IHSG Rabu (28/10) Berbalik Naik Tipis 0,31% ke Level 5.282
Investor asing mencatatkan aksi beli dan borong saham BBCA hingga naik 7%. IHSG berhasil naik tipis 0,31% ke level 5.282.
Investor asing mencatatkan aksi beli dan borong saham BBCA hingga naik 7%. IHSG berhasil naik tipis 0,31% ke level 5.282.
IHSG pada Selasa (27/10) tidak bertenaga dan anjlok 1,99% ke level 5.266. Saham perbankan besar juga kompak ditutup turun.
Tekanan jual oleh investor asing dan pelemahan rupiah perlu investor cermati. Berikut pilihan saham di sektor perbankan yang menarik.
IHSG berpotensi volatilitas tinggi dengan rebound jangka pendek merespons laporan keuangan, arah suku bunga dan kabar dari regulator.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 49,47 poin atawa 0,94% ke level 5.328 pada perdagangan Rabu (21/10).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 282,28 poin atawa 5,65% ke level 5.278. Saham BBCA naik 7%.
Nett sell asing di pasar saham Indonesia secara year to date di angka Rp 111 triliun, perbesar risiko volatilitas dan menghambat pemulihan pasar.
IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,1 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Simak analisis dari Analis Dupoin Futures.
Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai peluang Indonesia turun kelas sangat kecil dan meminta investor tetap rasional.
Mirae Asset Sekuritas menyarankan pendekatan yang lebih selektif di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
IHSG ditutup anjlok 768,67 poin atau turun 11,57% ke level 5.185 pada Jumat (16/10). BSWD, ABDA, TRUK jadi top gainers.
Tekanan IHSG berlanjut di tengah koreksi saham konglomerasi, sementara perhatian investor juga tertuju pada akuisisi BYAN.
Setelah turun beberapa hari, IHSG pada Rabu (14/10) berbalik naik tipis. Asing mendominasi aksi jual saham hari ini.
Setelah anjlok dalam kemarin, IHSG pada Selasa (13/10) belum bertenaga. Saham berkapitalisasi besar juga masih tertekan.
Rapor sebagian besar instrumen investasi secara year to date masih minus. Masih layak dipertahankan atau saatnya bersih-bersih?
Sebanyak 901 saham ditutup melemah pada Senin (12/10). MBSS, CCSI, dan MAPB memimpin daftar top losers.
Setelah berturut-turut melemah, IHSG pada akhir pekan, Jumat (9/10), berbalik naik 1,04% ke Level 6.093.
Kamis (8/10), IHSG belum memiliki tenaga untuk menguat. IHSG hari ini ditutup turun 15,44 poin atawa 1,88% ke level 6.031.
Tak sedikit saham big caps tumbang, sementara saham AKKU, ASMI, dan PGLI menjadi top gainers pada Rabu (7/10).
Di tengah penguatan IHSG, saham BBCA dan BBRI justru terkoreksi pada perdagangan Selasa (6/10).
IHSG pada Senin (5/10) ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 205 miliar.
IHSG pada Jumat ditutup menguat meskipun asing mencatat jual bersih alias net sell Rp 1,17 triliun.
Sejak tiga hari yang lalu, IHSG belum bisa bangkit dan masih terseret turun higga menyentuh level 6.009 di Kamis (1/10).
IHSG Rabu (30/) masih ditutup melemah. Saham-saham berkapitalisasi besar juga kompak bergerak turun.
Asing masih catatkan net sell dalam perdagangan IHSG, Selasa (29/9). Alhasil IHSG ditutup turun 0,43%.
Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy