M O M S M O N E Y I D
AturUang

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda

Bukan 50%, Ternyata Ini Batas Aman Cicilan Ideal dari Total Gaji Anda
Reporter: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Punya cicilan tapi gaji pas-pasan? Ketahui batas aman 30% dari total penghasilan Anda agar keuangan tetap sehat. Cek kalkulasi dan strateginya.

Mengatur cicilan di era biaya hidup yang terus naik bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Banyak orang usia produktif di Indonesia merasa penghasilannya habis untuk membayar kewajiban bulanan. 

Padahal, memiliki cicilan bukan masalah selama porsinya masih terkendali. Dalam praktik perencanaan keuangan modern, ada batas aman agar utang tidak mengganggu stabilitas finansial. 

Melansir dari laman website OCBC, cicilan yang sehat umumnya tidak melebihi 30% dari total penghasilan bulanan, sebuah standar yang juga digunakan dalam analisis kredit perbankan.

“Utang dikatakan sehat ketika cicilan bulanannya masih berada di batas aman, yaitu tidak lebih dari 30% dari total penghasilan bulanan,” mengutip dari laman web OCBC.

Baca Juga: Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Apa itu batas aman cicilan 30% dari gaji?

Batas 30% dikenal dalam dunia keuangan sebagai Debt to Income Ratio atau DTI. Rasio ini menunjukkan seberapa besar bagian penghasilan bulanan yang digunakan untuk membayar seluruh cicilan.

DTI membantu menjawab satu pertanyaan penting, apakah penghasilan masih cukup untuk kebutuhan hidup dan tabungan setelah membayar utang?

Jika cicilan berada di bawah 30%, kondisi keuangan biasanya masih tergolong aman karena kebutuhan pokok tetap terpenuhi, dana darurat bisa disiapkan, dan risiko gagal bayar lebih kecil. Namun ketika melewati angka tersebut, tekanan finansial mulai terasa dan ruang gerak keuangan semakin sempit.

Cara menghitung debt to income ratio dengan mudah

Menghitung DTI sebenarnya sangat sederhana. Gunakan rumus berikut:

Debt to Income Ratio sama dengan total cicilan bulanan dibagi total penghasilan bulanan lalu dikali 100%.

Contoh kasus:

  • Gaji per bulan Rp6.000.000
  • Cicilan motor Rp800.000
  • Cicilan kartu kredit Rp700.000
  • Cicilan lainnya Rp500.000
  • Total cicilan Rp2.000.000

Perhitungannya menjadi:

  • 2.000.000 dibagi 6.000.000 dikali 100% hasilnya 33,3%

Artinya, 33,3% penghasilan digunakan untuk membayar cicilan. Angka ini sudah melewati batas aman 30%.

Jika mengikuti standar 30%, maka cicilan maksimal yang ideal untuk gaji Rp6.000.000 adalah Rp1.800.000 per bulan.

Baca Juga: NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Kenapa rasio di atas 30% berisiko?

Dalam pengalaman para perencana keuangan, rasio cicilan yang terlalu tinggi sering menjadi awal masalah finansial. 

Dampaknya bisa berupa sulit menabung, tidak punya dana darurat, hingga terpaksa mencari pinjaman baru untuk menutup kewajiban lama.

Selain itu, lembaga keuangan juga menggunakan DTI sebagai indikator kelayakan kredit. Jika rasio terlalu tinggi, peluang pengajuan pinjaman bisa menurun karena dianggap berisiko.

Menjaga rasio di bawah 30% bukan hanya soal disiplin pribadi, tetapi juga strategi agar tetap dipercaya secara finansial.

Strategi menurunkan cicilan agar kembali sehat

Jika rasio sudah melewati batas aman, masih ada solusi yang bisa dilakukan.

  • Pertama, fokus melunasi cicilan dengan bunga paling tinggi terlebih dahulu agar beban cepat berkurang.
  • Kedua, tunda mengambil pinjaman baru sampai kondisi keuangan kembali stabil.
  • Ketiga, evaluasi pengeluaran rutin dan kurangi pos yang tidak mendesak.
  • Keempat, upayakan menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan atau peningkatan keterampilan.

Langkah kecil yang konsisten jauh lebih efektif dibanding keputusan besar yang impulsif.

Utang sehat adalah soal kendali, bukan larangan

Utang bisa menjadi alat produktif jika digunakan untuk pendidikan, tempat tinggal, atau pengembangan usaha. Masalah muncul ketika cicilan diambil tanpa perhitungan matang.

Baca Juga: Basis Akrual vs Basis Kas: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Kunci utamanya adalah kesadaran menghitung rasio sebelum mengambil komitmen finansial jangka panjang. Menjaga cicilan maksimal 30% dari gaji, Anda tetap memiliki ruang untuk menabung, berinvestasi, dan menghadapi kebutuhan tak terduga dengan lebih tenang.

Keuangan yang sehat bukan tentang besar kecilnya gaji, tetapi tentang bagaimana Anda mengelolanya secara bijak.

Selanjutnya: UNTR Tuntaskan Transaksi Akuisisi Tambang PSAB, Simak Rekomendasi Sahamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jelang Puncak Arus Balik, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Sepanjang Jalur Arus Balik

Menjelang puncak arus balik Lebaran, BMKG meminta masyarakat waspada peningkatan potensi cuaca ekstrem di sepanjang jalur arus balik.

Ada Siklon Tropis Narelle, Pulau Jawa Besok (27/3) Hujan Lebat

BMKG masih mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Narelle yang membuat Pulau Jawa hujan lebat hingga besok Jumat (27/3).

Aku Harus Mati Tayang April 2026, Kisah Utang Berujung Teror Mistis

​Film Aku Harus Mati mengangkat kisah utang pinjol yang berujung teror mistis dan rahasia kelam keluarga.

4 Penyebab Skincare Malam Tidak Ngefek, Harus Tahu Kalau Mau Glowing

Kali ini MomsMoney akan membagikan 4 penyebab skincare malam tidak ngefek. Simak sampai akhir, Moms.

8 Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda pada Wanita, Salah Satunya Vagina Terasa Gatal

Diabetes di usia muda pada wanita ditandai dengan apa? Berikut 8 ciri-ciri diabetes di usia muda pada wanita yang harus Anda waspadai.

5 Manfaat Kesehatan Rutin Konsumsi Kubis yang Jarang Diketahui

Tahukah bahwa ada beberapa manfaat kesehatan rutin konsumsi kubis, lo. Cari tahu selengkapnya di sini, yuk.

7 Makanan Kaya Protein untuk Bantu Turunkan Kolesterol Tinggi

Ternyata ini, lo, beberapa makanan kaya protein untuk bantu turunkan kolesterol tinggi. Cek, yuk.    

8 Rekomendasi Minuman Penurun Kadar Kortisol Alami

Yuk, intip beberapa rekomendasi minuman penurun kadar kortisol alami berikut ini.                         

Prakiraan BMKG Cuaca Besok (27/3) di Jawa Barat Hujan Sangat Lebat di Kota Ini

Peringatan dini BMKG cuaca besok Jumat 27 Maret 206 di Jawa Barat dengan status Siaga hujan sangat lebat di kabupaten dan kota berikut ini.

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (27/3), Hujan Sangat Lebat Turun di Provinsi Ini

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Jumat 27 Maret 2026 dengan status Siaga hujan sangat lebat di provinsi berikut ini.