M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Apa itu ADHD? ADHD adalah singkatan dari attention deficit hyperactivity disorder, yakni gangguan neurobiologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memusatkan perhatian, mengendalikan impuls, dan mengatur aktivitas.

Pernahkah Anda melihat seorang anak yang sulit diam, sering melompat dari satu aktivitas ke aktivitas lain, atau orang dewasa yang sering lupa dan kehilangan fokus?

Bisa jadi kondisi tersebut bukan sekadar nakal atau kurang disiplin, tetapi sebuah gangguan mental yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius, yakni gejala ADHD.

Baca Juga: Jiwa Lelah Tanpa Alasan Jelas? Ini 6 Tanda Anda Perlu ke Psikolog Sekarang

Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Memahami apa itu ADHD adalah sebuah langkah awal yang sangat penting, karena tanda-tanda yang muncul bisa berbeda-beda tergantung fase usia.

Lalu, dari mana sebenarnya datangnya ADHD ini? Penyebabnya kompleks, melibatkan faktor genetik, hingga pengaruh lingkungan seperti paparan dari zat yang berbahaya.

Dengan memahami apa itu ADHD, mulai dari penyebabnya hingga gejala yang muncul, Anda akan lebih waspada sekaligus bisa memberikan dukungan terhadap kondisi yang sedang dialami.

Baca Juga: Masalah Kesehatan Mental Kerja: Kenali Bedanya Burnout, Sibuk, dan Berkembang

Mengenal ADHD

Dikutip dari www.halodoc.com, ADHD adalah salah satu gangguan mental yang menunjukkan suatu perilaku impulsif dan hiperaktif.

Kondisi lebih rentan terjadi pada anak-anak, namun gejalanya bisa bertahan sampai usianya remaja, bahkan dewasa. Di samping itu, ADHD sendiri terbagi menjadi 3 sub tipe sebagai berikut:

  1. Dominan hiperaktif-impulsif: muncul dengan masalah hiperaktivitas dibarengi dengan perilaku impulsif.
  2. Dominan inatentif: biasanya ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian penuh pada suatu hal dalam satu waktu.
  3. Kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif: biasanya ditunjukkan dengan ciri hiperaktif, impulsif, dan tidak bisa memperhatikan dengan baik.

Baca Juga: Tekanan Hidup Mengimpit? 5 Strategi Soft Life Ini Bikin Tetap Waras

Penyebab ADHD

Ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi ADHD ini bisa terjadi. Berikut beberapa penyebabnya yang perlu Anda ketahui:

  1. Genetika
  2. Fungsi dan struktur otak
  3. Paparan neurotoksin selama masa kehamilan
  4. Merokok dan mengonsumsi alkohol selama hamil.

Gejala ADHD

Gejala ADHD bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung usianya. Berikut beberapa gejala ADHD yang dialami anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang bisa Anda perhatikan:

Gejala ADHD anak-anak

  • Sulit fokus pada aktivitas dan mudah terganggu.
  • Tidak memiliki perhatian penuh pada saat bermain atau saat mengerjakan tugas sekolah.
  • Sering merasa gelisah dan kesulitan untuk duduk diam.
  • Sering bergerak atau lari-lari.
  • Bicara berlebihan, bahkan menyela orang lain.

Baca Juga: Dampak Good Girl Syndrome Bagi Kesehatan Mental Seseorang

Gejala ADHD remaja

  • Sulit fokus saat mengerjakan sesuatu, termasuk tugas sekolah.
  • Sering melakukan kesalahan saat menjalankan suatu tugas.
  • Kesulitan dalam menyelesaikan suatu tugas.
  • Memiliki masalah dengan manajemen waktu dan organisasi.
  • Sering meninggalkan barang.
  • Sering menghindari tugas atau pekerjaan yang bisa melelahkan secara mental.
  • Kesulitan dalam menavigasi hubungan sosial dan keluarga.
  • Ada kenaikan frustrasi dan kepekaan emosional.

Gejala ADHD dewasa

  • Sulit menyelesaikan suatu pekerjaan.
  • Memiliki masalah harga diri dan kesejahteraan mental secara keseluruhan.
  • Melakukan penyalahgunaan zat.
  • Sulit dalam menjalani hubungan, baik berpasangan, keluarga, atau rekan kerja.
  • Sering mengalami kecelakaan atau cedera.

Jadi, jangan sampai Anda mengabaikan tanda-tandanya, karena mengenali apa itu ADHD sejak dini adalah langkah pertama menuju penanganan yang lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Pilih Redmi Note 17 Pro Max atau 17 Pro? Garansi Baterai Gratis hingga 5 Tahun

Xiaomi berani beri garansi ganti baterai gratis hingga 5 tahun untuk seri terbarunya. Ketahui syarat dan detail daya tahan Note 17 Pro sekarang.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu (26/8), Galeri24 dan UBS Stagnan

Harga emas yang dijual di Pegadaian stagnan pada perdagangan Rabu (26/8). Simak harga emas Galeri24 dan UBS untuk berbagai ukuran hari ini.

Cek 12 Promo Payday Kuliner Agustus 2026, Banjir Diskon Pizza Hut hingga HokBen

Sambut momen gajian dengan berburu promo Payday dari resto favorit seperti Pizza Hut, Wingstop, dan HokBen. Semua tawarkan harga lebih hemat.

Brokoli dan 5 Sayur Ini Bikin Anda Kenyang Lebih Lama, Bisa Konsumsi Saat Diet

Bisa Anda catat, berikut beberapa sayur untuk membuat perut kenyang lebih lama dan dijamin menyehatkan tubuh.

Kolesterol Tinggi Pemicu Serangan Jantung, Pasokan Darah Terancam Putus

Penumpukan kolesterol jahat di dinding arteri berpotensi fatal. Pahami mekanisme penyumbatan darah sebelum serangan jantung terjadi.

Perubahan pada Tubuh saat Gula Darah Tinggi, Cepat Lelah karena Resistensi Insulin

Ginjal bekerja ekstra membuang kelebihan gula. Kenali tanda awal gula darah tinggi sebelum memicu kelelahan kronis.

Promo HokBen Payday Attack Agustus, Makan Bento Berdua Cuma Rp 50 Ribuan/Orang

Sambut momen gajian dengan promo HokBen Payday Attack spesial makan berdua hemat cuma Rp 50.000-an per orang. Cuma sampai 31 Agustus saja.

Telur Dadar dan Telur Ceplok, Mana yang Lebih Sehat Menurut Ahli Gizi?

Ketahui perbedaan gizi antara telur dadar dan telur ceplok serta dampaknya bagi tubuh. Simak cara memasak yang tepat agar nutrisinya.terjaga

RAM 12GB HP Vivo V70 Lite Bikin Performa Gaming Naik Kelas

Vivo V70 Lite membawa RAM 12GB dan layar AMOLED 3.000 nits. Cek keunggulan utamanya sebelum memutuskan membeli ponsel ini.

Waspada! Ini 4 Bahaya Makan Tepung-tepungan Berlebihan bagi Kesehatan Anda

Ketahui bahaya makan tepung-tepungan secara berlebihan bagi tubuh, mulai dari memicu obesitas hingga penyakit kronis.