MOMSMONEY.ID - Cegah komplikasi gula darah tinggi sejak dini, konsumsi makanan sehat berikut ini. Gula darah tinggi terjadi saat setelah makan, pankreas akan melepaskan insulin atau hormon yang mengangkut molekul glukosa dari darah ke dalam sel.
Mary Ellen Phipps, dokter ahli gizi, menjelaskan, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang mulai merusak pembuluh darah kecil di mata, ginjal, jantung, dan saraf. Hal tersebut berkontribusi pada gejala dan komplikasi terkait diabetes.
Dilansir dari Eatingwell.com, komplikasi ini meliputi masalah penglihatan, sering buang air kecil, dan nyeri neuropatik.
Baca Juga: Gejala Gula Darah Tinggi: Leher Gelap Hingga Sering Buang Air Kecil Malam Hari
Makanan yang aman untuk pasien gula darah tinggi
Gula darah secara alami meningkat sebagai respons terhadap makanan yang dikonsumsi. Tetapi, gula darah dapat melonjak jika Anda mengonsumsi makanan olahan atau tinggi gula.
Untungnya, delapan makanan ini lezat bisa membantu menjaga gula darah tetap terkontrol:
1. Brokoli
Salah satu prinsip diet penurun gula darah adalah mendapatkan jumlah serat yang cukup setiap hari. Di dalam tubuh, serat membantu memperlambat pencernaan dan menjaga gula darah tetap stabil.
Pria harus menargetkan 30 hingga 38 gram serat per hari dan wanita harus menargetkan 21 hingga 25 gram serat per hari. Pilih serat dari seperti brokoli, kembang kol, dan asparagus.
2. Raspberi
Banyak buah kaya akan gula alami dan cenderung menyebabkan gula darah naik. Tetapi beri dan raspberi kaya akan serat, nutrisi yang membantu memperlambat penyerapan gula.
Sehingga, mengonsumsi raspberi justru menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Baca Juga: Jangan Asal Konsumsi! Ini 15 Daftar Makanan Bahaya bagi Penderita Sakit Ginjal
3. Alpukat
Buah yang sedang tren dan kaya lemak sehat ini memiliki beberapa keunggulan. Pertama, seperempat alpukat mengandung lebih dari 3 gram serat dan 7 gram lemak, kombinasi yang membantu mencegah lonjakan glukosa darah.
Sumber lemak nabati ini juga kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung.
4. Kacang-kacangan
Kacang almond, pistachio dan kenari mengandung berbagai vitamin dan mineral. Selain itu, makanan ini juga menyediakan protein, lemak, dan serat.
Kombinasi tersebut menstabilkan respons glikemik tubuh. Dalam studi yang diterbitkan oleh Nutrition & Metabolism, para peneliti meneliti pasien Tiongkok dengan diabetes tipe 2 dan menambahkan sekitar 2 ons almond ke dalam diet harian.
Hasilnya, kadar gula darah pasien jadi lebih terkontrol.
5. Kacang hitam
Kacang hitam menawarkan sumber karbohidrat kompleks yang kaya akan serat dan protein. Kacang membantu memperlambat peningkatan gula darah agar Anda merasa kenyang lebih lama.
Setengah cangkir kacang hitam mengandung lebih dari 7 gram protein dan 8 gram serat. Tambahkan beberapa kacang ke dalam salad atau makan semangkuk cabai untuk makan siang agar terhindar dari rasa lemas di sore hari.
Baca Juga: Gula Darah Tetap Stabil! Ini 6 Pilihan Buah untuk Orang Diabetes yang Aman
6. Oatmeal
Jika tidak memilih dengan cermat, semangkuk sereal mungkin berisi biji-bijian olahan dan tinggi gula. Keduanya dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa darah.
Oatmeal yang rendah gula dan tidak melewati proses olahan berlebih bisa menjaga kadar gula darah tetap stabil.
7. Udang
American Heart Association merekomendasikan makan ikan dua kali seminggu untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini sangat penting dalam konteks pelacakan gula darah, karena gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah yang menuju ke jantung.
Sehingga, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Masukkan juga sumber protein tanpa lemak seperti udang, salmon dan tuna yang kaya akan omega-3.
8. Minyak zaitun
Saat membangun pola makan yang berfokus pada gula darah, cobalah menyusun piring yang mencakup protein, lemak, dan karbohidrat. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan energi dari karbohidrat ditambah efek protein dan lemak yang menstabilkan gula darah.
Minyak zaitun tidak hanya menyehatkan jantung, tetapi juga bantu menurunkan kadar A1C. Ini juga menurunkan gula darah puasa pada pasien diabetes, menurut meta-analisis dari 29 studi di Nutrition & Diabetes.
Bagi mereka yang tidak menderita diabetes, mengonsumsi minyak zaitun dikaitkan dengan risiko 16% lebih rendah terkena penyakit ini. Antioksidan dalam minyak tersebut memiliki efek menguntungkan pada metabolisme glukosa.
Itulah berbagai makanan yang aman untuk pasien gula darah tinggi, bantu mencegah komplikasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News