpa jeda menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan mata dan bulu mata asli.
Paparan bahan kimia dari lem perekat serta beban berat serat sintetis pada folikel mata dapat memicu komplikasi iritasi hingga kerusakan permanen. Oleh karena itu, pemakaiannya harus dibatasi secara bijak.
Baca Juga: Rutinitas 5 Menit Sebelum Tidur biar Kamar Lebih Nyaman dan Makin Rileks
Bagi Anda yang tertarik, ketahui dulu 4 efek samping eyelash extension, bersumber dari American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan WebMD berikut ini.
1. Reaksi alergi dan iritasi kimiawi pada kelopak mata
Lem perekat yang digunakan dalam prosedur eyelash extension sering kali mengandung bahan kimia kuat seperti formaldehida, sianoakrilat, dan zat pewarna buatan.
Pada individu yang sensitif, paparan bahan kimia ini dapat memicu reaksi alergi kontak (contact dermatitis). Gejala yang timbul meliputi kelopak mata membengkak, kemerahan, rasa gatal yang menyengat, hingga sensasi terbakar pada kulit sekitar mata.
Pemakaian extension yang terlalu sering tanpa jeda akan memperparah peradangan dan berisiko merusak jaringan sensitif di sekitar kornea.
2. Kerusakan bulu mata asli dan kerontokan permanen
Menempelkan bulu mata sintetis pada helai bulu mata asli akan memberikan beban berat ekstra pada folikel rambut.
Seiring waktu, beban ini menyebabkan ketegangan mekanis berlebih yang memicu kerontokan prematur pada bulu mata alami Anda.
Jika kebiasaan ini dilakukan secara terus-menerus tanpa membatasi durasi pemakaian, folikel rambut dapat mengalami kerusakan permanen atau kondisi yang disebut traction alopecia. Traction alopecia terjadi ketika bulu mata asli berhenti tumbuh kembali atau menjadi jauh lebih tipis dari sebelumnya.
Baca Juga: 4 Manfaat Kopi Cold Brew untuk Kesehatan, Lebih Ramah bagi Lambung!
3. Risiko infeksi mata dan penumpukan bakteri
Bulu mata sintetis yang dipasang dapat menahan kotoran, minyak berlebih, sel kulit mati, serta riasan di sepanjang garis kelopak mata.
Karena area mata bertambah sulit untuk dibersihkan secara tuntas tanpa merusak extension, penumpukan kotoran ini pun menjadi tempat berkembang biak yang ideal bagi bakteri dan tungau kelopak mata (demodex).
Kondisi ini kerap memicu infeksi seperti blefaritis (peradangan tepi kelopak mata), mata merah, hingga bintitan yang menyakitkan.
4. Kerusakan dan abrasi kornea mata
Serat bulu mata sintetis yang tajam atau sapuan lem perekat yang mengeras berpotensi menggores lapisan permukaan transparan mata (kornea).
Abrasi kornea dapat terjadi saat Anda menggosok mata secara tidak sengaja, saat proses pemasangan yang kurang steril, atau akibat helai bulu mata sintetis yang terlepas dan masuk ke dalam kelopak.
Kerusakan pada kornea tidak hanya menyebabkan nyeri hebat dan sensitivitas tinggi terhadap cahaya, tetapi juga berisiko memicu infeksi serius yang dapat mengganggu kualitas penglihatan jika tidak segera ditangani.
Membatasi frekuensi penggunaan eyelash extension serta memberikan waktu istirahat bagi bulu mata asli sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Dengan mengombinasikan perawatan yang higienis, memilih teknisi profesional bersertifikat, dan rutin memberi jeda pemakaian, itu dapat menikmati tampilan mata yang indah sekaligus mempertahankan kesehatan organ mata secara optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News