IHSG di Akhir Pekan (6/11) Menguat 0,40% ke level 5.050
IHSG kembali sentuh level 5.000. Jumat (6/11), IHSG naik 20,17 poin atawa 0,40% ke level 5.050
IHSG kembali sentuh level 5.000. Jumat (6/11), IHSG naik 20,17 poin atawa 0,40% ke level 5.050
Risiko reklasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market dinilai dapat memengaruhi arus modal asing
Setelah anjlok kemarin, IHSG pada Rabu (4/11) menguat tipis. Saham big caps juga ikut menguat tipis.
Pasar saham domestik kembali tidak berdaya. IHSG Selasa (3/11), anjlok 3,78% ke Level 4.904.
Di tengah pergerakan saham yang belum terlalu bertenaga, simak saham top gainers yang berhasil unggul.
Investor asing mencatatkan aksi beli dan borong saham BBCA hingga naik 7%. IHSG berhasil naik tipis 0,31% ke level 5.282.
IHSG pada Selasa (27/10) tidak bertenaga dan anjlok 1,99% ke level 5.266. Saham perbankan besar juga kompak ditutup turun.
Tekanan jual oleh investor asing dan pelemahan rupiah perlu investor cermati. Berikut pilihan saham di sektor perbankan yang menarik.
IHSG berpotensi volatilitas tinggi dengan rebound jangka pendek merespons laporan keuangan, arah suku bunga dan kabar dari regulator.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 49,47 poin atawa 0,94% ke level 5.328 pada perdagangan Rabu (21/10).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 282,28 poin atawa 5,65% ke level 5.278. Saham BBCA naik 7%.
Nett sell asing di pasar saham Indonesia secara year to date di angka Rp 111 triliun, perbesar risiko volatilitas dan menghambat pemulihan pasar.
IHSG ditutup anjlok 11,57% ke level 5.185,1 pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Simak analisis dari Analis Dupoin Futures.
Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai peluang Indonesia turun kelas sangat kecil dan meminta investor tetap rasional.
Mirae Asset Sekuritas menyarankan pendekatan yang lebih selektif di tengah volatilitas pasar yang tinggi.
IHSG ditutup anjlok 768,67 poin atau turun 11,57% ke level 5.185 pada Jumat (16/10). BSWD, ABDA, TRUK jadi top gainers.
Tekanan IHSG berlanjut di tengah koreksi saham konglomerasi, sementara perhatian investor juga tertuju pada akuisisi BYAN.
Setelah turun beberapa hari, IHSG pada Rabu (14/10) berbalik naik tipis. Asing mendominasi aksi jual saham hari ini.
Setelah anjlok dalam kemarin, IHSG pada Selasa (13/10) belum bertenaga. Saham berkapitalisasi besar juga masih tertekan.
Rapor sebagian besar instrumen investasi secara year to date masih minus. Masih layak dipertahankan atau saatnya bersih-bersih?
Sebanyak 901 saham ditutup melemah pada Senin (12/10). MBSS, CCSI, dan MAPB memimpin daftar top losers.
Setelah berturut-turut melemah, IHSG pada akhir pekan, Jumat (9/10), berbalik naik 1,04% ke Level 6.093.
Kamis (8/10), IHSG belum memiliki tenaga untuk menguat. IHSG hari ini ditutup turun 15,44 poin atawa 1,88% ke level 6.031.
Tak sedikit saham big caps tumbang, sementara saham AKKU, ASMI, dan PGLI menjadi top gainers pada Rabu (7/10).
Di tengah penguatan IHSG, saham BBCA dan BBRI justru terkoreksi pada perdagangan Selasa (6/10).
Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy