MOMSMONEY.ID - Asam urat adalah jenis radang sendi yang disebabkan oleh terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat dapat membentuk kristal kecil yang mengendap di persendian.
Rasa nyeri sering dimulai dari jempol kaki, tetapi dapat menyebar atau melibatkan persendian lainnya. Hal ini dapat terjadi ketika Anda mengalami cedera parah.
Dr. Jabeen Begum, dokter bedah, menjelaskan, penyakit asam urat biasanya hanya menyerang satu sendi pada satu waktu. Namun, jika tidak diobati, sendi lain juga dapat terasa sakit. Penyakit ini lebih umum terjadi pada pria dan diturunkan dalam keluarga.
Dilansir dari Webmd.com, Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena asam urat jika memiliki kelebihan berat badan. Selain itu, jika Anda mengonsumsi makanan tinggi purin seperti ikan teri, sarden, dan jeroan juga berisiko mengalami asam urat.
Baca Juga: Obat Asam Urat Saat Puasa: Begini Cara Tepat Menurut Dokter
Cara mengetahui gejala asam urat tinggi
Serangan asam urat biasanya mereda dalam waktu sekitar 3-10 hari. Rasa nyeri bisa dihentikan jika Anda segera mengobatinya dengan beberapa cara, baik konsumsi obat atau dengan pengobatan rumahan.
Untuk memastikan Anda menderita asam urat, periksakan diri ke dokter. Dokter akan memeriksa dan melakukan beberapa tes untuk menegakkan diagnosis.
Tes-tes ini membantu dokter mengetahui apakah Anda menderita asam urat atau penyakit lain dengan gejala serupa:
1. Tes cairan sendi
Cairan diambil dari sendi yang nyeri dengan jarum. Cairan tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat apakah terdapat kristal di dalamnya.
2. Tes darah
Tes darah dapat memeriksa kadar asam urat. Kadar asam urat yang tinggi tidak selalu berarti penyakit asam urat.
3. Rontgen
Gambar persendian pada rontgen akan membantu menampilkan kondisi sendi Anda.
Baca Juga: Kadar Asam Urat Tinggi? Coba 5 Minuman Ini Tiap Pagi!
Kondisi lain yang mirip dengan asam urat
Rasa sakit dan kemerahan akibat asam urat dapat terlihat seperti infeksi atau kondisi lainnya. Berikut beberapa kondisi yang mungkin disalahartikan sebagai asam urat yakni:
1. Pseudogout
Pseudogout dikenal sebagai pengendapan kalsium pirofosfat (CPPD), bentuk lain dari artritis. Kristal yang terbentuk dalam kondisi ini terbuat dari kalsium pirofosfat, bukan asam urat.
Namun gejalanya seperti asam urat, serangannya datang tiba-tiba. Pseudogout akan muncul di lutut sementara asam urat biasanya kambuh di jempol kaki Anda.
Pada kedua kondisi tersebut, persendian akan bengkak, terasa hangat, nyeri, dan kaku. Pseudogout tidak berkaitan dengan konsumsi makanan, sedangkan serangan asam urat dipicu oleh konsumsi makanan tinggi purin.
Selanjutnya, pseudogout menyerang pria dan wanita. Namun, asam urat cenderung lebih umum terjadi pada pria daripada wanita.
Pseudogout terjadi karena pneumonia, serangan jantung dan stroke, setelah operasi, atau pada orang dengan masalah tiroid. Hal ini dikarenakan pasien memiliki kadar kalsium dan zat besi tinggi.
Sementara itu, asam urat dikaitkan dengan obesitas, resistensi insulin, kolesterol tinggi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
2. Artritis psoriatik
Artritis psoriatik (PsA) dapat terlihat seperti asam urat, tetapi sebenarnya merupakan kondisi autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat secara keliru.
PsA paling sering mempengaruhi kulit dan persendian yang bengkak, kaku, dan nyeri. Karena PsA adalah penyakit sistemik, penyakit ini dapat mempengaruhi seluruh tubuh, meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi.
