MOMSMONEY.ID - Memasuki usia 1 tahun, kebutuhan nutrisi anak mulai mengalami perubahan. Pada fase ini, anak tidak lagi hanya mengandalkan susu, tetapi mulai mendapatkan sebagian besar asupan gizinya dari makanan sehari-hari.
Usia 1 tahun juga masih menjadi bagian dari periode penting pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan makanan yang diberikan agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi.
Dokter Leonirma Tengguna, M.Sc., Sp.A., CIMI, dokter spesialis anak sekaligus konselor laktasi dan praktisi pijat bayi, mengatakan, usia 1 tahun masih termasuk dalam fase 1.000 hari pertama kehidupan.
“Usia 1 tahun itu usia golden age. Di mana ini masih masuk dalam fase seribu hari pertama kehidupan,” ujar dokter Leonirma dalam acara peluncuran Milkow ActiGrow di CIBIS Park, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, pada usia tersebut sebagian besar kebutuhan nutrisi anak sudah berasal dari makanan. Sementara susu menjadi salah satu bagian dari pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.
“Makanya di usia 1 tahun, nutrisi anak itu 70% dari makanan, 30% dari susu,” ujarnya.
Baca Juga: Moms, Pencegahan Stunting Tidak Hanya Berkaitan dengan Pemeriksaan Kesehatan Anak lo
Karena anak mulai mengonsumsi lebih banyak makanan, orang tua juga perlu memperhatikan kandungan zat gizi dalam makanan tersebut. Salah satunya adalah zat gizi makro seperti karbohidrat dan protein.
Dokter Leonirma secara khusus menekankan pentingnya protein, terutama protein hewani, dalam makanan anak.
Dengan begitu, perhatian orang tua tidak cukup hanya melihat apakah anak sudah makan atau belum. Jenis makanan dan kandungan nutrisi di dalamnya juga perlu menjadi pertimbangan.
Tak cukup hanya satu nutrisi
Selain zat gizi makro, perkembangan anak juga membutuhkan beragam nutrisi yang saling melengkapi. Dokter Leonirma menjelaskan, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis nutrisi.
“Tidak ada satu nutrisi tunggal yang bisa kerja sendiri. Dia butuh kolaborasi, kerja sama dengan berbagai nutrisi,” ucapnya.
Salah satu nutrisi yang turut dibahas adalah kolin. Menurut dokter Leonirma, kolin termasuk dalam kelompok vitamin B dan memiliki peran dalam proses yang berkaitan dengan komunikasi antarsel saraf.
“Kolin itu sebenarnya dia masuk ke kelompok keluarganya si vitamin B,” katanya.
Baca Juga: Jangan Mudah Percaya Klaim Skincare Bayi, Ini Cara Pilih Yang Tepat
Ia kemudian menggambarkan kolin sebagai bagian yang dibutuhkan dalam proses pembentukan asetilkolin. Asetilkolin sendiri dijelaskan sebagai neurotransmitter yang berperan dalam menghubungkan komunikasi.
Penjelasan tersebut menunjukkan, pemenuhan nutrisi anak sebaiknya tidak dilakukan dengan hanya mengejar satu kandungan tertentu. Orang tua perlu melihat kebutuhan nutrisi anak secara lebih menyeluruh.
Selain asupan nutrisi, ia juga mengingatkan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh makanan. Kondisi kesehatan dan lingkungan turut menjadi bagian yang perlu diperhatikan orang tua.
“Supaya dia cerdas, dia gak boleh sering sakit. Vaksinasinya harus lengkap. Dan secara environment dia harus mendukung untuk tumbuh otak anak yang optimal,” katanya.
Saat anak mulai pilih-pilih Makanan
Tantangan memenuhi kebutuhan nutrisi anak juga tidak selalu mudah. Salah satu persoalan yang kerap dihadapi orang tua adalah ketika anak mulai memilih makanan yang ingin dikonsumsi.
Hal tersebut turut dialami aktris sekaligus ibu, Ardina Rasti. Ia menceritakan pengalamannya ketika anak tidak selalu mau mengonsumsi makanan yang sudah disiapkan orang tua.
“Aku pilih-pilih makanan. Padahal, kita sudah menyiapkan makanan yang menurut kita baik untuk dia makan. Tapi akhirnya, mau tidak mau, kita tetap mengikuti apa yang dia mau,” ujar Ardina Rasti.
Baca Juga: Bujet Keluarga Kian Ketat, Ini Cara Penuhi Nutrisi Anak Tetap Optimal
Kondisi seperti ini membuat orang tua perlu lebih memperhatikan kembali makanan yang akhirnya dipilih anak. Ketika pilihan makanan anak terbatas, kandungan nutrisi di dalamnya menjadi semakin penting untuk diperhatikan.
Ardira juga mengatakan, susu menjadi salah satu hal yang ikut diperhatikannya sebagai orang tua. Ia menyebut pentingnya memperhatikan kandungan nutrisi seperti DHA serta omega 3 dan omega 6.
“Jadi, menurut aku, susu yang baik untuk anak adalah susu yang mengandung DHA serta omega 3 dan omega 6, apalagi setelah mendapat edukasi hari ini,” ujar Ardina
Pada akhirnya, memenuhi kebutuhan nutrisi anak bukan sekadar memastikan anak kenyang. Orang tua juga perlu memperhatikan keberagaman makanan, kandungan zat gizi, serta kondisi anak secara keseluruhan.
Terlebih pada usia 1 tahun, anak sedang berada dalam periode pertumbuhan yang penting. Karena itu, pemenuhan nutrisi perlu dilakukan secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News