MOMSMONEY.ID - Apakah Anda pernah memperhatikan seseorang yang menunjukkan gejala depresi?
Ya, setiap orang memiliki peluang untuk mengalami depresi, namun fakta menunjukkan bahwa wanita berada di garis depan yang lebih rentan.
Memang, depresi bukanlah luka fisik yang terlihat kasat mata, tapi jangan pernah meremehkan dampaknya. Gangguan kesehatan mental ini bisa sangat serius, bahkan memicu berbagai penyakit fisik, lo.
Baca Juga: 10 Profesi dengan Tingkat Depresi Paling Tinggi, Apakah Pekerjaan Anda Termasuk?
Yang lebih mengkhawatirkan, banyak wanita menjalani hari-harinya dengan perasaan hampa, lelah, dan kehilangan minat, tanpa menyadari bahwa mereka sedang berada dalam kondisi depresi.
Padahal, gejala depresi adalah sinyal yang tidak boleh diabaikan. Di samping itu, perlu Anda ketahui bahwa depresi pada wanita tidak sama dengan pria.
Depresi pada wanita dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria. Mengapa? Karena wanita menghadapi lebih banyak peristiwa hidup yang sangat menguji mental.
Oleh karena itu, memahami gejala depresi saja tidak cukup, Anda juga harus menggali akar penyebab yang spesifik pada wanita agar bisa mendapatkan penanganan secara tepat.
Baca Juga: Pikiran Negatif Menumpuk? Ubah Pola Pikir Negatif dengan 5 Teknik Anti Depresi Ini
Penyebab depresi yang sering terjadi pada wanita
Depresi yang sering dialami oleh wanita, sebagian besar disebabkan oleh masalah-masalah berikut, sebagaimana dikutip dari www.healthline.com:
PMS
PMS atau Premenstrual Syndrome menjadi kondisi yang dialami oleh setiap wanita. Kondisi ini terjadi sebelum menstruasi itu datang.
Di mana terjadi perubahan hormon yang kemudian berpengaruh pada suasana hati Anda. Gejalanya meski bersifat sementara, namun ini terjadi setiap bulan yang bisa berupa sakit kepala, perut kembung, payudara terasa nyeri saat disentuh, hingga mengalami gangguan depresi dan kecemasan.
Meski begitu, depresi tidak selalu menjadi gejala PMS. Namun, dalam beberapa pengalaman wanita, gejala PMS yang terjadi bisa berupa cepat marah dan kecemasan yang cukup serius.
Nah, di tahap inilah PMS masuk dalam kategori gangguan Dysphoric Pramenstruasi (PMDD) yang dianggap sebagai bentuk depresi.
Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Depresi, Pemicu Tak Terduga Ini Bisa Ganggu Kesehatan Mental
2. Depresi saat hamil dan setelah melahirkan
Penyebab depresi berikutnya pada wanita yang sering terjadi adalah saat hamil dan setelah melahirkan. Terjadi perubahan hormon yang cukup besar, sehingga membuat suasana hati berubah.
Anda bisa mengalami kecemasan dan depresi dengan gejala-gejala, seperti sulit tidur, merasa tidak bisa merawat diri sendiri dan bayi Anda, hingga keinginan untuk bunuh diri.
3. Masa akan mengalami menopause
Masa-masa di mana Anda akan mengalami menopause juga terjadi perubahan hormon di dalam tubuh, termasuk mengalami gejala depresi.
Selama masa perimenopause, biasanya ada berbagai masalah kehidupan yang dialami. Misalnya saja masalah di tempat kerja atau di rumah, masalah hubungan, dan depresi setelah melahirkan.
Semua itu bisa meningkatkan risiko gejala depresi selama perimenopause. Bahkan ada penelitian yang menemukan bahwa trauma dan hal negatif di masa lalu bisa memberikan kontribusi depresi di masa perimenopause.
Baca Juga: Satu Porsi Salmon Seminggu Turunkan Risiko Depresi, Intip Manfaat Lainnya
4. Penyebab paling umum
Selain beberapa penyebab di atas, ada juga beberapa penyebab umum dalam kehidupan yang membuat risiko depresi pada wanita semakin besar. Di antaranya adalah sebagai berikut:
- Riwayat keluarga depresi
- Peristiwa yang traumatis
- Kekerasa fisik, mental, atau emosional yang didapatkan
- Penyakit jangan panjang.
Gejala depresi yang banyak dialami wanita
Berikut adalah beberapa gejala depresi yang banyak dialami oleh wanita dalam kehidupannya:
- Tidak menikmati hobinya sendiri
- Tidak bisa fokus dalam waktu lama
- Nafsu makan hilang
- Berat badan menurun drastis
- Merasa lelah tanpa alasan jelas
- Merasa sangat bersalah
- Merasa menjadi manusia tidak berguna
- Mudah cemas atau tersinggung
- Hilang harapan di masa depan
- Menangis tanpa alasan yang jelas
- Tidur malam tidak nyenyak
- Perubahan suasana hati yang dramatis
- Berpikiran untuk bunuh diri.
Kesadaran adalah langkah pertama menuju pemulihan. Dengan mengenali gejala depresi sejak dini, Anda bisa segera mendapatkan penanganan secara tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News