MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global turun untuk hari kedua. Rilis data inflasi AS meredupkan prospek penurunan suku bunga dan perang di Timur Tengah mendorong harga minyak naik.
Mengutip Bloomberg, Kamis (12/3), harga emas spot turun sempat turun 1%, sebelum sedikit memantul ke US$ 5.164,70 per troi ons pada pukul 14.07 WIB. Harga emas siang ini masih turun 0,23%, melanjutkan penurunan sebesar 0,3% pada sesi Rabu.
Meskipun inflasi inti AS terkendali di awal tahun, sebelum konflik dimulai, proyeksi ke depan kekhawatiran inflasi telah mengurangi kemungkinan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Indeks dollar AS naik hingga 0,3%.
Sementara, Uni Eropa memperingatkan bahwa inflasinya bisa melampaui 3% pada tahun ini.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Stabil di bawah US$ 5.200 saat Dollar Melemah
Menurut Hebe Chen, Analis di Vantage Markets, penurunan harga emas lebih terlihat seperti jeda, bukan menyerah. Ekspektasi tekanan harga yang menguat telah menghidupkan kembali dollar dan menunda pelonggaran kebijakan The Fed dalam waktu dekat, untuk sementara menggeser emas di pasar yang hanya dapat memilih satu aset aman dalam satu waktu.
Hampir dua minggu setelah perang AS-Israel versus Iran dimulai, pertempuran terus mengganggu produksi dan penyulingan minyak di seluruh Timur Tengah. Minyak Brent melompat di atas US$ 100 per barel pada Kamis, karena kekhawatiran konflik berkepanjangan melampaui dampak terbesar yang pernah terjadi.
Selain menghadapi prospek suku bunga yang lebih tinggi, suatu hambatan bagi emas yang tidak memberikan bunga, emas adalah sumber likuiditas yang digunakan oleh investor untuk menopang portofolio mereka ketika dibutuhkan.
Harga emas masih naik hampir 20% tahun ini berjalan, ditopang perannya sebagai aset aman di saat terjadi gejolak geopolitik. Meskipun perdagangan berfluktuasi dan momentum kenaikan telah terhenti sejak perang dimulai pada 28 Februari. "Perdagangan aset aman belum berakhir, hanya sedang mengambil nafas sejenak," kata Chen mengutip Bloomberg, Kamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News