MOMSMONEY.ID - Kurang tidur dari 6 jam sehari memicu lonjakan hormon ghrelin, lo. Ketahui dampaknya pada kadar kolesterol dan kesehatan jantung Anda.
Nicholas Vozoris, ahli respirologi di Rumah Sakit St. Michael di Kanada, menganalisis data selama tiga tahun dari National Health and Nutrition Examination Surveys yang mencakup lebih dari 19.000 orang berusia 20 tahun ke atas.
Ia menemukan, orang dengan gejala insomnia atau susah tidur tidak memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang tanpa gangguan tidur.
Namun, penderita insomnia yang mengonsumsi obat tidur memiliki peningkatan risiko sebesar 118% untuk mengalami kadar low-density lipoprotein (LDL) yang tinggi. Tidur memberikan waktu penting bagi tubuh untuk memulihkan diri.
Selama waktu istirahat tersebut, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, dan hormon-hormon tubuh kembali menyesuaikan diri. Dilansir dari Medicaldaily.com, tanpa tidur berkualitas yang cukup, proses pemulihan ini akan terganggu.
Baca Juga: Kebiasaan Minum Kopi Espresso 3-5 Cangkir Picu Kolesterol Naik
Berbagai penelitian menunjukkan, orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam per malam berisiko lebih tinggi mengalami peningkatan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.
Tubuh mulai memproduksi ghrelin secara berlebihan, hormon yang memicu rasa lapar sembari mengurangi kadar leptin, hormon yang membantu mengatur berat badan dan metabolisme.
Ketidakseimbangan hormonal ini berdampak buruk pada kadar kolesterol.
Menemukan durasi tidur yang tepat untuk penderita kolesterol
Kesehatan jantung bergantung pada tercapainya durasi tidur ideal, yaitu 7–8 jam yang berkualitas setiap malam. Orang dewasa yang secara konsisten tidur dalam kisaran waktu tersebut memiliki profil kolesterol paling sehat dengan kadar HDL lebih tinggi dan trigliserida lebih rendah.
Pastikan kamar tidur tetap sejuk, gelap, dan tenang agar bisa beristirahat selama waktu tersebut. Mulailah dengan menetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten, termasuk di akhir pekan.
Tubuh akan berfungsi paling optimal dengan ritme yang teratur. Olahraga teratur mendukung pengelolaan stres dan kualitas tidur, usahakan untuk melakukan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit setiap minggunya.
Baca Juga: Batas Kolesterol Normal Wanita. Wajib Punya HDL Tinggi Demi Lindungi Jantung
Susah tidur mengurangi aktivitas gen pengatur lipoprotein
Orang yang susah tidur menunjukkan penurunan ekspresi gen yang mengodekan lipoprotein. Srtinya, terjadi penurunan aktivitas pada gen yang bertanggung jawab mengatur kadar kolesterol.
Untuk analisis epidemiologis, peneliti mengevaluasi data dari 2.739 partisipan yang berasal dari salah satu dari dua studi populasi di Finlandia yakni studi Dietary, Lifestyle and Genetic determinants of Obesity and Metabolic syndrome (DILGOM) dan studi Cardiovascular Risk in Young Finns Study (YFS).
Dalam studi DILGOM, partisipan mengisi kuesioner yang menanyakan apakah mereka mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Subjek yang menjawab jarang atau tidak pernah mengalami kekurangan tidur.
Dalam studi YFS, para partisipan ditanya mengenai durasi tidur setiap malam dan berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan agar merasa cukup beristirahat. Saat menganalisis sampel darah partisipan, para peneliti kembali menemukan, subjek yang susah tidur menunjukkan penurunan ekspresi gen lipoprotein dibandingkan orang yang mendapatkan tidur cukup.
Selain itu, subjek yang mengalami susah tidur memiliki kadar HDL yang lebih rendah dalam darah. Temuan dari kedua analisis tersebut mengindikasikan bahwa periode kurang tidur yang singkat dapat berdampak besar terhadap kesehatan.
Kurang tidur selama satu minggu saja sudah bisa mengubah respons imun dan metabolisme tubuh. Itulah penjelasan mengenai kondisi susah tidur dan kolesterol tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News