MOMSMONEY.ID - Lewat Program Green Guardians, anak Indonesia tidak hanya paham soal lingkungan, tetapi juga terbiasa menjaga Bumi sejak dini.
Program Green Guardians merupakan kolaborasi Kitabisa.org dan Bakti Barito yang menargetkan investasi sosial lebih dari Rp 13 miliar untuk pendidikan iklim di Indonesia.
Dalam program ini, siswa terlibat dalam berbagai aktivitas praktis, mulai dari kampanye pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah, hingga penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).
Pendekatan ini membuat anak tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga terbiasa melakukan aksi nyata.
Ketua Kitabisa Alfatih Timur mengatakan, Program Green Guardians dirancang dengan skema pendanaan berkelanjutan.
“Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan (matching) donasi publik dan reinvestasi strategis,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (27/4).
Ke depan, program ini akan menjangkau 222 sekolah dalam lima tahun. Dengan pendekatan ini, harapannya, semakin banyak anak Indonesia yang tidak hanya paham soal lingkungan, tetapi juga terbiasa menjaga Bumi sejak dini.
Baca Juga: Kelola Sampah Rumah Tangga untuk Tingkatkan Ekonomi Lokal
Alfatih menambahkan, dengan memanfaatkan model Wakaf Produktif, Kitabisa memastikan, setiap rupiah bekerja lebih keras.
Struktur blended finance ini menciptakan ekosistem pendanaan berkelanjutan yang akan mendukung pendidikan iklim selama bertahun-tahun.
Tak hanya siswa, guru dan sekolah juga mendapat pendampingan, termasuk untuk mendorong pencapaian Sekolah Adiwiyata.
Direktur Bakti Barito Dian A. Purbasari menyebutkan, program ini sudah memberi dampak nyata.
“Bakti Barito telah mendukung Program Adiwiyata melalui Program Green Guardians karena itu program pemerintah yang sangat bagus dan telah memberikan dampak nyata bagi sekolah-sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan,” jelasnya.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tenaga Ahli Kementerian LH Jo Kumala Dewi mengapresi program tersebut.
“Karena selaras dengan upaya kementerian dalam mempercepat pencapaian Sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh terhadap krisis iklim," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News