MOMSMONEY.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa penyakit autoimun lebih sering terdengar menimpa wanita?
Seorang Rheumatology, Daniel Arkfeld, MD, mengungkapkan bahwa sekitar 80% dari seluruh kasus penyakit autoimun menyerang wanita.
Kondisi ini bisa muncul pada usia berapa pun, namun pola yang paling umum terlihat adalah autoimun mulai berkembang pada wanita di rentang usia produktif, yaitu antara 20 hingga 50 tahun.
Baca Juga: 6 Cara Mencegah Autoimun, Sederhana tapi Bisa Menyelamatkan Anda
Masa ini adalah fase di mana wanita sedang aktif berkarier, membangun keluarga, atau menjalani berbagai peran sosial.
Sehingga serangan autoimun tidak hanya mengganggu kesehatan fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup secara menyeluruh.
Wanita jauh lebih rentan terkena autoimun karena faktor biologis yang kompleks. Apa saja?
Penyebab autoimun pada wanita
Menurut Dr. Arkfeld, ada beberapa penyeban penyakit autoimun menyerang wanita sebagai berikut yang dikutip dari www.keckmedicine.org:
Baca Juga: Penting buat Kesuburan! 6 Makanan Alami Penambah Hormon Estrogen pada Wanita
1. Genetik
Menurut para peneliti, kromosom X mengeluarkan faktor-faktor yang mendorong respons autoimun. Karena wanita lebih banyak memiliki kromosom X, sehingga wanita lebih banyak sinyal yang memicu kekebalan.
2. Hormon
Penyebab selanjutnya adalah karena hormon wanita, yakni estrogen. Di mana hormon estrogen berperan dalam perkembangan penyakit autoimun.
Dr. Arkfeld mengatakan bahwa kondisi autoimun sering muncul saat masa perubahan hormon pada wanita. Misalnya saja saat pubertas, kehamilan dan postpartum, serta saat menopause.
Selain itu, memiliki masalah autoimun juga ada kemungkinan memiliki penyakit lainnya, salah satunya tiroid.
Baca Juga: 13 Gejala Depresi pada Wanita dan Penyebab Utamanya yang Sering Diabaikan
Kehadiran penyakit autoimun sering tidak terlihat
Perlu diketahui bahwa kehadiran penyakit autoimun kerap kali tidak terlihat melalui tanda-tanda fisik. Bahkan, orang yang terkena lupus biasanya akan terlihat seperti orang normal.
Oleh karena itu, kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena tanda-tandanya yang tidak begitu jelas. Sehingga, orang di sekitar akan menganggap kesehatan Anda baik-baik saja.
Sedangkan penderitanya sendiri harus mengalami berbagai keluhan terkait dengan kondisi autoimun tersebut. Sehingga, hal ini bisa berdampak pada kondisi mentalnya. Baik itu berupa depresi dan ada perasaan dikucilkan atau terisolasi akibat gangguan tersebut.
Baca Juga: Dianggap Bikin Keputihan, Ini 5 Manfaat Makan Nanas untuk Kesehatan Wanita
Gejala umum penyakit autoimun
Ada beberapa gejala umum penyakit autoimun yang bisa Anda kenali berikut, sebagaimana dikutip dari www.halodoc.com:
- Kelelahan kronis
- Masalah kulit
- Demam ringan
- Rambut rontok parah
- Kabut otak, berupa sulit berkonsentrasi dan ada masalah memori
- Gangguan pencernaan
- Mulut dan mata kering
- Kesemutana atau mati rasa
- Perubahan berat badan.
Gejala spesifik penyakit autoimun
Selain ada gejala umum, ada juga gejala spesifik penyakit autoimun yang menyerang wanita berikut:
- Gangguan siklus menstruasi
- Gangguan tiroid
- Gejala yang mirip lupus.
Jadi, jangan abaikan isyarat kecil dari tubuh Anda ya. Karena dengan pengetahuan yang tepat, setiap wanita dapat mengambil langkah proaktif untuk menjaga keseimbangan imunitasnya.
Sehingga penyakit autoimun bukan lagi momok yang menakutkan, melainkan kondisi yang bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat, manajemen stres, dan pendampingan medis yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News