MOMSMONEY.ID - Cara menghentikan serangan asam urat dapat dilakukan dengan beberapa langkah. Asam urat terjadi ketika kristal urat menumpuk di persendian, menyebabkan peradangan dan nyeri hebat.
Kekambuhan biasanya terjadi tiba-tiba, seringkali terjadi di malam hari dengan sensasi terbakar di sendi. Dr. Kannan Kaliyaperumal, dokter bedah ortopedi, menyatakan, asam urat berasal dari pemecahan zat yang disebut purin.
Purin ditemukan di semua jaringan tubuh dan banyak makanan, seperti jeroan, daging merah, dan seafood. Gejala asam urat juga diikuti dengan bengkak, kemerahan dan kekakuan pada persendian.
Baca Juga: Kadar Asam Urat Turun! 9 Makanan Ini Wajib Ada di Menu Pagi Anda
Dilansir dari Parkwayeast.com.sg, berikut ini cara menghentikan serangan asam urat dengan tepat:
Cara menghentikan serangan asam urat
Pada serangan asam urat akut, dokter akan membalut sendi dengan perban kompresi atau kompres es. Obat-obatan biasanya diperlukan untuk menghentikan serangan asam urat akut.
Ada obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), baik dalam bentuk tablet oral atau suntikan intramuskular. Obat Kolkisin bekerja paling baik jika diminum dalam 12 jam pertama serangan akut.
Selain itu, ada juga obat-obatan yang menurunkan kadar asam urat dalam darah dalam jangka panjang.
Gaya hidup yang berkontribusi pada asam urat
Pola makan memainkan peran penting dalam mengelola dan mencegah asam urat. Makanan yang tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan seafood dapat meningkatkan kadar asam urat.
Pola makan tinggi fruktosa dan minuman manis juga meningkatkan risiko asam urat. Di sisi lain, mengonsumsi produk susu rendah lemak, ceri, dan makanan kaya vitamin C dapat membantu menurunkan kadar asam urat dan mengurangi risiko serangan asam urat.
Konsumsi alkohol berlebihan, terutama bir dapat meningkatkan kadar asam urat dan memicu kekambuhan. Alkohol dipecah menjadi senyawa yang bersaing dengan asam urat untuk dieliminasi oleh ginjal.
Hal ini menyebabkan penumpukan asam urat dalam darah. Demikian pula, minuman manis dan makanan tinggi gula, dapat meningkatkan kadar asam urat.
Genetika dan kaitannya dengan asam urat
Genetika memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit asam urat. Orang dengan riwayat keluarga penyakit asam urat lebih berisiko mengalami kondisi tersebut.
Faktor genetik tertentu dapat memengaruhi cara tubuh memproses asam urat, membuat beberapa individu lebih rentan terhadap asam urat meski sudah menjalani gaya hidup sehat.
Variasi genetik dapat memengaruhi fungsi ginjal dan cara tubuh membuang asam urat. Jika tubuh kesulitan memproses asam urat secara efisien, hal ini dapat menyebabkan penumpukan asam urat di persendian.
Faktor lain yang berkontribusi terhadap penyakit asam urat
Fungsi ginjal yang sehat sangat penting untuk mencegah penyakit asam urat. Ginjal bertugas untuk menyaring kelebihan asam urat dari aliran darah dan mengeluarkannya melalui urin.
Saat fungsi ginjal terganggu, asam urat tidak bisa dikeluarkan dan menyebabkan penumpukan di dalam tubuh. Kondisi yang memengaruhi fungsi ginjal adalah penyakit ginjal kronis, meningkatkan risiko penyakit asam urat.
Baca Juga: Waspada! Asam Urat Tak Diobati Picu Kerusakan Ginjal hingga Jantung
Obat-obatan & komorbid yang memicu asam urat
Obat-obatan tertentu seperti diuretik dapat menyebabkan tubuh menahan asam urat. Sehingga, meningkatkan risiko asam urat. Obat-obatan lain, seperti aspirin dan imunosupresa juga dapat berkontribusi pada peningkatan kadar asam urat.
Dengan begitu, penting bagi penderita asam urat untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menemukan pengobatan yang tepat. Kondisi kesehatan lain seperti hipertensi, diabetes, dan sindrom metabolik juga sering dikaitkan dengan asam urat.
Komorbid ini dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat, mengelola kondisi yang mendasari bisa membantu mengurangi frekuensi dan keparahan episode asam urat.
Mencegah asam urat dan mengelola serangan
Melakukan perubahan gaya hidup adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah asam urat. Mengurangi asupan makanan kaya purin, menjaga hidrasi tubuh, membatasi konsumsi alkohol, dan menjaga berat badan dapat membantu menurunkan kadar asam urat.
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, pengobatan dapat membantu mengelola asam urat. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) umumnya digunakan untuk mengurangi peradangan dan meredakan nyeri selama serangan asam urat akut.
Obat lain, seperti kolkisin atau kortikosteroid juga dapat diresepkan. Dalam beberapa kasus, obat untuk menurunkan kadar asam urat seperti allopurinol atau febuxostat bisa digunakan untuk mencegah serangan asam urat di masa mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News