MOMSMONEY.ID - Rutinitas lima menit sebelum tidur bisa membuat kamar lebih tenang, nyaman, dan membantu tubuh bersiap memasuki waktu istirahat.
Setelah seharian beraktivitas, waktu menjelang tidur seharusnya menjadi momen untuk memperlambat ritme. Sayangnya, kebiasaan bermain ponsel, membiarkan lampu terlalu terang, atau tidur di kamar yang masih berantakan sering membuat tubuh belum benar-benar siap beristirahat.
Ada cara sederhana yang bisa dicoba tanpa membutuhkan banyak waktu, yakni merapikan suasana kamar selama sekitar lima menit.
Melansir dari Real Simple, kebiasaan ini terinspirasi dari layanan merapikan kamar menjelang malam yang umum ditemukan di hotel dan bisa dibuat lebih praktis untuk dilakukan di rumah.
“Meredupkan lampu meniru siklus cahaya alami yang telah kita alami sepanjang sejarah,” ujar Catherine Darley, MD, ahli tidur naturopati dan pendiri Skilled Sleeper.
Baca Juga: Warna Tahun 2027 Glidden Hadirkan Nuansa Biru yang Bikin Rumah Lebih Adem
Rutinitas lima menit sebelum tidur
Rutinitas ini tidak berarti harus membersihkan seluruh kamar. Fokusnya adalah membuat beberapa perubahan kecil agar suasana kamar terasa lebih siap untuk tidur. Coba lakukan langkah berikut:
- Redupkan lampu utama dan gunakan pencahayaan yang lebih lembut.
- Tutup tirai atau gorden untuk mengurangi cahaya dari luar.
- Singkirkan barang yang masih berserakan di sekitar tempat tidur.
- Atur selimut agar tidak terlalu tebal dan membuat tubuh kepanasan.
- Letakkan ponsel agak jauh dari tempat tidur dan matikan notifikasi yang tidak penting.
- Gunakan beberapa menit terakhir untuk membaca atau menulis jurnal.
Rutinitas tersebut bisa dilakukan sekitar 30 menit sebelum tidur. Tidak harus persis lima menit karena yang paling penting adalah membuat pola yang mudah dilakukan secara konsisten.
Cahaya kamar ikut menentukan suasana
Pencahayaan menjadi salah satu bagian penting dari rutinitas malam. Tubuh memiliki ritme sirkadian yang merespons perubahan terang dan gelap. Ketika malam tiba, suasana yang lebih redup dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sesuai dengan waktu istirahat.
Kebiasaan sederhana seperti mematikan lampu utama dan mengurangi penggunaan layar sebelum tidur bisa menjadi bagian dari persiapan tersebut. Bukan berarti seseorang harus tidur dalam kondisi benar benar gelap, tetapi pencahayaan kamar sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan.
Bagi banyak orang, kondisi kamar juga perlu menyesuaikan cuaca. Kamar yang terlalu panas dapat membuat tidur terasa kurang nyaman. Kipas angin, ventilasi yang baik, sprei yang nyaman, dan selimut yang tidak terlalu tebal bisa menjadi pilihan sederhana.
Jadikan kamar sebagai tanda waktu istirahat
Hal menarik dari rutinitas ini bukan hanya aktivitas merapikannya, tetapi pengulangan. Ketika urutan yang sama dilakukan setiap malam, kebiasaan tersebut dapat menjadi tanda bahwa aktivitas harian sudah selesai dan waktunya beristirahat.
Tidak perlu membuat ritual yang panjang. Lima menit sudah cukup untuk merapikan tempat tidur, meredupkan lampu, menjauhkan ponsel, lalu melakukan aktivitas santai.
Kebiasaan tidur yang sehat juga tidak hanya bergantung pada kondisi kamar. Jadwal tidur yang relatif konsisten, lingkungan yang nyaman, serta mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur merupakan bagian dari kebiasaan tidur yang baik.
Baca Juga: Kebiasaan Merawat Rumah yang Bisa Cegah Kerusakan Besar dan Parah
Lima menit yang bisa mengubah suasana malam
Merapikan kamar sebelum tidur bukan sekadar membuat ruangan terlihat lebih rapi. Rutinitas sederhana ini dapat menjadi cara untuk memberi jeda setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.
Lampu yang lebih lembut, tempat tidur yang tertata, suhu kamar yang nyaman, dan berkurangnya gangguan dari ponsel membuat suasana menjelang tidur terasa lebih tenang.
Jika dilakukan secara rutin, lima menit tersebut bisa menjadi kebiasaan kecil yang membuat malam terasa lebih teratur tanpa membutuhkan biaya tambahan.
Jika masalah tidur terus berlangsung meski kebiasaan sudah diperbaiki, sebaiknya jangan hanya mengandalkan rutinitas malam.
Keluhan yang menetap dapat memiliki berbagai penyebab sehingga konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penanganan yang sesuai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News