M O M S M O N E Y I D
AturUang

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Punya saldo ratusan juta tapi Anda tetap merasa miskin? Kenali money dysmorphia, penyebab, tanda, dan cara mengatasinya.

Punya tabungan Rp300 juta, tetapi masih takut uang habis setiap kali ingin membeli sesuatu? Kondisi seperti ini ternyata bisa terjadi, bahkan ketika secara angka seseorang sebenarnya cukup aman secara finansial.

Fenomena tersebut sering disebut money dysmorphia, yaitu kondisi ketika cara seseorang memandang keuangannya tidak sesuai dengan keadaan finansial yang sebenarnya.

Apa itu money dysmorphia?

Melansir dari Investopedia, money dysmorphia bukan diagnosis medis atau gangguan mental resmi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan kesenjangan antara kondisi keuangan seseorang dengan persepsinya terhadap uang.

Baca Juga: 5 Tujuan Kebebasan Finansial yang Dikejar Orang Kaya dan Jarang Banget Dibahas

Seseorang bisa memiliki tabungan besar, pendapatan stabil, dan kebutuhan yang terpenuhi, tetapi tetap merasa dirinya miskin. Sebaliknya, ada pula orang yang merasa mampu membeli banyak hal meski kondisi keuangannya sebenarnya terbatas.

Jadi, besar kecilnya saldo belum tentu menggambarkan seberapa aman seseorang merasa dengan kondisi finansialnya.

Kenapa tetap merasa miskin meski punya uang?

Salah satu pemicunya adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Media sosial membuat seseorang mudah melihat rumah baru, mobil, liburan, hingga gaya hidup mewah yang terlihat normal di linimasa.

Masalahnya, kondisi keuangan di balik unggahan tersebut tidak terlihat. Orang yang tampak serba berkecukupan bisa saja memiliki cicilan dan kewajiban finansial yang besar.

Pengalaman masa lalu juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang uang. Mereka yang pernah mengalami kesulitan ekonomi atau ketidakstabilan finansial bisa membawa rasa takut kekurangan sampai bertahun-tahun kemudian.

Tanda money dysmorphia yang perlu diperhatikan

Beberapa pola yang bisa menjadi perhatian antara lain:

  • Tetap merasa kekurangan meski kebutuhan utama terpenuhi.
  • Takut menggunakan uang untuk kebutuhan yang sebenarnya mampu dibayar.
  • Merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang.
  • Menghindari mengecek rekening karena takut melihat kondisi keuangan.
  • Berbelanja demi mengikuti gaya hidup lingkungan.
  • Sulit membedakan menabung secara sehat dengan menimbun uang karena takut kehabisan.

Contoh: punya Rp300 juta tapi tetap merasa miskin

Bayangkan seseorang memiliki dana Rp300 juta, tidak mempunyai utang konsumtif, dan membutuhkan Rp10 juta per bulan untuk biaya hidup.

Secara sederhana, Rp300 juta setara dengan 30 bulan biaya hidup. Namun, angka tersebut belum otomatis berarti kondisi finansialnya aman. Masih ada faktor lain seperti pendapatan, tanggungan keluarga, kebutuhan kesehatan, tujuan keuangan, serta dana darurat.

Baca Juga: 5 Cara Punya Uang Rp1 Miliar dari Gaji Menengah secara Bertahap dan Terukur

Jika secara objektif kebutuhannya terpenuhi tetapi ia tetap merasa tidak punya uang hanya karena melihat orang lain membeli rumah atau mobil, bisa jadi masalahnya bukan sekadar nominal saldo.

Cara mengubah pola pikir terhadap uang

Mulailah dengan melihat kondisi finansial berdasarkan angka, bukan sekadar perasaan. Catat pendapatan, pengeluaran, utang, tabungan, aset, dan kebutuhan rutin.

Kemudian buat batas yang jelas antara uang untuk kebutuhan, tabungan, tujuan finansial, dan hiburan. Dengan begitu, menggunakan sebagian uang untuk menikmati hasil kerja tidak selalu harus dianggap sebagai kesalahan.

