M O M S M O N E Y I D
AturUang

4 Pelajaran Keuangan Anak dari Dave Ramsey yang Bisa Dilakukan Sekarang

4 Pelajaran Keuangan Anak dari Dave Ramsey yang Bisa Dilakukan Sekarang
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Ajarkan 4 pelajaran keuangan dari Dave Ramsey sejak dini agar anak terbiasa menabung, atur uang, dan paham prioritas kebutuhan.

Mengajarkan uang kepada anak tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Anak bisa belajar dari kebiasaan sederhana seperti membantu pekerjaan, menyisihkan uang, memilih barang yang ingin dibeli, hingga berbagi dengan orang lain. 

Di tengah penggunaan pembayaran digital yang makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, pemahaman soal uang justru penting dikenalkan sejak kecil. 

Melansir dari Go Banking Rates, Dave Ramsey menyebut ada empat pelajaran keuangan yang dapat membantu anak memahami hubungan antara usaha, uang, dan tanggung jawab. 

“Anak-anak perlu belajar bekerja dan mengelola uang sejak dini,” ujar Dave Ramsey, pendiri dan CEO (Chief Executive Officer) Ramsey Solutions.

Baca Juga: Ide Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga Modal Rp 1 Juta, Cocok untuk Pemula

Uang berkaitan dengan usaha

Anak perlu memahami bahwa uang tidak muncul begitu saja. Salah satu cara mengenalkannya adalah menghubungkan pekerjaan tertentu dengan imbalan yang sesuai usia.

Misalnya, orang tua dapat memberikan komisi setelah anak menyelesaikan tugas yang sudah disepakati. Dari sini, anak belajar bahwa ada usaha di balik uang yang mereka terima.

Namun, tidak semua pekerjaan rumah harus dibayar. Tanggung jawab seperti merapikan kamar atau membereskan mainan tetap dapat dikenalkan sebagai kewajiban sehari-hari.

Biasakan menabung untuk tujuan

Menabung akan lebih mudah dipahami jika anak mempunyai tujuan yang jelas. Daripada hanya menyuruh mereka menyimpan uang, orang tua bisa mengajak anak menentukan barang yang ingin dibeli.

Contohnya, anak ingin membeli mainan dengan harga Rp100.000. Mereka kemudian belajar menyisihkan sebagian uang secara rutin sampai jumlahnya mencukupi.

Kebiasaan sederhana ini mengajarkan bahwa keinginan tidak selalu harus dipenuhi saat itu juga. Anak juga mulai mengenal proses menunggu dan menentukan prioritas.

Beri kesempatan menggunakan uang

Menabung memang penting, tetapi anak juga perlu belajar menggunakan uang. Ketika memiliki uang sendiri, mereka dapat diberi kesempatan memilih barang yang memang diinginkan dengan batas yang wajar.

Dari pengalaman tersebut, anak akan mengetahui bahwa uang yang digunakan untuk satu barang tidak bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya. 

Kesalahan kecil saat memilih barang pun dapat menjadi pengalaman belajar yang berharga. Orang tua cukup mengarahkan tanpa selalu mengambil keputusan untuk anak.

Baca Juga: Setelah Utang Lunas, Mulailah Cara Membangun Dana Darurat dari Nol

Ajarkan kebiasaan berbagi

Selain bekerja, menabung, dan membelanjakan uang, Ramsey juga menekankan pentingnya mengajarkan anak untuk memberi.

Kebiasaan ini tidak harus dilakukan dengan jumlah besar. Anak dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk membantu orang lain, membeli hadiah, atau mendukung kegiatan sosial yang mereka pahami.

Melalui cara tersebut, anak belajar bahwa uang tidak hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Ada nilai kepedulian dan tanggung jawab yang bisa tumbuh bersamaan.

Cara menerapkannya di rumah

Empat pelajaran tersebut bisa dikenalkan secara bertahap melalui kebiasaan sederhana:

  • Berikan tanggung jawab sesuai usia anak.
  • Gunakan sistem komisi untuk tugas tertentu yang disepakati.
  • Buat target tabungan sederhana.
  • Beri kesempatan anak memilih dan membeli sesuatu dengan uangnya.
  • Biasakan menyisihkan sebagian uang untuk berbagi.

Pendidikan keuangan anak sebenarnya bisa dimulai dari aktivitas sehari-hari. Tidak perlu langsung membahas investasi atau perencanaan keuangan yang rumit. 

Mengenalkan kerja, menabung, membelanjakan uang, dan berbagi, anak perlahan memahami bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi. 

Prinsip Dave Ramsey tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga biar pembelajaran uang terasa dekat, praktis, dan menyenangkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

5 Pelajaran Keuangan Benjamin Franklin ala Charlie Munger untuk Hidup Lebih Bijak

Ingin keuangan lebih sehat? Simak 5 pelajaran Benjamin Franklin ala Charlie Munger untuk mengelola uang dan hidup lebih bijak.​

Ramalan Shio Besok Kamis 29 Oktober 2026, Kerbau Berpeluang Hoki Besar Nih

Simak ramalan shio besok Kamis 29 Oktober 2026 untuk 12 shio, mulai dari karier, keuangan, cinta, hingga kesehatan yang lengkap di sini.​  

Cek Performa Kamera 50MP Tecno Spark 50s di Kondisi Minim Cahaya

Kapasitas baterai 6.500mAh dan pengisian daya 45W jadi keunggulan utama. Intip fitur bypass charging yang bikin main game tetap dingin.  

Dari Erling Haaland sampai Olivia Rodrigo, Ini 9 Ide Kostum Halloween 2026

Jika masih belum menemukan kostum Halloween yang ingin dipakai, yuk simak beberapa ide kostum Halloween 2026 pop culture berikut.  

5 Penyebab Ruang Tamu Terlihat Berantakan Meski Bersih dan Cara Mengatasinya

Ruang tamu masih terlihat berantakan meski sudah dibersihkan? Kenali 5 penyebabnya dan temukan cara mudah menatanya.

Ibu Hamil Masih Perlu Olahraga, Ketahui Cara Amannya di Sini

Untuk menjaga kesehatan tubuh saat hamil, ternyata olahraga disarankan. Simak alasan mengapa ibu hamil tetap perlu olahraga berikut ini.  

Rahasia Perawatan Tanaman Hias Gantung Outdoor agar Tahan Panas Hujan

Pilihan tanaman hias gantung tahan cuaca ekstrem ini siap hias balkon. Cek daftar lengkap beserta media tanam idealnya.

5 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dimakan Sebelum Berhubungan Seks

Bisa mempengaruhi gairah seks, sebaiknya hindari mengonsumsi beberapa jenis makanan ini sebelum memulai hubungan seks ya​

25 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 Bisa Dipakai untuk Caption Sosmed

Berikut adalah ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang dapat Anda bagikan sebagai ungkapan dukungan dan semangat.

UMKM Lokal Bidik Pasar Luar Negeri, Apa Saja yang Perlu Disiapkan?

Menjual produk ke luar negeri membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. Namun, pelaku usaha perlu memahami karakteristik konsumen, dll