MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global berfluktuasi di dekat US$ 5.000 per troi ons. Konflik di Timur Tengah memasuki minggu ketiga dan investor mempertimbangkan pelemahan dollar AS di tengah ancaman berkelanjutan terhadap pasokan minyak global.
Mengutip Bloomberg, Senin (16/3), harga emas spot turun 0,63% menjadi US$ 4.988,10 per troi ons pukul 16.35 WIB. Harag emas hari ini bergulir di sekitar US$ 5.000, setelah turun selama dua minggu berturut-turut, di bawah tekanan kenaikan harga minyak dan inflasi yang muncul dari perang antara AS-Israel dengan Iran.
Indeks dollar AS yang turun hingga 0,3%, memberikan dukungan bagi komoditas yang dihargai dalam mata uang AS.
Ketidakpastian mengenai berapa lama perang akan berlangsung menyebabkan sulit untuk menilai dampaknya terhadap pasar dan perekonomian secara lebih luas. Seorang ajudan Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik tersebut bisa berlangsung empat minggu hingga enam minggu.
Sementara, kedua belah pihak telah memberikan sinyal beragam. Trump mengatakan Iran ingin membuat kesepakatan. Namun, Washington mengingingkan persyaratan yang lebih baik, sementara Teheran mengatakan bahwa mereka belum meminta pembicaraan atau gencatan senjata.
Baca Juga: Harga Emas Global Turun Dua Hari, Ini Penyebab Emas Loyo!
Selama akhir pekan, AS menyerang pusat ekspor minyak utama Iran, sedangkan Teheran melanjutkan serangan terhadap infrastruktur energi di berbagai negara di sekitar Teluk Persia.
Seiring berlanjutnya perang, prospek penurunan suku bunga semakin menipis. Data terbaru pengeluaran konsumen AS yang dirilis Jumat, menunjukkan pengeluaran hampir tidak meningkat pada Januari, karena pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan, bahkan sebelum perang dimulai.
Para pedagang kini hampir tidak melihat peluang penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed minggu ini. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya membebani logam mulia, yang tidak memberikan bunga.
Menurut Manav Modi, Analis Komoditas di Motilal Oswal Financial Servies Ltd., harga emas mengalami jeda sejak konflik dimulai karena kekhawatiran tentang inflasi yang berkepanjangan. "Dan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu lama, menutupi permintaan aset safe haven," katanya mengutip Bloomberg, Senin (16/3).
Baca Juga: Merosot! Berikut Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Senin (16/3)
Meskipun momentum kenaikan telah terhenti, harga emas masih naik sekitar 16% pada tahun ini. Kekhawatiran terhadap stagflasi, kombinasi pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi tinggi, dapat mendorong investor untuk memilih emas sebagai penyimpan nilai yang lebih naik dalam jangka panjang.
Kyle Rodda, Analis Capital.com, mengatakan, emas batangan mungkin juga akan mendapat dukungan dalam jangka panjang, karena perang mengikis kepercayaan terhadap AS di antara musuh dan semakin banyak sekutu.
"Meski efek positif apa pun mungkin terbatas, jika bank sentral menaikkan suku bunga secara agresif untuk mengendalikan inflasi," imbuhnya, sebagaimana dilansir Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News