MOMSMONEY.ID - Ini 5 kebiasaan hemat baby boomer yang sederhana bisa membantu mengurangi pengeluaran dan menjaga keuangan rumah tangga.
Mengatur keuangan tidak selalu harus dimulai dengan cara yang rumit. Kebiasaan kecil dalam menggunakan uang justru bisa memberi pengaruh jika dilakukan secara konsisten.
Generasi baby boomer di Amerika punya sejumlah kebiasaan sederhana yang masih menarik untuk diterapkan saat biaya hidup terus menjadi perhatian.
Melansir dari Go Banking Rates, salah satu prinsip yang mereka lakukan adalah lebih memilih mengerjakan atau membuat sesuatu sendiri daripada selalu membeli layanan praktis.
Kebiasaan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk lebih cermat mengatur pengeluaran sehari-hari.
“Memilih mengerjakan sendiri daripada menggunakan barang praktis” dikutip dari Go Banking Rates.
Baca Juga: 7 Cara Mengubah Pendapatan Biasa Menjadi Aset Jangka Panjang untuk Masa Depan
Gunakan kupon dengan bijak
Dulu kupon identik dengan potongan dari brosur belanja, tetapi sekarang bentuknya banyak beralih ke digital. Prinsipnya tetap sama, yaitu mencari harga yang lebih efisien untuk barang yang memang dibutuhkan.
Data Coupon Follow yang dikutip sumber menyebut rumah tangga di Amerika dapat menghemat hampir US$1.500 atau sekitar Rp24,5 juta dengan kurs ilustratif Rp16.300 per US$1 untuk berbagai kebutuhan.
Di Indonesia, cara sederhananya bisa dengan membandingkan harga, memakai voucher untuk kebutuhan rutin, dan tidak membeli barang tambahan hanya karena sedang diskon.
Buat sendiri kebutuhan tertentu
Tidak semua hadiah atau kebutuhan rumah harus dibeli dalam bentuk jadi. Membuat kue, kerajinan, pakaian sederhana, atau hadiah personal sendiri bisa menjadi pilihan yang lebih hemat sekaligus memberikan sentuhan pribadi.
Namun, tetap hitung biaya bahan dan waktu pengerjaannya. Membuat sendiri tidak otomatis lebih murah jika bahan yang digunakan justru mahal.
Tanam bahan makanan di rumah
Memiliki kebun kecil juga bisa membantu mengurangi sebagian kebutuhan belanja. Tidak perlu halaman luas karena tanaman seperti cabai, daun bawang, seledri, dan kemangi dapat ditanam menggunakan pot atau wadah di teras.
Penghematannya mungkin tidak langsung terasa besar, tetapi hasil panen yang bisa digunakan untuk memasak tentu dapat mengurangi kebutuhan membeli bahan tertentu.
Perbaiki barang sebelum menggantinya
Barang rusak belum tentu harus langsung masuk tempat sampah. Jika kerusakannya berasal dari komponen tertentu, memperbaikinya bisa membuat barang tersebut digunakan lebih lama.
Sebelum membeli pengganti, bandingkan biaya perbaikan dengan harga barang baru. Untuk kerusakan yang berkaitan dengan listrik atau komponen berbahaya, sebaiknya gunakan tenaga yang memiliki keahlian agar tetap aman.
Baca Juga: Tips Memisahkan Modal Jualan Online dan Uang Belanja Dapur biar Tetap Stabil
Masak sendiri daripada sering pesan makanan
Memasak di rumah menjadi salah satu kebiasaan yang paling mudah diterapkan. Saat memesan makanan, pengeluaran tidak hanya berasal dari harga menu, tetapi juga dapat mencakup biaya layanan dan pengiriman.
Sumber yang digunakan menyebut konsumen Amerika dapat mengeluarkan sekitar US$41,10 hingga US$1.028,50 per bulan untuk aplikasi pesan antar makanan.
Angka ini merupakan gambaran dari Amerika Serikat dan tidak bisa dianggap sebagai rata-rata pengeluaran masyarakat di Indonesia, ya.
Supaya lebih praktis, masak dalam beberapa porsi sekaligus untuk persediaan beberapa hari. Cara ini juga membantu mengurangi keputusan membeli makanan secara spontan ketika sedang sibuk.
Kebiasaan hemat tidak harus ekstrem
Pelajaran utama dari kebiasaan baby boomer tersebut sebenarnya sederhana: tidak semua kebutuhan harus dibeli atau dilakukan dengan cara paling praktis.
Memanfaatkan potongan harga, membuat sesuatu sendiri, menanam bahan makanan, memperbaiki barang, dan memasak di rumah bisa menjadi pilihan untuk mengendalikan pengeluaran.
Tidak semuanya harus dilakukan sekaligus. Pilih kebiasaan yang paling realistis, lalu jalankan secara konsisten sesuai kondisi keuangan masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News