30% Penderita psoriasis mengembangkan PsA dalam waktu 5-10 tahun setelah didiagnosis. Gejala yang mungkin Anda alami dengan PsA meliputi:
- Bercak atau plak merah pada kulit.
- Jari tangan dan kaki bengkak.
- Perubahan kuku.
- Nyeri tumit dan kaki.
- Kelelahan kronis.
3. Artritis reumatoid
Asam urat dan rheumatoid arthritis (RA) serupa karena sama-sama melibatkan peradangan dan pembengkakan sendi. Namun, keduanya berbeda dalam penyebabnya.
RA terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan yang melapisi sendi. Sementara, asam urat terjadi ketika kristal asam urat menumpuk di sendi.
Jika menderita RA, Anda akan mengalami gejala seperti:
- Penurunan berat badan.
- Kelelahan.
- Masalah sistemik yang dapat mempengaruhi jantung, paru-paru, dan mata.
Baca Juga: Gejala Asam Urat Wanita: Kenapa Beda dengan Pria? Ini Penjelasannya
Apa saja pengobatan medis untuk serangan asam urat?
Terdapat beberapa obat untuk mengobati serangan asam urat dan membantu mencegahnya terjadi di masa mendatang. Obat-obatan tersebut meliputi:
1. NSAID
Selain obat bebas seperti ibuprofen atau naproxen, dokter akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang lebih kuat. Obat-obatan tersebut termasuk celecoxib (celebrex) dan indomethacin.
Jenis obat ini dapat menyebabkan pendarahan berlebihan, sakit perut, dan tukak lambung.
2. Kolkisin
Kolkisin juga dapat diresepkan oleh dokter untuk menghilangkan rasa sakit akibat asam urat. Waspadai kemungkinan efek samping mual dan muntah dari obat ini.
3. Kortikosteroid
Dokter akan memberikan obat yang disebut prednison, baik dalam bentuk pil atau suntikan. Obat ini juga akan membantu meredakan nyeri asam urat.
4. Allopurinol
Obat ini akan membantu menjaga kadar asam urat tetap rendah atau mencegah pembentukan kristal asam urat di persendian. Obat ini biasanya merupakan obat yang paling sering diresepkan untuk penyakit asam urat.
Baca Juga: Pemicu Asam Urat Tinggi: Hindari Minuman Manis Ini, Nyeri Sendi Minggir
5. Febuxostat
Obat ini juga membantu menjaga kadar asam urat tetap rendah. Dokter akan menggunakan obat ini jika allopurinol tidak efektif untuk Anda. Namun, obat ini memiliki potensi risiko masalah jantung.
6. Lesinurad
Obat ini bekerja untuk menghilangkan kelebihan asam urat dari tubuh melalui ginjal. Obat ini digunakan ketika obat-obatan seperti allopurinol tidak bekerja sendiri.
Jika itu terjadi, dokter akan menggunakan kombinasi lesinurad dan allopurinol untuk membantu menurunkan kadar asam urat Anda.
7. Pegloticase
Pegloticase adalah suntikan intravena yang bekerja dengan menghentikan tubuh, mengubah purin menjadi asam urat. Obat ini biasanya hanya digunakan ketika obat-obatan umum lainnya tidak ampuh.
Obat ini tidak digunakan untuk serangan asam urat yang sudah dimulai.
8. Probenecid
Obat ini juga berfungsi untuk mencegah serangan di masa mendatang dengan mengurangi asam urat dalam tubuh. Obat ini bekerja sama dengan ginjal untuk membuang lebih banyak asam urat melalui urin.
Demikian cara mengetahui apakah Anda menderita asam urat tinggi atau penyakit sendi lainnya, semoga membantu.
Selanjutnya: Keuntungan Memasak Sendiri, Kantong Tetap Aman Saat Ramadhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News