M O M S M O N E Y I D
Bugar

Ini Dia Level Berbahaya Kadar Gula Darah bagi Penderita Diabetes

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Perhatikan, ya. Ini dia level berbahaya kadar gula darah bagi penderita diabetes yang wajib diwaspadai.

Diabetes adalah kondisi medis yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengelola kadar gula darah. Gula darah yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius.

Meskipun kadar gula darah yang sedikit naik atau turun mungkin tidak langsung berbahaya, namun jika dibiarkan terus-menerus, fluktuasi yang ekstrem dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh dan sistem tubuh lainnya.

Penderita diabetes harus memantau kadar gula darah mereka secara rutin untuk menghindari masalah jangka panjang.

Namun, seberapa tinggi atau rendah kadar gula darah bisa menjadi berbahaya bagi penderita diabetes?

Baca Juga: 11 Obat Herbal untuk Menurunkan Gula Darah dalam Tubuh secara Alami

Level Berbahaya Kadar Gula Darah bagi Penderita Diabetes

Bersumber dari laman Very Well Health, berikut ini adalah level berbahaya kadar gula darah bagi penderita diabetes:

1. Level Berbahaya Kadar Gula Darah Rendah

Jika Anda adalah penderita diabetes dan pernah mengalami gula darah rendah, Anda pasti tahu betapa tidak nyamannya kondisi tersebut dan betapa menakutkannya saat hal ini terjadi secara tiba-tiba.

Gejala gula darah rendah bisa berbeda-beda pada setiap orang, namun beberapa gejala umum yang sering muncul antara lain:

  • Gemetar
  • Mudah marah atau tidak sabar
  • Kebingungan, kecemasan, atau gugup
  • Rasa lapar berlebihan
  • Detak jantung meningkat (takikardia)
  • Berkeringat atau menggigil
  • Pusing atau merasa lemah
  • Mual
  • Kulit pucat
  • Rasa kantuk
  • Penglihatan kabur
  • Kesemutan atau mati rasa di bibir, lidah, atau pipi
  • Sakit kepala
  • Masalah koordinasi atau gerakan yang canggung
  • Mimpi buruk atau menangis saat tidur
  • Kejang

American Diabetes Association (ADA) mendefinisikan hipoglikemia berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Hipoglikemia Tingkat 1: Kadar gula darah kurang dari 70 mg/dL tetapi lebih dari atau sama dengan 54 mg/dL (3,0 mmol/L). Pada tahap ini, gejala mungkin mulai muncul, namun masih bisa ditangani dengan penyesuaian pola makan atau pemberian karbohidrat cepat.
  • Hipoglikemia Tingkat 2: Kadar gula darah turun di bawah 54 mg/dL. Pada tahap ini, gula darah sangat rendah, yang bisa menyebabkan gangguan pada fungsi otak dan tubuh, serta memerlukan tindakan cepat untuk mengatasi gejala. Tanpa penanganan, kondisi ini bisa membuat penderitanya kehilangan kesadaran.
  • Hipoglikemia Tingkat 3: Ini adalah hipoglikemia parah yang menyebabkan perubahan pada fungsi mental atau fisik yang memerlukan bantuan orang lain untuk mengatasi. Pada tahap ini, penderita tidak bisa mengatasi gula darah rendah secara mandiri. Hipoglikemia tingkat 3 sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 yang menggunakan insulin. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi kejang, kehilangan kesadaran, atau bahkan koma.

Baca Juga: Manfaat Pare untuk Diabetes Menurut Penelitian, Ini Penjelasannya

2. Level Berbahaya Kadar Gula Darah Tinggi

Hiperglikemia kronis atau gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kecil (mikrovaskular) dan pembuluh darah besar (makrovaskular).

Bagi penderita diabetes, target gula darah harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing, termasuk usia, jenis diabetes, durasi penyakit, dan masalah kesehatan lainnya. Namun, secara umum, target kadar gula darah untuk orang dewasa dengan diabetes adalah:

  • Gula darah puasa: 80 hingga 130 mg/dL
  • Gula darah setelah makan (1-2 jam setelah makan): Kurang dari 180 mg/dL

Gula darah dianggap berbahaya ketika sering melebihi angka-angka ini, terutama jika terjadi berulang kali. Jika Anda melihat pola gula darah yang tinggi, atau jika kadar gula darah meningkat dan disertai gejala-gejala tertentu, maka itu bisa menjadi tanda adanya masalah yang perlu diatasi dengan perubahan pengobatan.

Gula darah tinggi juga dianggap berbahaya ketika disertai dengan keton dalam darah, yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Ketosis ini dapat menjadi masalah serius dan memerlukan perhatian medis.

Adapun beberapa gejala umum gula darah tinggi sebagai berikut:

  • Haus yang berlebihan (polidipsia)
  • Sering buang air kecil (poliuria)
  • Rasa lapar yang meningkat (polifagia)
  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki

Pada kadar gula darah yang sangat tinggi, dapat terjadi dua kondisi darurat yang berbahaya, yaitu Ketoasidosis Diabetik (DKA) dan Sindrom Hiperglikemik Non-Ketosik Hiperosmolar (HHNS). Keduanya membutuhkan perhatian medis segera.

