MOMSMONEY.ID - Kondisi otak anak ternyata bisa jauh berbeda antara mereka yang suka membaca buku dan sering bermain gadget lo, Moms.
Pernahkah Moms bertanya-tanya mengapa ada anak yang begitu tenang, fokus, dan mudah menyerap pelajaran, sementara yang lain gelisah, mudah marah, dan sulit konsentrasi?
Jawabannya ternyata bisa dilihat secara kasat mata, bukan dari perilaku luar saja, melainkan dari dalam, tepatnya pada otak anak.
Baca Juga: 5 Penyebab Anak Sering Marah Tidak Wajar, Jangan Disepelekan Moms!
Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo menunjukkan hasil pencitraan otak yang mengejutkan melalui akun Instagram pribadinya @mestyariotedjo.
Dokter Mesty menujukkan secara visual perbandingan antara otak anak yang terbiasa dibacakan buku dan otak anak yang sering terpapar layar gadget lebih dari satu jam setiap hari.
Pada otak anak yang rajin dibacakan buku, tampak menyala terang dengan titik-titik merah yang bertebaran di berbagai area otak. Titik merah itu menandakan konektivitas saraf yang aktif.
Baca Juga: 5 Manfaat Memeluk Anak Setiap Hari, Anak jadi Jarang Tantrum
Sebaliknya, otak anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan ponsel atau tablet menunjukkan pemandangan yang sangat berbeda, yakni berupa titik-titik biru yang sedikit dan redup.
Dokter Mesty mengatakan bahwa screen time pada anak usia dini yang dilakukan lebih dari 60 menit sehari sangat berisiko.
Tak hanya membuat anak sulit fokus, tetapi juga mampu menrunkan konektivitas di pusat bahasa dan visual. Inilah alasan medis kenapa anak jadi lebih mudah tantrum dan emosian.
Baca Juga: 4 Penyebab Balita Suka Memukul Kepala Sendiri, Jangan Panik Dulu Moms
Dalam sains terdapat istilah Dopamine Loop. Di mana gadget memberikan kepuasan instan melalui gambar cepat dan warna yang terang. Hal ini akan membuat otak anak dipenuhi dengan dopamin tanpa perlu berusaha.
Apa akibatnya? Ya, ketika gadget dimatikan, maka dopamin tersebut akan menurun drastis dan sang anak tidak tahu bagaimana cara untuk mengelola emosinya.
Di samping itu, pada masa emas sang anak, jika hanya diberikan stimulasi dari layar gadget saja, maka sambungan yang ada di area empati dan bahasa tidak bisa terbangun secara kuat.
Baca Juga: 4 Kegiatan untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak, Biasakan Moms
Dalam sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2024 menemukan bahwa setiap penambahan 1 menit screen time, maka akan terjadi pengurangan bicara 4.9 kata dan 1.1 pergantian pembicaraan orang tua dan anak.
Maksudnya adalah ketika anak mendapatkan tontonan gadget secara berlebih, maka saat berbicara dengan orang tua, anak akan kurang memberikan respons.
Hal ini pun telah dirasakan sendiri oleh dokter Mesty ketika memberikan batasan screen time hanya 1 jam pada buah hatinya.
Buah hatinya bisa berbicara dua arah lebih banyak dengan orang tua, lebih banyak membaca buku, serta lebih tenang dan emosinya tidak meledak-ledak.
Jadi, sebelum layar kembali menyala, tanyakan pada diri sendiri, sudahkah memberi otak anak dengan bacaan terbaik? Karena pada akhirnya, masa depan bukan tentang gadget terbaru, melainkan tentang memanfaatkan masa-masa emas otak anak mulai dari sekarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News