M O M S M O N E Y I D
HOME, Keluarga

Meski Baik untuk Udara, 7 Tanaman Hias Ini Ternyata Beracun Bila Dikonsumsi

Penulis: Anggi Miftasha  |  Editor: Anggi Miftasha


MOMSMONEY.ID - Memiliki tanaman hias di dalam rumah memang bermanfaat untuk memperbaiki kualitas udara. Salah satunya dalam hal peningkatan filterasi udara dan menyerap racun yang mengontaminasi udara.

Sayangnya, tak semua tanaman aman bila diletakkan di dalam rumah. Sebab, beberapa jenis tanaman dapat menimbulkan reaksi alergi dan beracun bila tak sengaja tertelan. Terutama bagi anak-anak atau hewan peliharaan di rumah.

Oleh karena itu, akan sangat baik bila Anda mengetahui jenis-jenis tanaman hias yang berisiko beracun. Dilansir dari Dengarden.com, berikut beberapa tanaman yang beracun bila tak sengaja dikonsumsi.

Baca Juga: 5 Tips Menata Taman yang Kecil Supaya Tampak Menawan

Caladium

Caladium atau biasa disebut tanaman keladi dan telinga gajah, adalah tanaman hias yang populer untuk diletakkan di taman. Sayangnya, tanaman ini sangat beracun di semua bagiannya. Saat tak sengaja tertelan, tanaman ini dapat menyebabkan efek yang sama seperti tanaman sri rejeki, yakni rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan. Efek berikutnya akan menyebabkan kesulitan bernapas, hingga kematian.

Sri Rejeki

Sri rejeki atau dieffenbachia merupakan tanaman yang paling umum di letakkan di luar maupun di dalam rumah. Namun, tanaman ini sangat beracun bagi tubuh bila dikonsumsi. Sebab, dapat menyebabkan sensasi menyengat atau terbakar pada mulut dan tenggorokan. Kasus terparah dapat mengakibatkan syok dan gangguan saraf saluran pernapasan hingga kematian.

Oleander

Memiliki bunga yang sangat indah, oleander atau biasa disebut bunga jepun, ternyata memiliki racun di semua bagian tanamannya. Saat tak sengaja tertelan oleh anak-anak atau hewan, efeknya sangat mematikan. Kemungkinan gejala ini adalah ruam parah, mual, muntah, pusing, masalah jantung, dan kejang tubuh.

Water Hemlock

Terlepas dari keindahan bunganya yang unik, water hemlock adalah tanaman beracun yang tumbuh di daerah lembap seperti sungai, danau, dan rawa-rawa. Tanaman ini juga biasa dikenal sebagai seledri air dan memiliki aroma yang harum. Akan tetapi, water hemlock yang tak sengaja dimakan dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, merusak sistem pernapasan, hingga kematian.

Baca Juga: Ini 6 Jenis Bunga yang Bisa Dikonsumsi (Edible Flowers) dan Khasiatnya

Tulip

Meski sering diambil manfaat bunganya, ada bagian dari bunga tulip yang beracun, yakni umbi tulip dan batangnya. Kontak terlalu sering dengan umbi tulip dapat menyebabkan masalah dermatitis, terutama bagi orang dengan kulit sensitif. Selain itu, bagi hewan bunga tulip sangat beracun. Jika tertelan, ini akan menyebabkan muntah, diare, dan produksi air liur berlebih pada hewan.

English Ivy

English Ivy sangat bagus untuk meningkatkan sirkulasi udara, tetapi tidak bila Anda kontak dengan daun ivy. Daun ivy dapat menyebabkan masalah dermatitis, seperti kulit memerah, gatal, dan melepuh. Jika tertelan, daun ini dapat menimbulkan efek buruk kesehatan seperti demam, kesulitan bernapas, delirium, dan kejang-kejang.

Lidah Mertua

Lidah mertua atau snack plant merupakan tanaman hias yang unik karena bentuk daunnya. Namun, tanaman ini mengandung saponin yang bertindak sebagai insektisida dan fungisida alami yang dapat beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Saat tertelan, tanaman ini dapat menyebabkan iritasi mulut, tenggorokan, mual, dan muntah. Selain itu, bagian dalam tanaman ini bila kontak dengan kulit dapat menimbulkan masalah dermatitis, seperti ruam dan iritasi kulit.

Kendati demikian, tak ada salahnya untuk memelihara tanaman baik di dalam maupun di luar rumah. Asalkan, Anda memahami betul kondisi rumah Anda. Jauhkan letak tanaman dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan untuk keamanan.

Anda juga perlu menggunakan sarung tangan saat melakukan perawatan harian tanaman hias. Jika dirasa tanaman-tanaman ini berisiko untuk Anda sendiri, Anda dapat menggantinya dengan alternatif tanaman yang lebih aman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Kaya Bahan Baku, Indonesia Punya Modal Kuat Mengembangkan Industri Minuman Kreatif

Indonesia memiliki modal kuat mengembangkan industri minuman kreatif didukung keragaman bahan baku lokal dan perubahan gaya hidup masyarakat.

D-STAR 2026, Beasiswa untuk Peneliti Perempuan dalam Pengembangan AI

Regenerasi peneliti perempuan menjadi sorotan, D-STAR 2026 membuka jalan bagi talenta muda jadi peneliti.                

Mau Beli Emas? Cek Dulu Selisih Harga Jual dan Buyback Tiap Merek

Sebelum beli emas, ada baiknya membandingkan selisih harga jual dan buyback karena spread setiap merek masih cukup lebar.

Strategi Luangkan Ruang agar Rumah Siap Mengikuti Perubahan Kehidupan ala IKEA

IKEA kampanyekan "Luangkan Ruang: Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat", dan mengajak masyarkaat untuk  memanfaatkan ruang yang sudah dimiliki. 

Atur Kamar Tidur dan Ruang Transisi agar Lebih Fungsional

IKEA menghadirkan inspirasi penataan dan solusi penyimpanan yang membantu kamar tidur tetap nyaman digunakan, meski fungsinya terus berkembang.

Pameran PRO AVL Indonesia 2026 Dibuka, Ada Kompetisi Vokal hingga Drum Battle

​Tak hanya untuk pelaku industri, pameran ini juga menghadirkan beragam hiburan dan program edukasi bagi masyarakat.

Makin Banyak Bisnis Andalkan AI, Kepatuhan Kini jadi Tantangan Baru

​Veranthios menggandeng PT Digivla Indonesia untuk menghadirkan solusi tata kelola AI bagi perusahaan di Indonesia.

Ranking Harga Buyback Emas Hari Ini, Galeri 24 Masih yang Tertinggi

Harga buyback emas hari ini bergerak bervariasi, dengan Galeri 24 tetap memimpin daftar harga buyback emas tertinggi.

Oona Catat Kenaikan 107,6% Asuransi Perjalanan ke Schengen, Liburan Makin Matang

Perjalanan internasional yang semakin kompleks mendorong wisatawan Indonesia mempersiapkan perlindungan sejak tahap perencanaan.

Fundamental Indonesia Tetap Kuat, AI dan Hilirisasi jadi Katalis Pertumbuhan Ekonomi

Perkembangan AI, pergeseran rantai pasok global, dan meningkatnya permintaan mineral strategis membuka peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia.