MOMSMONEY.ID - Tren skincare di kalangan remaja kini semakin marak seiring pesatnya pengaruh media sosial. Namun, kulit remaja yang masih dalam tahap perkembangan memiliki kondisi yang cenderung lebih sensitif, tipis, dan belum membutuhkan bahan aktif dengan konsentrasi tinggi.
Banyak remaja tergiur oleh hasil instan tanpa memahami bahwa kebutuhan kulit mereka sangat berbeda dengan kulit orang dewasa.
Penggunaan bahan skincare yang terlalu keras pada kulit remaja justru berisiko merusak lapisan pelindung kulit (skin barrier), memicu iritasi kronis, hingga menyebabkan jerawat parah.
Baca Juga: 4 Cara Memilih Bra untuk Remaja yang Nyaman dan Pas di Tubuh, Jangan Salah!
Agar kulit tidak rusak, berikut 4 kandungan skincare yang harus dihindari oleh remaja sebagaimana dilansir dari American Academy of Dermatology, Healthline dan Verywell Health.
1. Retinol dan Retinoid
Retinol dan turunan vitamin A (retinoid) seperti tretinoin atau adapalene sangat populer di kalangan orang dewasa untuk mencegah penuaan dini dan merangsang produksi kolagen.
Namun, bagi remaja yang kulitnya masih memproduksi sel baru secara alami dan cepat, penggunaan retinol dan retinoid sangat tidak diperlukan.
Bahan ini bersifat sangat kuat dan dapat menyebabkan pengelupasan ekstrem, kulit menjadi sangat kering, kemerahan, serta meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari secara drastis. Kecuali jika diresepkan secara khusus oleh dokter spesialis kulit untuk kasus jerawat medis yang parah, remaja sebaiknya menghindari produk yang berlabel anti-aging atau mengandung retinol.
2. AHA dan BHA Konsentrasi Tinggi
Kandungan asam seperti glycolic acid dan lactic acid (AHA) serta salicylic acid (BHA) memang efektif untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori.
Namun, produk eksfoliasi yang mengandung konsentrasi tinggi (seperti produk peeling serum dengan AHA di atas 10% atau BHA di atas 2%) sangat keras untuk kulit remaja. Penggunaan eksfoliator kimia berkadar tinggi ini dapat mengikis skin barrier, menyebabkan luka bakar kimia ringan, dan membuat kulit memerah serta perih.
Jika remaja ingin mengatasi komedo atau jerawat ringan, pilihlah pembersih wajah atau pelembap dengan kandungan BHA konsentrasi sangat rendah (0.5% hingga 1%) yang aman dan digunakan secara bertahap.
Baca Juga: 4 Mitos Tentang Eksfoliasi Kulit yang Dipercaya Banyak Orang, Cek Faktanya!
3. Hydroquinone
Hydroquinone adalah bahan pencerah kulit berintensitas tinggi yang biasa digunakan secara medis untuk mengatasi hiperpigmentasi berat pada kulit dewasa.
Produk ini sama sekali tidak boleh digunakan oleh remaja tanpa pengawasan ketat dari dokter. Penggunaan hydroquinone secara sembarangan dapat menyebabkan kerusakan struktur kulit, ketergantungan, iritasi parah, bahkan kondisi bercak gelap permanen yang disebut okronosis.
Untuk mencerahkan bekas jerawat atau meratakan warna kulit, remaja jauh lebih aman menggunakan bahan pencerah alami yang lembut seperti niacinamide dengan konsentrasi rendah (di bawah 5%).
4. Niacinamide dan Vitamin C dengan Konsentrasi 10% atau Lebih
Meskipun niacinamide dan vitamin C dikenal sebagai bahan pencerah yang populer, namun produk dengan konsentrasi tinggi (seperti niacinamide 10% ke atas atau vitamin C murni berbentuk L-Ascorbic Acid di atas 15%) terlampau keras untuk kulit remaja.
Niacinamide berlebih dapat menyebabkan reaksi gatal, bentol-bentol kecil, hingga kemerahan akibat iritasi. Sementara itu, vitamin C murni memiliki tingkat keasaman (pH) yang sangat rendah sehingga mudah memicu rasa perih dan membakar skin barrier remaja yang masih tipis.
Remaja cukup menggunakan produk dengan konsentrasi rendah (seperti niacinamide 2%-5%) atau turunan vitamin C yang lebih stabil dan lembut untuk sekadar menjaga kelembapan serta kecerahan alami kulit.
Merawat kulit di usia remaja sebenarnya sangat sederhana dan tidak memerlukan banyak bahan aktif yang rumit. Cukup fokus pada tiga langkah basic skincare yaitu pembersih wajah yang lembut, pelembap yang sesuai jenis kulit, dan sunscreen setiap pagi. Dengan menghindari bahan-bahan keras di atas, kulit remaja akan tetap sehat, terlindungi, dan glowing secara alami.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News