MOMSMONEY.ID - Apakah vape menyebabkan diabetes?
Mungkin ini pertanyaan yang paling tidak ingin dihadapi pengguna vape, tapi mau tidak mau harus dihadapi.
Selama ini, orang mengenal rokok identik dengan kanker paru-paru. Vape pun sering dianggap lebih aman. Padahal, semakin banyak penelitian menunjukkan ada ancaman yang lebih tersembunyi, lo.
Dalam sebuah penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan adanya tanda resistensi insulin pada pengguna vape.
Meski begitu, hal ini masih belum bisa diambil kesimpulan bahwa vape menyebabkan diabetes.
Baca Juga: Bukan Alternatif Aman ya! Ini 5 Bahaya Rokok Vape untuk Paru-Paru hingga Jantung
Resistensi insulin pada pengguna vape
Dikutip dari Instagram @siloamhospitals, resistensi insulin sendiri terjadi ketika tubuh kurang peka pada insulin. Gula tidak masuk ke sel, sehingga kadarnya akan tinggi di dalam darah.
Dalam proses normalnya, insulin ini membantu gula dari darah untuk masuk ke sel, kemudian menjadi energi.
Hubungan resistensi insulin dengan vape ini dimulai dari nikotin yang ada di dalam vape beserta dengan aerosol. Kandungan tersebut diduga bisa mengganggu kerja insulin, memicu stres oksidatif dan inflamasi, serta memengaruhi fungsi pankreas.
Untuk saat ini, apakah vape menyebabkan diabetes atau tidak, maka jawabannya adalah belum tentu. Karena melalui studi yang dilakukan, hasil yang ditunjukkan baru hubungan dan sinyal risiko saja, belum sampai bukti sebab-akibat.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan: Remaja Pengguna Vape Melonjak 10 Kali Lipat!
Hasil penelitian tersebut pun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Misalnya saja jumlah sampel, lamanya memakai vape, riwayat merokok, pola makan, berat badan, dan metode pemeriksaan yang dijalani.
Kaitan vape dengan pradiabetes
Vape dan juga merokok tembakau memiliki keterkaitan dengan risiko yang lebih tinggi terkena pradiabetes.
Hal ini pun berdasar pada studi di tahun 2025, di mana para peneliti memeriksa tanggapan terhadap survei tahunan yang dilakukan di Amerika Serikat.
Dikutip dari diatribe.org, melalui studi tersebut ditemukan bahwa dibandingkan dengan non-perokok, pengguna vape adalah 7% lebih mungkin memiliki pradiabetes.
Pengguna rokok tradisional 15% lebih mungkin, dan pengguna dari kedua produk tersebut 28% lebih mungkin. Perokok dan pengguna ganda juga lebih mungkin menderita diabetes tipe 2.
Baca Juga: Cegah Stroke di Usia Muda? Kontrol Kolesterol Tinggi, Stop Rokok & Gorengan
Bagi penderita diabetes, merokok bisa memberikan dampak negatif pada resistensi insulin, manajemen glukosa, dan komplikasi diabetes.
Di samping itu, kebiasaan merokok juga bisa membuat tubuh lebih tahan terhadap insulin. Di mana bisa memiliki efek yang signifikan pada jantung dan pembuluh darah.
Jika kebiasaan ini terus dilanjutkan, maka plak akan menumpuk di pembuluh darah. Akibatnya, seseorang berisiko terkena serangan jantung atau stroke.
Jadi, apakah vape menyebabkan diabetes? Belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa vape secara langsung menyebabkan diabetes.
Namun, adanya kaitan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko pradiabetes menunjukkan bahwa vape tetap memiliki potensi risiko terhadap kesehatan metabolik.
Karena itu, sebaiknya jangan menganggap vape sebagai pilihan yang sepenuhnya aman, terutama jika digunakan dalam jangka panjang ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News