MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global terus naik ke level tertinggi sepanjang masa, mendekati US$ 5.000 per troi ons. Risiko geopolitik dan ancaman baru terhadap independensi Federal Reserves, mendukung reli harga emas yang mencetak rekor.
Mengutip Bloomberg, Jumat (23/1), harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.954,19 per troi ons pada pukul 10.10 WIB. Harga emas berada di jalur kenaikan mingguan hampir 8%, didukung dollar AS yang lebih lemah.
Index dollar, indikator kekuatan mata uang AS yang turun 0,8% minggu ini, menyebabkan emas lebih murah bagi sebagian besar pembeli.
"Pasokan emas tidak cukup untuk mendiversifikasi pasar AS dan ketegangan geopolitik, yang membuat batas harga menjadi agak rapuh," kata Ahmad Assiri, Ahli strategi di Pepperstone Group Ltd, melansir Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Melonjak Gila-gilaan, Harga Emas Antam Hari Ini Jumat 23 Januari 2026 Rekor Baru
Setelah mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979 pada tahun lalu, emas lanjut reli pesat, dengan kenaikan 15% di awal tahun ini. Serangan baru Presiden AS Donald Trump terhadap The Fed, intervensi militer di Venezuela dan ancaman untuk mencaplok Greenland, menambah dorongan terjadinya debasement trade atau perdagangan penurunan nilai mata uang. Investor menarik diri dari obligasi pemerintah dan mata uang, beralih pada aset aman alternatif seperti emas.
Meskipun Trump telah menarik kembali ancaman untuk menerapkan tarif terhadap negara-negara Eropa, kesepakatan yang meredakan krisis Greenlad minggu ini mencakup penempatan rudal AS di pulau itu, serta hak penambangan dan kehadiran keamanan NATO yang lebih kuat.
Investor juga menantikan pilihan Trump untuk pejabat Ketua The Fed berikutnya. Ia menegaskan bahwa sudah memiliki sseeorang yang diincar untuk posisi tersebut. Seorang pemimpin yang lebih lunak akan meningkatkan taruhan terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut tahun ini, yang positif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Belum Bosan Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Hari Ini Tembus US$ 4.800
Goldman Sachs Group Inc. menaikkan perkiraan harga emas akhir tahun ini menjadi US$ 5.400 dari sebelumnya US$ 4.900 per troi ons. Mengutip Bloomberg, analis Daan Struyven dan Lina Thomas menyebut bahwa risiko sangat condong ke arah positif, karena investor swasta mungkin akan melakukan diversifikasi lebih lanjut di tengah ketidakpastian kebijakan global yang masih berlanjut.
Selanjutnya: 3 Desa Nunukan Masuk Malaysia, Ini Nasib Warga Negara yang Terimbas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News