MOMSMONEY.ID - Menjadi pengusaha sebisa mungkin sudah perlu ditempuh saat berada di bangku kuliah. Untuk itu Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengembangkan pola pikir kewirausahaan.
Langkah kecilnya adalah dengan menjadikan persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang untuk menghadirkan solusi sekaligus menciptakan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Maman, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi wirausaha masa depan karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah pemikiran kritis, melahirkan inovasi, serta mentransformasikan gagasan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan sosial.
“Menjadi entrepreneur tidak selalu dimulai dari modal besar. Kewirausahaan bermula dari pola pikir, seperti mampu membaca peluang, berpikir kritis, berani mengambil langkah, dan menciptakan solusi yang memberikan nilai bagi orang lain,” ujar Menteri Maman dalam kegiatan Pekan Sosialisasi dan Orientasi Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Bandung di keterangan, Selasa (22/9).
Baca Juga: Produk UMKM Kurasi Busan Mulai Mejeng di Marketplace Domestik
Menteri Maman menegaskan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Lebih dari itu, kewirausahaan perlu dibangun dari keberanian untuk menjadi pencipta solusi atas berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Tiga prinsip
Oleh karena itu, ia memperkenalkan tiga prinsip utama yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam membangun usaha, yakni think smart, start small, dan be impactful.
Menurutnya, prinsip think smart diperlukan untuk melatih kepekaan mahasiswa dalam melihat persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang. Proses tersebut dapat dimulai dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi persoalan yang perlu diselesaikan, kemudian melakukan validasi terhadap gagasan usaha yang akan dikembangkan.
Baca Juga: Program Pendampingan Usaha Masih Menjadi Penopang UMKM
Selanjutnya, prinsip start small menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil langkah awal dari hal-hal sederhana. Mahasiswa tidak perlu menunggu seluruh kondisi menjadi sempurna untuk mulai menguji ide, produk, maupun model bisnis yang telah dirancang.
Sementara itu, prinsip be impactful menempatkan manfaat sebagai bagian penting dalam membangun usaha. Dengan prinsip tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menciptakan usaha yang mampu bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Dirinya juga mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses membangun usaha. Menurutnya, masa perkuliahan justru menjadi kesempatan yang baik untuk bereksperimen, menguji gagasan, memperluas jejaring, sekaligus belajar dari berbagai pengalaman.
Kementerian UMKM terus memperkuat dukungan terhadap pertumbuhan wirausaha muda, termasuk yang lahir dari lingkungan perguruan tinggi. Kampus diharapkan menjadi salah satu simpul penting dalam ekosistem kewirausahaan nasional yang mempertemukan pengetahuan, inovasi, kreativitas, dan keberanian untuk memulai usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News