MOMSMONEY.ID - Ada beberapa tips menjaga kadar asam urat pada pasien ginjal kronis, salah satunya dengan diet. Sekitar dua pertiga asam urat dalam tubuh dikeluarkan melalui urin.
Dr. Vasanthasree Nair, dokter umum, mengatakan, pasien ginjal kronis seringkali memiliki kadar asam urat yang tinggi karena kesulitan membuangnya lewat urin. Peningkatan kadar asam urat juga berkontribusi pada perkembangan ginjal kronis, kardiovaskular, peningkatan tekanan darah, dan peradangan.
Dilansir dari Renalandurologynews.com, pendekatan nutrisi terkait peningkatan kadar asam urat biasanya berfokus pada pengurangan makanan tinggi purin. Pendekatan diet bagi pasien ginjal kronis mencakup pola makan yang mendukung kesehatan metabolik dan kardiovaskular.
Baca Juga: Durian dan Jengkol Aman? Ternyata Ini Pemicu Asam Urat
Peran suplemen untuk menurunkan kadar asam urat
Selain obat-obatan dan diet, suplemen juga berperan mendukung penurunan kadar asam urat. Vitamin E, vitamin C, L-arginin, N -asetilsistein, kurkumin, dan kuersetin memiliki manfaat untuk menurunkan asam urat pada pasien ginjal kronis.
Suplemen ini memiliki manfaat tambahan yang umumnya tidak dimiliki obat-obatan. Mulai dari mengurangi stres oksidatif, peradangan dan meningkatkan oksigenasi jaringan dengan peningkatan produksi oksida nitrat.
Konsekuensi kesehatan akibat asam urat tinggi
Kadar asam urat yang tinggi dalam darah menyebabkan banyak komplikasi kesehatan. Jika tubuh tidak mampu menghilangkan asam urat dengan benar, maka hal itu akan memengaruhi organ ginjal dan dapat merusak jaringan sendi secara permanen.
Penyakit ini terjadi ketika kristal asam urat menumpuk di persendian. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan peradangan yang hebat, berikut beberapa gejala asam urat:
- Nyeri sendi yang tiba-tiba dan parah, terutama pada jempol kaki.
- Pembengkakan dan kemerahan di sekitar sendi yang terkena.
- Keterbatasan rentang gerak.
- Serangan sering dimulai pada malam hari.
- Setiap episode dapat berlangsung selama 3-10 hari.
- Rasa tidak nyaman pada persendian yang berkepanjangan setelah serangan akut.
Penyesuaian pola makan untuk menurunkan asam urat
Berikut pola makan yang tepat memainkan peran penting dalam mengelola kadar asam urat:
- Pilihan makanan yang rendah purin.
- Pola makan tinggi serat membantu menjaga kadar asam urat tetap sehat.
- Pengaturan waktu makan yang teratur mencegah lonjakan produksi asam urat secara tiba-tiba.
- Pengendalian porsi sama pentingnya dengan pemilihan makanan.
- Hindari alkohol, minuman manis dan produk sirup jagung fruktosa tinggi.
Beberapa makanan tertentu membantu menurunkan kadar asam urat dan sebaiknya dimasukkan ke dalam menu makanan sehari-hari:
- Sayuran segar.
- Produk susu rendah lemak.
- Biji-bijian utuh.
- Protein rendah lemak.
- Buah-buahan.
Pengendalian porsi yang tepat membantu mengelola kadar asam urat. Makan dalam porsi kecil dan sering lebih baik daripada makan dalam porsi besar.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Wajib Tahu, Ini Dia Manfaat Ajaib Lemon & Cuka Apel
Modifikasi gaya hidup untuk menurunkan asam urat
Hidrasi yang tepat membantu ginjal mengeluarkan kelebihan asam urat dari tubuh. Air bertindak sebagai pembersih alami dan mendukung fungsi ginjal yang optimal.
Minumlah air putih sesuai petunjuk dari dokter dan pantau warna urin. Olahraga ringan membantu menjaga kadar asam urat tetap sehat dan mendukung pengelolaan berat badan.
Selain itu, gerakan teratur meningkatkan sirkulasi darah dan fleksibilitas sendi. Anda bisa melakukan latihan aerobik berdampak rendah 30 menit setiap hari, berenang, berjalan dengan kecepatan sedang, bersepeda, yoga atau melakukan Tai chi.
Menjaga berat badan yang sehat mengurangi tekanan pada persendian dan membantu mengontrol produksi asam urat. Dalam hal ini, penurunan berat badan secara bertahap lebih aman daripada diet ketat. Sekian tips menjaga kadar asam urat pada pasien ginjal kronis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News