MOMSMONEY.ID - Kemampuan membaca anak berkembang secara bertahap. Namun, jika kesulitan membaca berlangsung konsisten dan menetap meski sudah mendapatkan bantuan belajar, orang tua perlu mempertimbangkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesulitan tersebut dapat menjadi salah satu tanda gangguan belajar spesifik, termasuk disleksia yang berkaitan dengan hambatan pada kemampuan membaca.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI dr. Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp.TKPS mengatakan, konsistensi kesulitan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan orang tua dan guru.
Menurutnya, guru dan orang tua dapat memberikan intervensi awal. Namun, jika kesulitan tetap terjadi, anak perlu mendapatkan assessment atau penilaian dari tenaga profesional.
Baca Juga: Anak Sulit Belajar? Hindari 5 Hal Ini agar Tak Makin Kehilangan Percaya Diri
“Ketika konsisten, kesulitan belajar itu sifatnya konsisten atau menetap, maka segera untuk dilakukan assessment atau penilaian di profesional,” ujar Farid dalam Media Briefing IDAI bertema “Disleksia pada Anak” yang digelar secara daring, Selasa (15/9/2026).
Perhatikan kesulitan yang menetap
Dalam materi yang disampaikan, Farid menjelaskan gangguan belajar spesifik merupakan kesulitan yang bersifat menetap selama lebih dari enam bulan.
Karena itu, orang tua tidak hanya perlu melihat apakah anak mengalami kesulitan membaca, tetapi juga memperhatikan apakah kesulitan tersebut terus muncul meskipun sudah diberikan dukungan dalam proses belajar.
Salah satu kondisi yang dapat menjadi perhatian adalah adanya kesenjangan antara kemampuan anak memahami informasi secara lisan dengan kemampuan akademiknya.
Anak misalnya dapat memahami penjelasan ketika diajak berdiskusi, tetapi kesulitan ketika harus membaca informasi secara mandiri.
“Jadi betul-betul kesulitannya di menerima informasi membaca, bukan menerima informasi kalau dibacakan oleh orang lain,” jelasnya.
Farid juga memberikan contoh pada anak yang baru memasuki sekolah dasar. Jika sejak kelas 1 anak terlihat kesulitan mengenali huruf atau mengikuti pembelajaran, kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.
“Begitu kelas 1 di awal semester, kok sulit ini belajarnya ya, sulit ini mengenal hurufnya ya, sesegera mungkin harus mendapatkan intervensi,” katanya.
Baca Juga: Anak Sulit Membaca Bukan Berarti Malas, Kenali Tanda Gangguan Belajar Spesifik
Mulai dari komunikasi dengan guru
Langkah awal yang dapat dilakukan orang tua adalah berkomunikasi dengan guru mengenai kesulitan yang dialami anak.
Guru kemudian dapat melakukan intervensi awal, misalnya dengan mengubah pembelajaran yang semula dilakukan dalam kelas menjadi kelompok kecil atau bahkan secara individual.
Jika setelah intervensi awal anak tetap mengalami kesulitan secara konsisten, pemeriksaan oleh tenaga profesional dapat dilakukan.
Langkah tersebut penting agar anak tidak terlalu lama mendapatkan metode pembelajaran yang kurang sesuai dengan kebutuhannya.
Jangan menunggu anak semakin tertinggal
Farid mengatakan intervensi paling baik dilakukan ketika risiko sudah diketahui dan sebelum dampak kesulitan belajar semakin terlihat.
Namun, jika tidak ada faktor risiko yang diketahui sebelumnya, intervensi juga tetap perlu dilakukan sesegera mungkin ketika kesulitan mulai terlihat.
Baca Juga: 4 Pelajaran Keuangan Anak dari Dave Ramsey yang Bisa Dilakukan Sekarang
Gangguan belajar spesifik juga bukan kondisi yang hilang begitu saja. Menurut Farid, kondisi tersebut bersifat menetap, tetapi anak dapat membangun mekanisme coping dengan metode intervensi yang tepat.
“Gangguan ini tidak hilang, memang menetap. Tapi diharapkan bisa coping,” ujar Farid.
Dengan mekanisme coping dan dukungan yang sesuai, anak diharapkan tetap dapat mengejar target pembelajaran yang sama dengan teman-temannya.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak menunggu sampai anak mengalami kegagalan berulang, kehilangan kepercayaan diri, atau mulai menghindari sekolah untuk mencari bantuan.
Mengamati pola kesulitan sejak awal dan membangun komunikasi dengan guru dapat membantu anak mendapatkan dukungan yang lebih cepat dan sesuai kebutuhannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News