M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Ini Rekomendasi Tanaman Hias yang Menyukai Sinar Matahari

Ini Rekomendasi Tanaman Hias yang Menyukai Sinar Matahari
Reporter: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Kebanyakan tanaman hias datang dari wilayah tropis. Artinya, tanaman ini sangat sangat menyukai kehangatan sinar matahari dan membutuhkannya untuk tumbuh subur. Dengan memiliki tanaman yang membutuhkan sinar matahari penuh, akan memudahkan Anda yang ingin menghijaukan rumah, tetapi tidak memiliki banyak lahan teduh untuk menyimpannya. Tanaman ini juga cocok diletakkan di ruangan yang terang seperti ruang tamu di pinggir jendela. Dilansir dari The Spruce, berikut rekomendasi tanaman yang menyukai sinar matahari.

Baca Juga: Meski Sudah Dirawat, Kenapa Tanaman Menjadi Layu? Ketahui 5 Penyebabnya

Pohon Sagu (Cycas revoluta)

Pohon Sagu Sikas
Pohon Sagu Sikas

Pohon sagu atau biasa juga disebut dengan sagu sikas adalah salah satu tanaman dari beberapa spesies yang digunakan untuk memproduksi sagu. Ini berasal dari Jepang Selatan, termasuk Kepulauan Ryukyu. Di kota-kota besar, tanaman ini sering digunakan untuk skema dekorasi modern. Tanaman ini tidak menghasilkan bunga dan jarang menggugurkan daunnya. Sangat cocok untuk rumah yang ingin selalu rapi, tetapi tidak cocok untuk rumah yang memiliki hewan peliharaan karena tanaman ini sangat beracun.

Kebutuhan Cahaya: Matahari yang disaring.

Kebutuhan Air: Biarkan tanaman mengering setelah penyiraman.

Papirus

Cyperus Papirus
Cyperus Papirus

Papirus merupakan spesies tumbuhan berbunga akuatik yang berasal dari Afrika. Pada zaman kuno, tanaman ini dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas. Namun, saat ini, papyrus banyak ditanam sebagai tanaman hias untuk tepian kolam, sehingga terbiasa tumbuh di tempat yang lembap dan terpapar sinar matahari penuh.

Kebutuhan Cahaya: Matahari penuh.

Kebutuhan Air: Berikan penyiraman secara konstan karena akar basah adalah yang terbaik untuknya.

Lidah Buaya

Lidah Buaya Untuk Ekspor
Lidah Buaya Untuk Ekspor

Dilansir dari Wikipedia, tumbuhan ini bersifat menahun, berasal dari Jazirah Arab, dan tanaman liarnya telah menyebar ke Kawasan beriklim tropis, semi-tropis, serta kering di berbagai belahan dunia. Melihat lokasi tanaman ini tumbuh menyebar, dapat dipastikan bahwa lidah buaya sangat menyukai lokasi yang hangat dan banyak terpapar sinar matahari. Tanaman lidah buaya tak hanya cocok menjadi hiasan yang modern, tetapi juga banyak dibudidayakan untuk pertanian konsumsi dan pengobatan.

Kebutuhan Cahaya: Matahari penuh; bisa mentolerir sinar matahari yang disaring.

Kebutuhan Air: Tetap lembap merata, tetapi jangan berlebihan; dapat mentolerir kekeringan.

Puring

Tanaman Puring
Tanaman Puring

Puring adalah tanaman yang populer untuk pekarangan dan teras rumah. Tanaman ini memiliki daun yang berwarna semarak dengan variasi warna dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu, serta campurannya. Tanaman puring juga disebut berkhasiat menyerap unsur timah hitam yang berasal dari sisa pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor.

Kebutuhan Cahaya: Matahari penuh.

Kebutuhan Air: Tetap lembap, tetapi tidak berlebihan.

Baca Juga: Sebelum Memberi Pupuk ke Tanaman, Ketahui Dulu 4 Kesalahan Ini

Kembang Sepatu

Kembang Sepatu
Kembang Sepatu

Kembang sepatu adalah tanaman semak berbunga yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis. Ini memiliki bunga yang besar, berwarna kemerahan, dan tidak berbau. Ini cocok untuk tumbuh di pekarangan Anda, tetapi juga bisa tumbuh dengan baik di dalam ruangan yang terang akan sinar matahari.

Kebutuhan Cahaya: Matahari penuh.

Kebutuhan Air: Siram secara teratur dan berikan drainase yang baik.

Tanaman Melati

Bunga Melati
Bunga Melati

Ada banyak jenis melati yang dapat tumbuh dengan baik di pekarangan rumah. Di Indonesia, jenis melati yang paling populer adalah melati putih (Jasminum sambac) yang dipilih menjadi “puspa bangsa”. Tanaman ini menyukai sinar matahari yang terang, tetapi tidak langsung. Namun, tidak masalah untuk membiarkannya tumbuh di depan rumah Anda.

Kebutuhan Cahaya: Matahari tidak langsung, tetapi harus terang.

Kebutuhan Air: Penyiraman secara teratur dan tetap lembap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Tagihan Listrik Bisa Aman! Ini 9 Cara Hangatkan Kamar Tidur Anda Tanpa Boros

Simak cara menghangatkan kamar tidur tanpa boros listrik, solusi praktis agar tidur tetap hangat dan nyaman saat cuaca dingin.  

Kestabilan Finansial: Ini 10 Kunci Sukses Jutawan yang Jarang Terungkap

Ingin tahu cara jutawan membangun kekayaan? Kuncinya bukan pamer harta, tapi hidup sederhana dan fokus pada aset produktif. Pelajari rahasianya!  

20 Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi Alami yang Dapat Anda Coba Konsumsi

Ini dia beberapa makanan penurun tekanan darah tinggi alami yang dapat Anda coba konsumsi. Intip daftarnya di sini!  

7 Daftar Herbal dan Rempah-Rempah Alami untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Yuk, intip daftar herbal dan rempah-rempah alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi berikut ini! 

14 Cara Alami Menurunkan Gula Darah yang Tinggi, Mau Coba?

Mari intip beberapa cara alami menurunkan gula darah yang tinggi berikut ini. Mau coba terapkan?       

Desain Interior 2026: 4 Gaya Ini Justru Bikin Hunian Anda Cepat Usang

Membeli furnitur pekan lalu ternyata belum tentu relevan di 2026. Ada 4 tren desain interior yang diprediksi ditinggalkan agar rumah tak usang.

11 Khasiat Konsumsi Biji Bunga Matahari bagi Kesehatan Tubuh

Intip beberapa khasiat konsumsi biji bunga matahari bagi kesehatan tubuh berikut ini, yuk! Kira-kira apa saja?

8 Khasiat Rutin Konsumsi Jamur untuk Kesehatan Tubuh yang Jarang Diketahui

Intip sejumlah khasiat rutin konsumsi jamur untuk kesehatan tubuh yang jarang diketahui berikut ini. Apa saja, ya?

Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Ungkap Kekuatan Asli Operasional

Banyak pebisnis mengira laba bersih adalah uang tunai. Waspada, beban non-operasional bisa menekan kas. Kalkulasi EBITDA Anda sangat berpengaruh.

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.