Baca Juga: Ini Menu Sarapan yang Bantu Mengatur Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Ketoasidosis Diabetik (DKA)

DKA terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengolah glukosa, sehingga tubuh mulai membakar lemak untuk energi dan menghasilkan keton yang dapat membuat darah menjadi asam. Hal ini bisa berbahaya dan memerlukan penanganan medis yang segera. Gejala DKA termasuk:

  • Haus yang berlebihan
  • Sering buang air kecil
  • Pernapasan cepat dan dalam (pernapasan Kussmaul)
  • Mual, muntah, dan sakit perut
  • Kulit dan mulut kering
  • Nafas berbau seperti buah
  • Nyeri otot dan kelelahan ekstrem

Jika tidak segera ditangani, DKA dapat menyebabkan koma atau bahkan kematian.

Baca Juga: 12 Cara Menurunkan Kadar Insulin yang Efektif, Bantu Turunkan Risiko Diabetes

Sindrom Hiperglikemik Non-Ketosik Hiperosmolar (HHNS)

HHNS lebih sering terjadi pada penderita diabetes tipe 2 yang memiliki infeksi atau kondisi medis lain yang memperburuk gula darah mereka. Kondisi ini dapat menyebabkan gula darah sangat tinggi (lebih dari 600 mg/dL) dan gejala lainnya seperti:

  • Peningkatan rasa haus dan sering buang air kecil
  • Kelemahan
  • Mual
  • Penurunan berat badan
  • Mulut dan kulit kering
  • Demam
  • Kebingungan dan kejang

HHNS juga memerlukan perhatian medis segera.

Baca Juga: Begini Cara Menurunkan Kadar Gula Darah dengan Cepat dan Efektif

Kapan Harus Memeriksa Keton?

Memeriksa keton dalam darah sangat penting ketika kadar gula darah tinggi, khususnya di atas 240 mg/dL. Pemeriksaan keton sangat dianjurkan bagi mereka yang menggunakan insulin atau pompa insulin, atau bagi mereka yang mengalami gula darah yang tidak turun meski sudah diberi dosis insulin tambahan.

Itu dia ulasan tentang level berbahaya kadar gula darah bagi penderita diabetes yang wajib diwaspadai. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbaiki Kadar Gula Darah, Intip Apa Saja Manfaat Makan Oatmeal di Sini

 Menyehatkan tubuh secara menyeluruh jika dikonsumsi rutin, ketahui manfaat makan oatmeal di sini, yuk.  

7 Fitur Dapur yang Mulai Ditinggalkan Milenial, Desain Praktis Kini Lebih Dilirik

Tujuh fitur dapur ini mulai ditinggalkan milenial. Simak alasannya dan temukan inspirasi desain modern yang lebih praktis untuk rumah.  

Hormon Jadi Seimbang, Ternyata Ini Manfaat Nanas untuk Perempuan

Merupakan buah yang kaya nutrisi, mari ketahui apa saja manfaat buah nanas bagi perempuan jika rutin dikonsumsi.​  

Rekomendasi Tumbler Stainless Steel Tahan Dingin 24 Jam, Minuman Tetap Segar!

Tumbler tanpa pengunci tutup berisiko bocor di dalam tas. Ketahui sistem penguncian terbaik sebelum Anda memutuskan membeli.  

Katalog Promo JSM Alfamidi Periode 16-18 Oktober 2026, Sunlight Harga Spesial!

Cek dan manfaatkan promo JSM Alfamidi periode 16-18 Oktober 2026 untuk belanja hemat selama akhir pekan ini.

Minuman Terbaik di Pagi Hari: Bantu Rontokkan Kolesterol Tinggi dengan Cepat

Kandungan peptida dan flavonoid pada minuman terbaik di pagi hari efektif bantu meningkatkan reseptor LDL hati. Cek daftar lengkapnya di sini.  

Mau tahu Zodiak yang Paling Chill dan Santai Banget? Cek Daftarnya Ini

Mau tahu zodiak apa saja yang dikenal punya kepribadian santai dan chill banget? Ini daftar nama zodiaknya.  

Tren Rumbai Kembali Naik Daun, Ini Cara Simpel Bikin Dekorasi Rumah Lebih Berkarakter

Tren rumbai kembali menghiasi interior rumah. Simak cara mudah mempercantik sofa, tirai, dan kursi agar ruangan makin estetik.  

Webster Green HC-130 Jadi Warna 2027, Sentuhan Hijau Klasik untuk Rumah Modern

Webster Green HC-130 jadi warna di 2027 dengan nuansa hijau klasik. Simak inspirasinya untuk rumah modern yang nyaman dan estetik.

6 Cara Menurunkan Berat Badan bagi Penderita Diabetes, Pasti Berhasil!

Inilah 6 cara menurunkan berat badan bagi penderita diabetes yang terbukti aman dan efektif. Simak sampai akhir, ya.