MOMSMONEY.ID - Tanda-tanda asam urat tinggi bisa ditandai dengan urin gelap, rasa nyeri di sendi dan kaku. Hal ini tentu akan menyulitkan aktivitas sehari-hari pasien.
Dr. Meena Sharma, dokter ahli gizi menjelaskan bahwa asam urat adalah produk limbah yang terbentuk ketika tubuh memecah purin, senyawa yang ditemukan dalam makanan tertentu dan secara alami terdapat dalam tubuh. Biasanya, ginjal menyaring kelebihan asam urat dari aliran darah yang kemudian dikeluarkan melalui urin.
Namun ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau gagal mengeluarkannya, asam urat mulai menumpuk di aliran darah. Kondisi inilah yang menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai hiperurisemia.
Ketika kadar asam urat meningkat melebihi normal, kristal urat kecil dan tajam terbentuk dan mulai menumpuk di persendian dan jaringan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi yang menyakitkan seperti asam urat, masalah ginjal, dan masalah metabolisme.
Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan batu ginjal dan bahkan penurunan fungsi ginjal. Peningkatan asam urat sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes, dan hipertensi.
Baca Juga: Sarapan Enak Ini Justru Bikin Asam Urat Melonjak? Waspada Sebelum Nyesal
Yuk, simak cara alami untuk mengurangi dan mengelola asam urat tinggi yang bersumber dari Healeo.in berikut ini:
Tanda-tanda asam urat tinggi
Kadar asam urat tinggi tidak selalu menunjukkan gejala secara langsung. Tetapi ketika muncul, gejalanya bisa menyakitkan dan menetap.
Mengenali tanda-tanda ini sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang seperti asam urat, batu ginjal, dan kerusakan sendi. Berikut adalah gejala yang perlu diperhatikan:
1. Nyeri dan pembengkakan sendi
Salah satu tanda awal dan paling mudah dikenali dari kadar asam urat tinggi adalah nyeri sendi. Nyeri biasanya dimulai di jempol kaki tetapi juga dapat mempengaruhi pergelangan kaki, lutut, dan jari.
Sendi yang terkena mungkin tampak bengkak, merah, dan terasa hangat saat disentuh. Serangan ini dapat terjadi tiba-tiba, berlangsung selama beberapa hari atau bahkan minggu.
2. Kekakuan dan ketidaknyamanan
Kelebihan asam urat menyebabkan peradangan pada persendian, sehingga menyulitkan pergerakan. Kekakuan sendi di pagi hari atau setelah istirahat lama adalah tanda yang umum.
Seiring waktu, penumpukan asam urat yang tidak diobati dapat membatasi mobilitas dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
3. Perubahan warna dan frekuensi urin
Karena ginjal menyaring kelebihan asam urat dari darah, kadar yang tinggi dapat menyebabkan perubahan pada urin. Urin yang lebih gelap, peningkatan frekuensi buang air kecil, atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil dapat mengindikasikan tekanan pada ginjal akibat pembentukan kristal asam urat.
4. Kelelahan dan kelemahan
Kadar asam urat tinggi yang terus-menerus dapat menyebabkan ketidaknyamanan secara keseluruhan, kelelahan, dan kelemahan otot. Perjuangan tubuh untuk menghilangkan kelebihan asam urat dapat menyebabkan peradangan sistemik dan membuat Anda lemas.
5. Masalah kulit seperti kemerahan dan iritasi
Dalam beberapa kasus, kristal asam urat dapat menumpuk di bawah kulit dan menyebabkan bercak merah dan iritasi. Endapan ini disebut dengan tofi, sering muncul di dekat persendian dan dapat memburuk jika kadar asam urat tetap tidak terkontrol.
Tanda-tanda paling umum dari kadar asam urat tinggi meliputi nyeri sendi, pembengkakan, dan kesulitan bergerak. Mengabaikan tanda-tanda peringatan dini ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti kerusakan sendi kronis dan masalah ginjal.
Apa penyebab meningkatnya kadar asam urat?
Kadar asam urat berlebih tidak hanya disebabkan oleh pola makan yang buruk, beberapa faktor gaya hidup dan kesehatan juga berkontribusi terhadap peningkatannya. Ketika tubuh kesulitan memproses dan menghilangkan asam urat secara efektif, asam urat mulai menumpuk di persendian sebagai batu.
