MOMSMONEY.ID - Harga emas di pasar global bergerak naik, membalikkan penurunan pada awal perdagangan hari ini. Penurunan harga minyak dan pemulihan di pasar obligasi meredakan kekhawatiran mengenai inflasi dan kenaikan suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Selasa (6/10), harga emas spot diperdagangkan naik 0,82% menjadi US$ 4.173,51 per troi ons pukul 18.59 WIB, setelah sempat jatuh ke dekat US$ 4.100 hingga siang.
Logam mulia membalikkan kerugian seiring dengan kenaikan pada pasar saham dan obligasi. Sementara, harga minyak bergerak turun karena ada tanda-tanda peningkatan ekspor dari Timur Tengah.
Harga minyak menjadi hambatan utama bagi emas batangan dalam beberapa pekan terakhir, karena investor bertaruh Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga bertahap demi mengendalikan inflasi.
Departemen Keuangan AS juga mendukung harga minyak Brent turun di bawah US$ 100 per barel, setelah imbal hasil obligasi jangka panjangnya melonjak ke relevel rekor beberapa dekade pada Senin.
Baca Juga: Harga Buyback Emas Hari Ini Turun: Antam Melorot Rp 10.000, UBS Terendah
Terlepas dari indikator inflasi baru-baru ini, para pejabat The Fed telah meredam kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Para pedagang kini memperkirakan kemungkinan satu berbanding lima bagi bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas batangan, dibandingkan aset penghasil imbal hasil seperti obligasi pemerintah.
Harga emas turun lebih dari 6% pada September, karena kekahwatiran atas inflasi yang dipicu sektor energi, serta prospek kenaikan suku bunga AS dan penguatan dollar AS. Adapun sejak konflik AS-Iran dimulai akhir Februari, harga minyak telah turun lebih dari 20%.
Barbara Lambrecht, analis di Commerzbank, mengatakan harga emas telah stabil untuk sementara waktu. "Lagi pula, kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang cepat di AS telah sedikit mereda baru-baru ini," katanya mengutip Bloomberg, Selasa (6/10).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News