MOMSMONEY.ID - Waspadai sebelum terlambat, berikut adalah 4 penyakit yang sering menyerang wanita dan cara mencegahnya.
Menjaga kesehatan tubuh merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi setiap wanita, terutama di tengah padatnya aktivitas modern dan tuntutan peran sehari-hari.
Namun, karena faktor biologis, fluktuasi hormonal, serta struktur anatomi yang unik, tubuh wanita memiliki kerentanan yang berbeda dibandingkan pria terhadap jenis penyakit tertentu.
Beberapa penyakit kronis sering kali berkembang tanpa gejala awal yang nyata pada wanita. Sehingga, deteksi dini dan tindakan preventif menjadi sangat krusial.
Baca Juga: 4 Perbedaan Exfoliating Toner dan Peeling Serum, Jangan Salah Pakai!
Waspadai sebelum terlambat, berikut adalah 4 penyakit yang sering menyerang wanita dan cara mencegahnya, dilansir dari World Health Organization (WHO) dan Mayo Clinic.
1. Kanker payudara
Kanker payudara menempati urutan atas sebagai salah satu jenis kanker yang paling sering didiagnosis pada wanita di seluruh dunia.
Penyakit ini terjadi ketika sel-sel di dalam payudara tumbuh secara tidak terkendali, yang sering kali dipicu oleh faktor genetik, paparan hormon estrogen yang tinggi, serta gaya hidup kurang sehat.
Untuk mencegah dan meminimalisir risiko kanker payudara, langkah paling utama yang direkomendasikan oleh para ahli adalah melakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) secara rutin setiap bulan, sekitar 7-10 hari setelah menstruasi berakhir.
Selain itu, menerapkan pola makan rendah lemak jenuh, memperbanyak konsumsi antioksidan, menjaga berat badan ideal, serta menghindari konsumsi alkohol secara drastis dapat membantu menekan risiko perkembangan sel kanker ini.
2. Penyakit jantung koroner
Banyak orang salah mengira bahwa penyakit jantung adalah masalah yang identik dengan pria. Padahal, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita.
Risiko ini melonjak tajam secara alami ketika wanita memasuki masa menopause, di mana produksi hormon estrogen yang selama ini berfungsi menjaga fleksibilitas pembuluh darah menurun drastis.
Untuk mencegah terjadinya penyumbatan pembuluh darah ke jantung, wanita disarankan untuk rutin memantau kadar kolesterol dan tekanan darah secara berkala.
Melakukan olahraga kardio secara konsisten (seperti jalan cepat atau berenang minimal 150 menit seminggu) serta mengadopsi pola makan tinggi serat seperti Diet Mediterania adalah langkah preventif terbaik untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.
Baca Juga: Rahasia Body Goals dan Awet Muda: Ini 4 Manfaat Minum Kopi Tanpa Gula untuk Wanita
3. Osteoporosis
Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun secara bertahap. Osteoporosis membuat tulang menjadi rapuh, berpori, dan sangat rentan mengalami patah tulang.
Wanita memiliki risiko empat kali lebih tinggi terkena osteoporosis dibandingkan pria karena memiliki massa tulang yang secara alami lebih kecil. Ditambah dengan penurunan drastis hormon estrogen pasca-menopause yang mempercepat hilangnya kalsium dari tulang.
Pencegahan osteoporosis harus dimulai sejak usia muda dengan memastikan asupan kalsium (dari susu, sayuran hijau, atau ikan) dan vitamin D (dari paparan sinar matahari pagi yang cukup) terpenuhi setiap hari.
Selain nutrisi, latihan beban seperti angkat beban ringan, yoga, atau naik-turun tangga sangat penting untuk merangsang sel-sel tulang tetap padat dan kuat.
4. Infeksi saluran kemih (ISK)
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyakit infeksi bakteri yang sangat sering dikeluhkan oleh wanita, di mana sebagian besar wanita pasti pernah mengalaminya setidaknya sekali seumur hidup.
Secara anatomi, wanita lebih rentan terkena ISK karena saluran uretranya jauh lebih pendek dan posisinya lebih dekat dengan area anus dibandingkan pria. Inilah yang memudahkan bakteri E. coli masuk ke kandung kemih.
Cara mencegah ISK sebenarnya sangat sederhana namun membutuhkan kedisiplinan. Selalu basuh area kewanitaan dari arah depan ke belakang setelah buang air (bukan sebaliknya).
Hindari kebiasaan menahan buang air kecil, minum air putih minimal 2 liter sehari untuk membilas bakteri secara alami, serta hindari penggunaan produk sabun pembersih kewanitaan yang mengandung parfum keras karena dapat mengganggu kestabilan bakteri baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News