MOMSMONEY.ID - Siapa yang tidak gemas melihat mata anak berbinar-binar saat dihadapkan pada sebatang cokelat atau sepotong kue berlapis krim? Makanan manis memang memiliki daya pikat yang sulit ditolak oleh si kecil.
Kebanyakan dari kita menganggap sesekali memberi makanan manis tidak masalah, padahal frekuensi sesekali itu perlahan berubah menjadi setiap hari tanpa disadari.
Anak pun mulai kecanduan, menolak sayur, dan menganggap rasa tawar sebagai musuh. Di sinilah masalah sesungguhnya dimulai.
Baca Juga: 5 Penyebab Anak Sering Marah Tidak Wajar, Jangan Disepelekan Moms!
Perlu diketahui bahwa batas asupan gula tambahan yang aman untuk anak-anak hanyalah 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh per hari.
Dampak memberikan makanan manis pada anak bukan hanya dari segi kesehatan fisik saja. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah terhadap perilaku anak.
Nah, berikut beberapa bahaya memberikan makanan manis pada anak yang perlu orang tua ketahui, mengutip laman dari hellosehat.com:
Baca Juga: 5 Manfaat Memeluk Anak Setiap Hari, Anak jadi Jarang Tantrum
1. Kecanduan
Bahaya pertama yang sangat bisa terjadi adalah kecanduan. Ya, hal ini karena makanan manis sebagian besar membuat Anda merasa senang dengan rasanya. Ketika makanan itu dianggap enak, maka sang anak akan meminta kembali.
Jika Anda memberikannya tanpa ada kontrol, maka hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan fisik dan psikologisnya.
Ketika keinginan anak untuk meminta makanan manis itu tidak dituruti, apa yang terjadi? Anak akan tantrum dan menunjukkan perilaku kompulsif.
2. Obesitas
Dampak berbahaya jika Anda berlebihan mengonsumsi makanan manis adalah obesitas. Kondisi ini bisa terjadi jika makanan manis itu menumpuk di tubuh dan berat badannya terus bertambah.
Jika tidak diimbangin dengan aktivitas fisik, maka hal ini bisa menjadi pintu gerbang terjadinya obesitas.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak, Salah Satunya Bertindak Agresif
3. Pembusukan gigi
Dampak makanan manis bagi anak-anak juga bisa menyebabkan pembusukan gigi. Kondisi ini terjadi karena penumpukan sisa gula di celah-celah gigi.
Bakteri yang ada di mulut mendapatkan makanan dari gula-gula tersebut dan menghasilkan zat asam. Nah, di sinilah keberadaan bakteri, sisa gula, zat asam, dan air liur akan menciptakan plak gigi.
Kemudian lama-kelamaan plak gigi akan membuat gigi si kecil menjadi rusak.
4. Penyakit kronis
Penyakit kronis yang dimaksud akibat dari kebanyakan mengonsumsi makanan manis adalah diabetes tipe 2. Kondisi ini bisa terjadi diawali dengan obesitas.
Jaringan lemak di dalam tubuh Anda dengan obesitas akan menyebabkan sel tubuh resisten pada insulin. Jika gula darah tidak diproses dengan baik, maka gula akan menumpuk di darah dan gula darah menjadi tinggi.
Baca Juga: 4 Kegiatan untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak, Biasakan Moms
5. Kemampuan belajar turun
Tak bisa dipungkiri bahwa makanan manis bisa membuat kemampuan belajar anak menjadi turun. Apalagi di usia emas ini adalah masa yang tepat untuk menyerap banyak ilmu pengetahuan.
Bahkan, dalam penelitian dari University of Montreal and Boston College menemukan bahwa ada kaitan antara mengonsumsi gula berlebih dengan penurunan memori dan kemampuan kognitif.
6. Gangguan perilaku
Inilah dampak makanan manis yang juga banyak dialami oleh anak-anak, yakni gangguan pada perilakunya. Anak yang kebanyakan mengonsumsi makanan manis akan menjadi hiperaktif.
Hal ini terjadi ketika gula diserap dan masuk ke aliran darah secara cepat, maka akan memicu kenaikan gula darah secara drastis dan anak pun menjadi lebih aktif.
Memberi makanan manis pada anak bukanlah bentuk kasih sayang, melainkan utang kesehatan yang harus dibayar kelak. Karena perlindungan terbaik bagi anak bukanlah dengan memberinya apa yang ia suka, melainkan apa yang ia butuhkan, dan itu jauh lebih manis dari sekadar rasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News