Kebiasaan membandingkan diri di media sosial juga perlu dikurangi. Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kenapa barang ini memang saya butuhkan atau hanya ingin terlihat mampu seperti orang lain?

Jika rasa takut terhadap uang sudah mengganggu kehidupan sehari-hari atau membuat keputusan finansial menjadi sangat sulit, berkonsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi pilihan.

Literasi keuangan Indonesia terus meningkat

Fenomena ini semakin cocok ketika beberapa orang di Indonesia semakin banyak menggunakan produk dan layanan keuangan. 

Berdasarkan hasil SNLIK 2025 OJK dan BPS, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51%.

Angka tersebut menunjukkan bahwa memiliki akses ke layanan keuangan dan memahami cara menggunakannya merupakan dua hal yang berbeda. 

Menurut NerdWallet, literasi keuangan juga berkaitan dengan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan, kemampuan, dan tujuan pribadi.

Money dysmorphia memperlihatkan bahwa jumlah uang dan rasa aman secara finansial tidak selalu berjalan beriringan. 

Seseorang bisa memiliki ratusan juta rupiah, tetapi tetap merasa miskin karena pengalaman masa lalu, kecemasan, atau kebiasaan membandingkan diri.

Karena itu, jangan hanya bertanya “berapa saldo saya?”. Lebih penting melihat apakah pemasukan, pengeluaran, utang, tabungan, dan tujuan keuangan sudah berada dalam kondisi yang realistis. 

Dari sana, standar “cukup” bisa dibangun berdasarkan kehidupan sendiri, bukan berdasarkan apa yang terlihat di media sosial.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Kandungan Skincare yang Harus Dihindari oleh Remaja, Jangan Asal Pakai!

Penggunaan bahan skincare yang terlalu keras pada kulit remaja justru berisiko. Berikut 4 kandungan skincare yang harus dihindari oleh remaja.

Indonesia Vs Bangladesh 9-2: Drama Gol Antar Garuda ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah unggul produktivitas gol atas Malaysia.

4 Cara Memilih Bra untuk Remaja yang Nyaman dan Pas di Tubuh, Jangan Salah!

Sebagai panduan, berikut MomsMoney bagikan 4 cara memilih bra untuk remaja yang nyaman digunakan sehari-hari.

Denah Rumah 6×12 Meter Open Plan, Trik Bikin Hunian Kecil Terasa Lebih Lega

Denah rumah 6×12 meter open plan bisa terasa lebih lega dengan penataan ruang, furnitur, cahaya, dan sirkulasi yang tepat.

Panduan Diet Golongan Darah O: Apa Saja Makanan yang Disarankan dan Harus Dihindari?

Simak daftar makanan yang dianjurkan untuk golongan darah O, serta berbagai jenis makanan yang wajib dibatasi agar tubuh tetap sehat.

Money Dysmorphia: Saldo Ratusan Juta Tapi Tetap Merasa Miskin, Ini Faktanya

Punya saldo ratusan juta tapi Anda tetap merasa miskin? Kenali money dysmorphia, penyebab, tanda, dan cara mengatasinya.​

Jangan Terlambat! Kenali 6 Cara Merawat Jantung agar Tetap Sehat di Usia 30-an, yuk

Ketahui berbagai cara merawat jantung yang tepat di usia 30-an melalui pola hidup sehat, olahraga rutin, hingga manajemen stres.

7 Rumus Dekorasi Rumah Sederhana biar Ruangan Kecil Terlihat Berkelas

Ruangan kecil terasa membosankan? Coba 7 rumus dekorasi sederhana ini agar rumah lebih rapi, nyaman, dan punya karakter.

5 Bahaya Makan Sehari Sekali bagi Kesehatan, Benar Bisa Turunkan Berat Badan?

Waspadai berbagai risiko kesehatan dari pola makan sehari sekali, mulai dari lonjakan asam lambung hingga penurunan energi tubuh secara drastis.

4 Mitos Tentang Eksfoliasi Kulit yang Dipercaya Banyak Orang, Cek Faktanya!

Eksfoliasi harus dilakukan dengan pemahaman yang benar. Ini 4 mitos tentang eksfoliasi kulit yang perlu Anda ketahui.