MOMSMONEY.ID - Ini, lo, beberapa rekomendasi latihan untuk membakar lemak perut Anda. Mau coba praktikkan?
Lemak perut sering menjadi salah satu masalah yang membuat sebagian orang merasa kurang nyaman dengan bentuk tubuhnya. Selain memengaruhi penampilan, penumpukan lemak di area perut juga dapat berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan.
Lemak perut yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan metabolisme, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2.
Penumpukan lemak di perut dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pola makan yang kurang seimbang, kurangnya aktivitas fisik, hingga stres dan kurang tidur. Ketika tubuh jarang bergerak, kalori yang masuk tidak terbakar dengan optimal sehingga lebih mudah disimpan sebagai lemak.
Lemak perut dapat dikurangi dengan perubahan gaya hidup yang lebih aktif. Selain menjaga pola makan, olahraga juga menjadi salah satu cara efektif untuk membantu membakar lemak di area tubuh, termasuk perut. Latihan tertentu dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori sekaligus memperkuat otot inti.
Baca Juga: 8 Teh yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan dan Mengurangi Lemak Perut
Mengutip dari laman Health, di bawah ini beberapa rekomendasi latihan untuk membakar lemak perut:
1. Latihan interval intensitas tinggi atau HIIT
HIIT merupakan jenis latihan yang menggabungkan gerakan intensitas tinggi dalam waktu singkat dengan jeda istirahat yang singkat. Pola latihan ini dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori dalam waktu yang relatif lebih cepat.
Selama melakukan HIIT, tubuh bekerja dengan intensitas tinggi sehingga kebutuhan energi meningkat. Hal ini membuat tubuh membakar lebih banyak kalori dibandingkan latihan dengan intensitas rendah.
Selain itu, HIIT juga memicu efek yang disebut excess post exercise oxygen consumption atau EPOC. Efek ini membuat metabolisme tubuh tetap meningkat selama beberapa jam setelah latihan selesai. Akibatnya, tubuh masih terus membakar kalori bahkan setelah Anda berhenti berolahraga.
Beberapa contoh latihan yang sering digunakan dalam HIIT antara lain ayunan kettlebell, push up, lompat jongkok, mountain climber, dan burpee. Setiap gerakan dapat dilakukan selama 30 detik kemudian diikuti istirahat 30 detik. Latihan ini biasanya diulang selama 3 hingga 4 putaran.
Baca Juga: 5 Minuman untuk Menghilangkan Lemak Perut di Pagi Hari, Selamat Tinggal Perut Buncit!
2. Latihan kekuatan
Latihan kekuatan atau strength training juga dapat membantu mendukung proses pembakaran lemak. Meskipun jumlah kalori yang terbakar selama latihan ini tidak sebesar HIIT, latihan kekuatan memiliki manfaat lain yang penting.
Latihan ini membantu membangun massa otot. Otot termasuk jaringan yang aktif secara metabolik, artinya otot tetap membakar kalori bahkan saat tubuh sedang beristirahat.
Semakin besar massa otot yang dimiliki seseorang, semakin tinggi pula tingkat metabolisme saat tubuh tidak melakukan aktivitas. Hal ini berarti tubuh dapat membakar lebih banyak kalori sepanjang hari.
Meskipun peningkatan pembakaran kalori dari otot tidak terlalu besar, dalam jangka waktu panjang efeknya dapat berkontribusi terhadap penurunan lemak tubuh.
Untuk meningkatkan efektivitas latihan kekuatan, Anda dapat fokus pada gerakan majemuk yang melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus. Contohnya adalah deadlift, squat, dan bench press.
Mengurangi waktu istirahat antar set atau menggunakan teknik superset juga dapat membantu menjaga detak jantung tetap meningkat. Cara ini memungkinkan Anda membakar kalori melalui latihan kekuatan sekaligus mempertahankan detak jantung pada zona pembakaran lemak.
Baca Juga: 10 Buah yang Efektif Bakar Lemak Perut Anda, Mau Coba?
3. Kardio intensitas sedang
Latihan kardio dengan intensitas sedang juga dapat membantu tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Aktivitas ini biasanya melibatkan gerakan yang dilakukan secara stabil dalam waktu yang lebih lama.
Contoh kardio intensitas sedang antara lain berjalan cepat, bersepeda santai, atau jogging ringan. Latihan ini dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori sekaligus mendukung kesehatan jantung.
Kardio intensitas sedang dapat dilakukan setelah latihan kekuatan atau dikombinasikan dengan HIIT untuk meningkatkan total kalori yang terbakar.
Untuk memperoleh manfaat yang optimal, latihan kardio sebaiknya dilakukan dengan intensitas sekitar 60% hingga 70% dari detak jantung maksimal. Intensitas ini cukup efektif untuk membantu mengurangi lemak tubuh sekaligus menjaga stamina.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Menghilangkan Lemak Perut Anda, Cek yuk
Itulah beberapa rekomendasi latihan untuk membakar lemak perut. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News