M O M S M O N E Y I D
Bugar

Tape Singkong untuk Asam Lambung Anda, Amankah Dikonsumsi?

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Sebenarnya, tape singkong untuk asam lambung itu aman atau tidak dikonsumsi? Cari tahu jawabannya di sini!

Tape singkong adalah salah satu makanan tradisional yang cukup populer di Indonesia.

Namun, bagi penderita asam lambung, sering timbul pertanyaan apakah aman konsumsi tape singkong untuk asam lambung atau tidak.

Baca Juga: 7 Pilihan Minuman Pereda Asam Lambung yang Sayang Jika Dilewatkan

Untuk membuat tape singkong, fermentasi menggunakan ragi adalah esensial karena proses ini mengubah rasa menjadi manis dan sedikit asam. Fermentasi ini juga menghasilkan probiotik yang baik untuk pencernaan dan menghasilkan sedikit alkohol.

Namun, bagi penderita asam lambung, konsumsi alkohol, termasuk makanan yang mengandung alkohol seperti tape singkong, biasanya tidak disarankan.

Melansir dari laman Alodokter, alkohol dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan iritasi pada lambung.

Selain itu, ragi yang digunakan dalam fermentasi mengubah gula dan karbohidrat menjadi produk-produk yang bersifat asam, yang dapat meningkatkan gas dan asam dalam lambung.

Ini dapat memperburuk gejala pada penderita asam lambung, sehingga lebih baik menghindari makanan yang dapat memicu masalah ini.

Baca Juga: Apakah Bihun Bagus untuk Diet Menurunkan Berat Badan? Intip Ulasannya yuk!

Tape singkong untuk asam lambung tidak direkomendasikan karena dapat memicu gejala yang lebih parah. Ini karena kandungan alkohol serta rasa asamnya. Penderita asam lambung dianjurkan untuk menghindari makanan satu ini, ya.

Penting untuk diingat bahwa pengelolaan asam lambung tidak hanya terbatas pada apa yang kita makan, tapi juga gaya hidup secara keseluruhan.

Menghindari makanan berlemak, berminyak, dan terlalu pedas, serta menjaga berat badan ideal dan tidak langsung berbaring setelah makan adalah beberapa langkah lainnya yang bisa membantu. Semoga bermanfaat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Jenis-Jenis Stres Menurut Psikologi, Ini Bedanya Stres Akut dan Stres Kronis!

Berdasarkan studi penelitian tentang jenis-jenis stres dalam psikologi, stres dibagi menjadi 3 jenis utama. Ini 3 jenis stres beserta gejalanya.

Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta

Target dana darurat Rp10 juta dalam 6 bulan? Simak hitungan setoran, cara mengatur gaji Rp6 juta, dan strategi agar tetap konsisten.​  

4 Manfaat Kimpul untuk Kecantikan Kulit, Atasi Jerawat hingga Penuaan Dini

Kimpul menyimpan nutrisi melimpah yang sangat berguna untuk merawat kecantikan kulit dari dalam. Ini 4 manfaat kimpul untuk kecantikan kulit.  

Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menata Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh

Orang tua memasuki masa pensiun? Begini cara menata keuangan keluarga agar kebutuhan tetap aman tanpa membebani anak.

Scandi Farmhouse Jadi Tren Interior 2026? Ini Cara Menerapkannya di Rumah

Scandi farmhouse memadukan minimalis dan nuansa hangat untuk membuat rumah terasa rapi, terang, nyaman, dan natural.

Headboard Fleksibel, Trik Mudah Bikin Kamar Terlihat Mewah Tanpa Renovasi

Headboard fleksibel bisa bikin kamar terasa mewah dan personal tanpa renovasi besar. Simak cara memilihnya agar tetap nyaman.

Ketika Balas Budi Anak Tak Lagi Menjadi Rencana Pensiun Orangtua

Survei MAMI menunjukkan 93% responden Indonesia meyakini kemandirian merupakan warisan paling bermakna yang dapat ditinggalkan bagi keluarga.

Hujan Deras Masih Terjadi di Provinsi Ini, Cek Peringatan Dini Cuaca Besok (12/8)

BMKG merilis peringatan dini cuaca besok Rabu 12 Agustus 2026 dengan status Waspada hujan lebat hanya di provinsi berikut ini.

Prakiraan Cuaca Sumsel Rabu (12/8), Antisipasi Udara Kabur di Wilayah Ini

Cek prakiraan cuaca Sumatera Selatan besok Rabu (12/8). Sejumlah wilayah diprediksi berawan hingga udara kabur.

Dua Hari Diperdagangkan di BEI, ETF Emas XMES Naik 24%

Baru melantai di BEI, produk ETF emas XMES menarik perhatian dengan kenaikan harga kumulatif 24% dalam dua hari perdagangan.