MOMSMONEY.ID - Financial freedom ala Charlie Munger dimulai dari kendali diri, kesabaran, belajar, hidup sesuai kemampuan, dan membangun aset.
Financial freedom bukan cuma soal punya banyak uang atau gaji besar. Bagi Charlie Munger, kebebasan finansial lebih erat dengan cara seseorang mengatur uang, mengendalikan diri, dan mengambil keputusan dalam jangka panjang.
Munger percaya bahwa karakter dan kebiasaan justru menjadi fondasi penting sebelum seseorang memikirkan cara memperbesar kekayaan.
Melansir dari New Trader U, pemikirannya menunjukkan bahwa kesabaran, kemampuan belajar, pengendalian emosi, dan hidup sesuai kemampuan bisa membantu seseorang membangun kemandirian finansial.
“Saya sangat menginginkannya, saya pikir tidak pantas harus mengirimkan faktur kepada orang lain,” ujar Charlie Munger, Investor dan Wakil Ketua Berkshire Hathaway.
Baca Juga: pengaturan Waktu dan Keuangan biar Orang Tua Bisa Kurangi Jam Kerja Demi Keluarga
Kuasai emosi sebelum mengatur uang
Mengelola keuangan bukan hanya perkara menghitung pemasukan dan pengeluaran. Emosi juga bisa menentukan apakah seseorang mampu bertahan dengan rencana keuangannya atau justru mudah berubah ketika menghadapi tekanan.
Munger menilai pengendalian temperamen sangat penting. Rasa takut, serakah, gengsi, atau keinginan mendapatkan hasil cepat dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang sebenarnya merugikan.
Kebiasaan sederhana seperti menunda pembelian, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta tidak mengambil keputusan saat panik bisa menjadi langkah awal menuju financial freedom.
Latih kesabaran dalam membangun kekayaan
Membangun kekayaan membutuhkan waktu. Munger tidak melihat aktivitas jual beli yang terlalu sering sebagai kunci utama, melainkan memberikan waktu kepada aset yang berkualitas untuk berkembang.
Kesabaran juga berkaitan dengan efek bunga majemuk. Ketika hasil yang diperoleh terus berkembang dalam jangka panjang, pertumbuhan aset bisa semakin terasa.
Namun, sabar bukan berarti asal menunggu. Strategi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan, kemampuan, dan risiko yang dapat ditanggung.
Kenali batas kemampuan diri
Munger dikenal dengan konsep circle of competence atau lingkaran kompetensi. Intinya, seseorang perlu memahami apa yang benar-benar ia ketahui dan berani menjauh dari hal yang belum dipahami.
Prinsip ini penting dalam keuangan. Jangan hanya mengikuti sesuatu karena sedang ramai. Sebelum mengambil keputusan, pahami cara kerjanya, risikonya, dan dampaknya terhadap kondisi finansial.
Munger juga menggunakan pendekatan inversi, yaitu melihat persoalan dari sisi sebaliknya. Daripada hanya bertanya bagaimana menjadi kaya, coba tanyakan apa yang bisa membuat kondisi keuangan berantakan.
Utang berlebihan, pengeluaran tidak terkendali, dan mengambil risiko tanpa pemahaman menjadi beberapa hal yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: Pengaturan Keuangan di Tengah Biaya Hidup Naik, Ini 5 Tonggak yang Diperlukan
Jadilah pembelajar sepanjang hidup
Munger dikenal gemar membaca berbagai bidang, seperti psikologi, sejarah, ekonomi, dan bisnis. Baginya, pengetahuan dari banyak bidang dapat membantu seseorang membuat keputusan yang lebih baik.
Kebiasaan belajar juga relevan dalam kehidupan finansial sehari-hari. Memahami anggaran, dana darurat, utang, inflasi, investasi, hingga cara meningkatkan kemampuan kerja dapat membantu memperkuat kondisi keuangan.
Tidak perlu langsung mempelajari semuanya. Konsistensi belajar sedikit demi sedikit jauh lebih realistis daripada mengejar banyak informasi sekaligus.
Hidup sesuai kemampuan dan hindari iri
Penghasilan yang meningkat tidak otomatis membuat seseorang semakin dekat dengan financial freedom. Masalahnya muncul ketika gaya hidup ikut naik dan seluruh tambahan penghasilan habis untuk memenuhi keinginan baru.
Munger juga mengingatkan bahaya rasa iri. Membandingkan rumah, kendaraan, liburan, atau barang milik sendiri dengan orang lain bisa mendorong pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.
Daripada mengejar tampilan sukses, lebih baik fokus membangun kondisi finansial yang benar-benar memberi pilihan. Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:
- Jaga pengeluaran tetap di bawah pendapatan.
- Hindari cicilan yang membebani kondisi keuangan.
- Sisihkan uang untuk membangun aset.
- Tentukan batas tentang apa yang sudah dianggap cukup.
- Jangan menjadikan gaya hidup orang lain sebagai patokan.
Apa inti financial freedom menurut Charlie Munger?
Jika dirangkum, pemikiran Munger sebenarnya cukup sederhana: jangan mengejar kekayaan dengan cara yang membuat kehidupan finansial menjadi rapuh.
Financial freedom dapat dibangun dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan pendapatan, mengendalikan pengeluaran, menghindari kesalahan besar, dan memberikan waktu bagi aset untuk berkembang.
Tidak ada formula yang pasti cocok untuk semua orang. Kondisi pendapatan, kebutuhan, tanggungan, tujuan, dan toleransi risiko setiap orang berbeda.
Karena itu, prinsip Munger lebih tepat dijadikan kerangka berpikir daripada aturan yang harus diterapkan secara mentah. Financial freedom menurut Charlie Munger bukan tentang terlihat kaya, tetapi memiliki lebih banyak kendali atas hidup sendiri.
Lima kebiasaan yang bisa dipetik adalah mengendalikan emosi, bersabar, memahami batas kemampuan, terus belajar, dan hidup sesuai kemampuan.
Semuanya memang terdengar sederhana, tetapi hasilnya sangat bergantung pada konsistensi. Pada akhirnya, kebebasan finansial lebih merupakan perjalanan jangka panjang daripada hasil yang bisa diperoleh secara instan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News