MOMSMONEY.ID - Pernahkah Anda mendengar tentang diet Tiongkok?
Ya, ada banyak sekali jenis diet yang bisa diterapkan oleh mereka yang ingin menurunkan berat badan. Salah satunya adalah diet Tiongkok.
Menu sehari-hari dalam diet tiongkok menekankan keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan beragam sayuran segar.
Porsi daging biasanya sedikit dan hanya sebagai tambahan, sedangkan cara pengolahan makanan pun cenderung sederhana, seperti dikukus atau ditumis dengan sedikit minyak.
Baca Juga: 7 Jenis Minyak Goreng untuk Diet yang Sehat & Kaya Nutrisi, Aman Buat Jantung
Menariknya lagi, dalam diet Tiongkok ini juga menerapkan filosofi yin dan yang, lo. Prinsip keseimbangan ini dipercaya dapat menunjang kesehatan secara menyeluruh, termasuk menjaga sistem pencernaan dan daya tahan tubuh.
Berikut beberapa karakteristik diet Tiongkok yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dikutip dari www.alodokter.com:
1. Lebih banyak sayur dan biji-bijian
Dalam menu diet Tiongkok lebih banyak berupa sayuran dan biji-bijian. Di mana sayuran ini adalah asupan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang sangat diperlukan oleh tubuh.
Sedangkan biji-bijian atau kacang-kacangan adalah sumber protein nabati. Kemudian juga dilengkapi dengan asupan karbohidrat yang berasal dari beras putih atau beras merah dan mi yang berbahan dari tepung gandum atau beras.
Pola makan ini tergolong lebih seimbang dan rendah kalori daripada diet daging.
Baca Juga: Sederhana tapi Luar Biasa! Ini 5 Manfaat Makan Tempe untuk Diet yang Wajib Anda Tahu
2. Membatasi makanan olahan
Dalam diet Tiongkok ini sangat membatasi makanan olahan. Biasanya makanan yang disajikan diolah dengan cara yang sederhana, seperti dikukus, direbus, atau ditumis saja dengan sedikit minyak.
Cara memasak ini tak hanya praktis dan sederhana, tetapi juga menyehatkan karena tetap menjadi nutrisi dari bahan makanan.
Selain itu, memasak dengan cara dikukus atau direbus juga lebih minim lemak trans dan garam tambahan yang berisiko meningkatkan gangguan kesehatan.
3. Menggunakan bumbu alami
Mengolah menu-menu dalam diet Tiongkok biasanya menggunakan bumbu-bumbu alami saja. Misalnya saja bawang putih, jahe, ketumbar, dan sebagainya.
Bahan-bahan alami tersebut telah menghadirkan cita rasa khas pada makanan, tanpa harus menambahkan garam, gula, atau penyedap secara berlebihan.
Selain itu, penggunaan bumbu alami juga lebih sehat, karena rempah-rempah tersebut memiliki manfaat masing-masing yang baik bagi kesehatan.
Baca Juga: Jangan Dimusuhi! Coba 6 Tips Makan Nasi saat Diet Tanpa Takut Gemuk & Tetap Berenergi
4. Daging hanya sebagai pelengkap
Apakah dalam diet Tiongkok tidak mengonsumsi daging? Tidak sepenuhnya menghindari daging, ya.
Tapi, daging hanya sebagai pelengkap saja. Di mana ketika ada daging ayam, ikan, atau sapi, porsinya hanya kecil. Bahkan, daging ini bukan menjadi menu utama. Biasanya hanya ditambahkan dalam tumis atau sup saja.
Cara ini membuat asupan protein hewani tidak berlebihan dan menjaga agar tidak terjadi penumpukan lemak jenuh di tubuh.
Meski begitu, diet Tidak ini bukan berarti membuat Anda kekurangan asupan protein ya. Protein hewani bisa diganti dengan protein nabati. Misalnya saja tahu dan tempe.
Dengan begitu, menjalani diet Tiongkok bukan hanya soal menurunkan berat badan. Tapi juga sekaligus merawat tubuh dari dalam, tanpa mengorbankan cita rasa makanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News