Berikut adalah faktor-faktor penting di balik peningkatan kadar asam urat:
1. Faktor diet tinggi purin
Salah satu faktor paling signifikan yang menyebabkan peningkatan kadar asam urat adalah diet yang kaya purin. Purin adalah senyawa alami yang ditemukan dalam daging merah, jeroan seperti hati, kerang, dan ikan berlemak seperti sarden dan teri.
Ketika tubuh memecah purin, tubuh menghasilkan asam urat. Mengonsumsi makanan ini secara berlebihan dapat melampaui kemampuan tubuh untuk menghilangkan asam urat, sehingga menyebabkan penumpukan.
2. Dehidrasi dan asupan air yang rendah
Air memainkan peran penting dalam mengeluarkan kelebihan asam urat melalui ginjal. Ketika tidak minum cukup air, asam urat menjadi lebih pekat dalam aliran darah dan meningkatkan risiko pembentukan kristal di persendian dan ginjal.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah cara sederhana namun efektif untuk mengelola kadar asam urat.
3. Kondisi metabolik dan obesitas
Obesitas dan sindrom metabolik terkait erat dengan kadar asam urat yang tinggi. Kelebihan lemak tubuh meningkatkan produksi asam urat sekaligus mempersulit ginjal untuk mengeluarkannya secara efisien.
Menurunkan berat badan melalui diet seimbang dan olahraga teratur dapat membantu mengatur kadar asam urat.
4. Fungsi ginjal dan eliminasi asam urat yang buruk
Karena ginjal bertanggung jawab untuk menyaring asam urat dari darah, setiap gangguan fungsi ginjal dapat menyebabkan penumpukan asam urat. Kondisi seperti penyakit ginjal kronis atau bahkan dehidrasi sementara dapat mengurangi kemampuan ginjal untuk mengeluarkan asam urat dengan benar.
Sehingga, meningkatkan kemungkinan terjadinya asam urat dan batu ginjal.
5. Genetika dan riwayat keluarga
Genetika berperan dalam bagaimana tubuh Anda memproses asam urat. Jika memiliki riwayat keluarga penyakit asam urat atau batu ginjal, Anda akan lebih rentan terhadap kadar asam urat yang tinggi.
Cara mengelola kadar asam urat secara alami
Mengelola kadar asam urat tinggi tidak selalu membutuhkan pengobatan, perubahan gaya hidup sederhana dapat membuat perbedaan besar. Jika Anda mengalami tanda-tanda asam urat tinggi, lakukan tips berikut:
1. Tetap terhidrasi
Minum 2-3 liter air setiap hari membantu mengeluarkan kelebihan asam urat melalui ginjal. Mengonsumsi air kelapa, teh herbal, dan air lemon untuk menghidrasi tubuh lebih lanjut mendukung detoksifikasi.
2. Konsumsi makanan sehat
Sertakan makanan rendah purin seperti ceri, apel, sayuran hijau, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak. Makanan ini membantu menetralkan asam urat dan mengurangi peradangan.
Hindari konsumsi daging merah, kerang, minuman manis, dan makanan olahan untuk menjaga kadar asam urat.
Baca Juga: 5 Gerakan Yoga Ini Ampuh Meredakan Nyeri Sendi Akibat Kadar Asam Urat Tinggi
3. Berolahraga secara teratur
Menjaga berat badan yang sehat mengurangi kadar asam urat. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, yoga, dan berenang meningkatkan sirkulasi dan metabolisme tanpa memberi tekanan pada persendian.
4. Batasi alkohol dan gula
Alkohol dan minuman manis mengandung purin dan gula cukup tinggi. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan produksi asam urat dan harus dihindari.
5. Coba pengobatan alami
Air lemon, cuka sari apel, dan teh herbal mendukung fungsi ginjal dan membantu menjaga keseimbangan asam urat. Menjaga tubuh tetap terhidrasi, makan dengan bijak, dan tetap aktif adalah kunci untuk menurunkan asam urat secara alami.
Itulah informasi penting yang memuat tentang tanda-tanda asam urat tinggi dan cara mengelola gejala secara alami.
Selanjutnya: Bukan Retinol! Ini Skincare Remaja yang Justru Disarankan Dokter Kulit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News