MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global tergelincir, setelah ditutup naik pada sesi sebelumnya. Data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang kuat mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserves akan segera memangkas suku bunga.
Mengutip Bloomberg, Kamis (12/2) pukul 14.14 WIB, harga emas spot turun 0,40% menjadi US$ 5.064,60 per troi ons, setelah kemarin ditutup naik 1,2%.
Data penggajian AS meningkat paling banyak dalam lebih dari setahun, dan tingkat pengangguran Januari turun di luar perkiraan, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS terus stabil pada awal tahun ini. Data sektor tenaga kerja memperkuat kecenderungan para pejabat The Fed untuk mempertahankan suku bunga.
Untuk saat ini, banyak pedagang memperkirakan jadwal penurunan suku bunga berikutnya ditunda dari Juni ke Juli. Padahal, suku bunga yang lebih rendah menjadi pendorong bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga: Spekulasi Mereda, Harga Emas Hari Ini Naik Bertahan di atas US$ 5.000
Meskipun turun, harga emas terus bertahan di atas US$ 5.000 per troi ons, dan telah pulih sekitar setengah dari penurunan tajam di awal bulan. Emas melonjak ke rekor tertinggi di atas US$ 5.595 pada akhir Januari, sebelum gelombang pembelian spekulatif menyebabkan reli tersebut menjadi terlalu panas. Emas kemudian anjlok sekitar 13% dalam dua sesi.
Banyak bank memperkirakan harga emas akan kembali melanjutkan tren kenaikannya karena alasan yang mendasari kenaikannya masih tetap ada, yaitu gejolak geopolitik, serangan terhadap independensi The Fed, serta pergeseran dari aset tradisional mata uang dan obligasi pemerintah.
BNP Paribas SA mendukung harga emas mencapai US$ 6.000 pada akhir tahun. Begitu pula, Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. memiliki perkiraan yang optimistis.
"Pasar telah beralih dari fase akselerasi ke rezim yang lebih didorong oleh konsolidasi. Kenaikan kemungkinan akan lebih terukur dan semakin bergantung pada validasi makro daripada hanya momentum semata," kata Christopher Wong, Ahli Strategi di Oversea-Chinese Banking Corp., mengutip Bloomberg, hari ini.
Selanjutnya: Trafik Berpotensi Melonjak Selama Ramadan, Begini Persiapan TLKM
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News