MOMSMONEY.ID - Belakangan ini, operasi bariatrik semakin populer untuk menurunkan berat badan. Orang-orang yang memilih jalur ini umumnya adalah penderita obesitas yang sudah berusaha diet, namun tidak berhasil.
Operasi ini memang menjanjikan penurunan berat badan dalam waktu yang relatif singkat. Karena prinsip kerjanya sederhana, yakni memperkecil ukuran lambung sehingga Anda cepat kenyang, atau memodifikasi usus halus agar penyerapan kalori dan nutrisi berkurang.
Baca Juga: 6 Tips Menurunkan Berat Badan secara Aman bagi Penderita Obesitas, Harus Konsisten ya
Namun, di balik keunggulannya, ternyata ada efek samping dari operasi bariatrik, baik secara fisik maupun mental, lo.
Karena itu, keputusan untuk menjalani operasi bariatrik tidak boleh diambil gegabah. Butuh pertimbangan matang, konsultasi komprehensif dengan ahli serta komitmen seumur hidup untuk mengubah pola makan.
Nah, berikut adalah beberapa efek samping operasi bariatrik yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda, sebagaimana dikutip dari hellosehat.com:
Baca Juga: Fungsi Ginjal Terganggu? Waspada, Obesitas Bisa Tingkatkan Asam Urat
1. Asam lambung naik
Salah satu efek samping dari operasi bariatrik adalah naiknya asam lambung. Kondisi ini terjadi karena pada operasi bariatrik tertentu bisa mengubah anatomi saluran pencernaan.
Untuk operasi gastric bypass menyebabkan kadar asam lambung naik karena melalui atas lambung menuju usus halus lebih cepat. Banyaknya kadar asam akan membuat iritasi lambung.
Sedangkan operasi sleeve gastrectomy memotong lambung sampai membentuk seperti tabung. Kapasitas lambung menjadi berkurang dan membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan.
2. Malnutrisi
Dalam operasi bariatrik gastrectomy bypass, hal ini bisa menimbulkan malnutrisi atau kekurangan gizi.
Efek dari operasi ini membuat terhambatnya penyerapan zat-zat tertentu. Semua zat gizi akan diserap di usus bagian atas yang dipotong saat operasi.
Baca Juga: Stunting hingga Obesitas Jadi Persoalan Tumbuh Kembang Anak
3. Sindrom dumping
Apa itu sindrom dumping? Kondisi ini bisa terjadi karena adanya perubahan saluran pencernaan dan pengurangan kapasitas lambung. Jadi, makanan bergerak cepat di sistem pencernaan.
Saat usus kecil menerima makanan dalam jumlah yang berlebihan, alhasil makanan tidak bisa dicerna dengan baik. Sehingga menimbulkan beberapa gejala, seperti mual, kembung, kram perut, dan diare.
4. Gula darah rendah
Dampak negatif dari operasi bariatrik berikutnya adalah gula darah rendah. Hal ini karena dari operasi bariatrik membuat ukuran lambung menjadi lebih kecil dan makanan yang masuk tidaklah dalam jumlah banyak.
Sehingga, makanan yang dicerna lebih cepat. Akibatnya, penyerapan gula juga lebih cepat yang membuat kadar gula menurun setelah makan.
Selain itu, ada beberapa operasi bariatrik yang juga menyebabkan produksi insulin melonjak. Hal ini juga membuat kadar gula darah menurun.
Baca Juga: Transformasi Hidup Pasien Obesitas, Bariatrik Bukan Sekadar Diet
5. Perubahan psikologis
Selain efek samping secara fisik, juga terjadi efek pada mental. Di mana operasi bariatrik bisa menyebabkan perubahan suasana hati, depresi, dan masalah psikologis lainnya.
Bahkan, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Bariatic Times menyebutkan bahwa ada beberapa pasien yang mengalami sedih mendalam setelah operasi.
Di samping itu, orang yang baru saja operasi bariatrik tidak bisa lagi makan banyak, mungkin juga ada rasa menyesal setelah keputusan tersebut, hingga ada rasa takut kalau berat badannya naik lagi.
Jadi, sebelum Anda terpukau oleh janji bobot ideal, ingatlah bahwa operasi bariatrik memiliki efek samping untuk fisik dan mental Anda. Sehingga, perlu dipertimbangkan dengan sangat matang ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News