MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global mengukir rekor all time high atau tertinggi sepanjang masa. Meningkatnya ketegangan geopolitik dan spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserves, menambah dorongan bagi emas menuju kinerja tahunan terbaik dalam lebih dari empat dekade.
Mengutip Bloomberg, Senin (22/12) pukul 12.34 WIB, harga emas spot mencapai rekor tertinggi US$ 4.409,57 per troi ons. Harga emas hari ini naik lebih dari 1%, melampaui rekor tertinggi sebelumnya US$ 4.381 per troi ons yang dicapai Oktober lalu.
Pada pedagang bertaruh bahwa The Fed akan memangkas suku bunga dua kali pada 2026, setelah serangkaian data ekonomi pekan lalu tidak memberikan kejelasan lebih lanjut tentang prospeknya, meskipun Presiden AS Donald Trump telah menganjurkan penurunan suku bunga secara agresif.
Kebijakan moneter yang lebih longgar, pendorong bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga: Naik dan Tembus Rp 2,5 Juta, Harga Emas Antam Hari Ini (22/12) Cetak Rekor Tertinggi
Ketegangan geopolitik yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir juga telah meningkatkan daya tarik emas sebagai safe haven. AS telah memperkuat blokade minyak melawan Venezuela, meningkatkan tekanan pada pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Di sisi lain, Ukraina menyerang kapal tanker minyak Rusia dari armada bayangan di Laut Mediterania untuk pertama kalinya.
Emas menuju kenaikan tahunan terkuat sejak 1979, dengan naik 65%, didukung oleh pembelian bank sentral dan arus masuk ke dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF). Menurut data yang dikumpulkan Bloomberg, ETF emas mencatat peningkatan arus masuk lima minggu beruntun. Angka dari World Gold Council menunjukan total kepemilikan dalam ETF meningkat setiap bulan, kecuali Mei.
Harga emas pulih dengan cepat setelah turun dari puncaknya pada Oktober, ketika reli tersebut dianggap terlalu panas. Goldman Sachs Group Inc., salah satu dari beberapa bank yang memprediksi harga akan terus naik pada 2026. Mereka mengeluarkan skenario dasar harga emas sebesar US$ 4.900. Investor ETF disebut mulai bersaing dengan bank sentral untuk mendapatkan pasokan fisik yang terbatas.
Baca Juga: Pasar Kripto Memantul Naik, Audiera (BEAT) Menduduki Puncak Kripto Top Gainers.
"Pembelian oleh bank sentral, permintaan fisik, dan lindung nilai geopolitik, tetap menjadi jangkar jangka menengah hingga panjang, sementara kebijakan Fed dan suku bunga riil terus mendorong fluktuasi siklus," menurut Di Lin Wu, Ahli strategi di Pepperstone Group Ltd., mengutip Bloomberg, hari ini.
Para mendatang baru, seperti penerbit stablecoin Tether dan departemen keuangan perusahaan tertentu, mulai mengalokasikan dana ke emas. Basis modal yang lebih luas ini menambah ketahanan terhadap permintaan.
Selanjutnya: Masih Konsolidasi, Pasar Kripto Berpeluang Menguat Awal 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News