MOMSMONEY.ID - Ingin tahu cara jutawan membangun kekayaan? Kuncinya bukan pamer harta, tapi hidup sederhana dan fokus pada aset produktif. Pelajari rahasianya!
Banyak orang mengira kekayaan selalu terlihat mencolok lewat rumah besar, kendaraan mahal, atau pakaian bermerek. Kenyataannya, berbagai penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya.
Melansir dari New Trader U, riset tentang kebiasaan jutawan menemukan bahwa sebagian besar orang kaya yang meraih kesuksesan dari nol memilih hidup sederhana. Mereka lebih fokus membangun aset dibanding membangun citra sosial.
“Mayoritas jutawan tinggal di lingkungan kelas menengah dan membelanjakan uangnya dengan sangat hati-hati,” ungkap peneliti keuangan Thomas Stanley.
Fenomena ini cocok bagi Anda saat ini, juga terutama generasi muda yang sedang membangun kestabilan finansial.
Baca Juga: Laba Bisnis Anda Bohong? EBITDA Mengungkap Kekuatan Asli Operasional
Hidup di bawah kemampuan finansial
Salah satu temuan paling konsisten dalam penelitian keuangan adalah kebiasaan hidup di bawah penghasilan. Banyak orang berpendapatan tinggi justru kehabisan uang karena gaya hidupnya meningkat seiring kenaikan gaji.
Sebaliknya, orang yang membangun kekayaan sendiri menjaga pengeluaran tetap stabil meski penghasilan naik. Selisihnya dialokasikan untuk investasi jangka panjang seperti bisnis, properti, atau instrumen pasar modal. Prinsip bunga majemuk bekerja optimal ketika konsisten dan disiplin diterapkan.
Tidak tertarik memamerkan kekayaan
Kekayaan yang terlalu terlihat sering mengundang risiko sosial. Mulai dari tekanan finansial keluarga, permintaan bantuan, hingga potensi masalah keamanan.
Tokoh dunia seperti Warren Buffett dikenal tetap tinggal di rumah lamanya selama puluhan tahun. Pendekatan ini bukan soal tidak mampu, melainkan strategi menjaga stabilitas hidup. Banyak orang kaya memahami bahwa ketenangan lebih berharga daripada pengakuan sosial.
Fokus pada aset produktif
Riset terhadap ratusan jutawan menunjukkan bahwa mereka lebih memilih membeli aset yang nilainya bertumbuh dibanding barang mewah yang nilainya turun.
Mobil mahal, tas bermerek, atau jam tangan premium dianggap sebagai konsumsi, bukan investasi. Sementara saham, bisnis, dan properti dipandang sebagai mesin pertumbuhan kekayaan. Perbedaan pola pikir ini membuat kekayaan mereka berkembang tanpa perlu terlihat mencolok.
Menyederhanakan hidup demi kualitas keputusan
Penelitian psikologi membuktikan bahwa terlalu banyak keputusan kecil bisa menguras energi mental. Orang sukses menyadari pentingnya menjaga fokus.
Dengan rutinitas yang sederhana dan minim distraksi, mereka dapat mengalokasikan energi untuk keputusan bernilai besar, terutama yang berkaitan dengan bisnis dan investasi.
Memiliki rasa aman finansial yang matang
Penelitian dalam jurnal psikologi sosial menemukan bahwa individu yang membangun kekayaan sendiri cenderung memiliki kepuasan hidup lebih tinggi dibanding mereka yang hanya menerima warisan.
Rasa percaya diri mereka berasal dari proses, bukan dari simbol kekayaan. Inilah yang membuat mereka tidak merasa perlu membuktikan apa pun kepada orang lain.
Baca Juga: Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda
Terbiasa disiplin sejak muda
Sebagian besar jutawan merupakan generasi pertama yang kaya dalam keluarganya. Mereka tumbuh dengan kebiasaan hemat dan perencanaan keuangan yang ketat.
Kebiasaan tersebut terbentuk bukan karena tren, tetapi karena kebutuhan. Saat kondisi finansial membaik, prinsip itu tetap dipertahankan.
Menghindari tekanan sosial berlebihan
Tampil kaya sering memunculkan ekspektasi sosial. Ada anggapan bahwa orang yang terlihat mapan harus selalu membantu secara finansial.
Dengan menjaga gaya hidup tetap sederhana, mereka melindungi kestabilan keuangan sekaligus hubungan sosial yang sehat.
Memahami arti cukup
Konsep adaptasi kebahagiaan menunjukkan bahwa peningkatan gaya hidup tidak selalu meningkatkan kebahagiaan dalam jangka panjang.
Orang kaya yang matang secara finansial menetapkan batas cukup versi pribadi. Mereka tidak terus menerus menaikkan standar gaya hidup setiap kali pendapatan meningkat.
Konsisten mengembangkan modal
Keuntungan bisnis atau investasi biasanya tidak langsung digunakan untuk konsumsi pribadi. Sebagian besar dialokasikan kembali untuk pertumbuhan.
Pendekatan ini menciptakan efek pertumbuhan eksponensial dalam jangka panjang dan memperkuat fondasi keuangan.
Mendidik anak tentang nilai uang
Penelitian menunjukkan bahwa pemberian uang dalam jumlah besar tanpa edukasi finansial justru bisa menurunkan kemandirian anak.
Karena itu, banyak orang tua mapan memilih mencontohkan kerja keras dan kesederhanaan agar nilai disiplin finansial tetap terjaga lintas generasi.
Baca Juga: Tren Warna Kamar Mandi 2026: Ada Merah dan Kuning di Ruang Pribadi? Yuk Terapkan
Terlihat sederhana bukan berarti tidak sukses. Justru banyak orang yang benar benar kaya memilih hidup biasa agar kekayaannya terus bertumbuh.
Bagi kamu yang sedang membangun kestabilan ekonomi, pelajaran terpenting bukan tentang bagaimana terlihat mapan, melainkan bagaimana menciptakan sistem keuangan yang sehat, berkelanjutan, dan tahan terhadap tekanan sosial. Kekayaan sejati sering kali tumbuh dalam diam.
Selanjutnya: Gerakan Rethinking Economics Ubah Cara Ilmu Ekonomi Diajarkan di Kampus Dunia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News