MOMSMONEY.ID - Perubahan cuaca ekstrem saat musim pancaroba yang dibarengi fenomena El Nino menyebabkan tubuh lebih rentan terserang penyakit.
Data BMKG menunjukkan, tahun ini, menjadi salah satu tahun terpanas di Indonesia dengan anomali suhu sekitar 0,8 derajat celcius lebih tinggi dibandingkan rata-rata.
Dokter gizi, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, menjelaskan kondisi cuaca yang tidak menentu dapat melemahkan daya tahan tubuh sekaligus mempercepat perkembangan kuman, virus, dan bakteri.
“Beberapa penyakit yang umum di musim pancaroba antara lain influenza dan batuk pilek, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare dan penyakit pencernaan, serta demam berdarah (DBD),” ujar Yohan dalam acara Awarding & Celebration Alodokter Choice: Susu Tujuh Kurma Pilihan Alodokter di Jakarta, Selasa (12/5).
Karena itu, ia mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh melalui asupan nutrisi yang seimbang dan pola hidup sehat.
Baca Juga: Kumpul Hemat, Promo J.CO dan Mister Donut Banjir Diskon Mei Bundling Minuman & Donut
“Yang pertama pasti kita merekomendasikan gizi seimbang. Dalam makanan sehari-hari harus ada karbohidrat, protein, dan lemak yang lengkap,” katanya.
Ia menekankan protein memiliki peran penting dalam pembentukan sistem imun tubuh, karena protein akan diolah menjadi asam amino yang menjadi bahan baku pembentukan imunitas.
Selain protein, tubuh juga membutuhkan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Salah satu minuman yang direkomendasikan Yohan adalah susu kurma. "Susu kurma mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu karbohidrat, lemak, protein, Vitamin A, B1, B2, B6, D, Kalium, Kalsium, zat besi, dan antioksidan," jelasnya
Ia menambahkan, kandungan gula alami pada kurma dapat membantu meningkatkan energi, sementara protein dalam susu baik untuk menjaga kesehatan tulang.
Baca Juga: Promo Alfamart Serba Gratis sampai 15 Mei 2026, Kispray-Lifebuoy Beli 2 Gratis 1
“Serat pada kurma juga dapat membantu memperlancar pencernaan. Sementara multivitamin dan antioksidan berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh,” jelasnya.
Di sisi lain, Yohan mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, misalnya gorengan, makanan berkuah yang berminyak, berlemak, dan bersantan, serta minuman tinggi gula.
“Air putih atau es batu sebenarnya aman. Tetapi kalau minumannya sudah ditambah gula dalam jumlah tinggi, itu justru bisa menurunkan imunitas,” ujarnya.
Selain menjaga pola makan, Yohan juga menyarankan masyarakat rutin berolahraga, cukup tidur, dan mengelola stres agar sistem imun tetap optimal.
Ia menegaskan bahwa menjaga daya tahan tubuh tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu, masyarakat perlu konsisten menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News