MOMSMONEY.ID - Edukasi siaga bencana sejak dini penting agar anak-anak tidak panik saat menghadapi situasi darurat.
Melalui kolaborasi TOA Indonesia dan Universitas Indonesia, edukasi ini kini dikemas lebih mudah dipahami lewat video animasi.
Program ini menyasar 5.000 siswa sekolah dasar di wilayah rawan bencana, dengan materi sederhana tentang respons menghadapi kebakaran, gempa bumi, dan tsunami.
Brand & Community Manager TOA Indonesia, Clara Dinny Aryanti, mengatakan, selama ini, TOA Indonesia dikenal luas untuk penyediaan sistem pengeras suara di rumah ibadah.
Baca Juga: Tanggap Darurat! 5 Rekomendasi Tas Siaga Bencana & Isi Wajib yang Harus Disiapkan
Namun, lebih dari itu, TOA sebagai perusahaan yang berakar dari Jepang memiliki DNA kuat dalam pengembangan sistem peringatan darurat.
"Kami meyakini bahwa peran TOA di Indonesia tidak berhenti pada kehadiran perangkat semata, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara optimal, hingga memberikan kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat," ungkapnya dalam keterangan resmi, Senin (4/5).
Ia menekankan, edukasi harus berjalan beriringan dengan teknologi agar kesiapsiagaan benar-benar efektif.
Dari program ini, ada beberapa cara sederhana yang bisa diajarkan ke anak untuk waspada bencana.
Pertama, kenalkan jenis bencana di sekitar. Anak perlu tahu risiko seperti gempa atau kebakaran agar tidak panik saat terjadi.
Baca Juga: Mulai Menabung Sejak Dini: Tips Jitu Keuangan untuk Pelajar Indonesia
Kedua, ajarkan langkah respons dasar. Misalnya saat gempa berlindung di bawah meja, atau segera keluar mengikuti jalur evakuasi saat kebakaran.
Ketiga, biasakan simulasi. Latihan rutin membantu anak lebih siap dan sigap dalam kondisi darurat.
Keempat, gunakan media edukasi yang mudah dipahami. Video animasi seperti “Aku Harus Apa?” membantu anak memahami situasi dengan cara yang lebih menarik.
Dosen Prodi Geologi & Geofisika FMIPA Universitas Indonesia, Asri Oktavioni Indraswari, menambahkan bahwa kebencanaan di Indonesia masih membutuhkan upaya ekstra dalam hal bagaimana masyarakat menerjemahkan informasi menjadi tindakan.
"Pertemuan dengan TOA Indonesia dalam forum ilmiah AIWEST telah membuka peluang kolaborasi baru untuk menjawab tantangan ini. Hari ini menjadi kelanjutan dari komitmen yang telah dibangun bersama, dengan harapan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat luas," imbuhnya.
Analis Kebencanaan BNPB, Trevi Jayanti Puspasari, menyebut kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya di lapangan. "Akademisi menghadirkan basis ilmiah, sementara industri membawa kapabilitas teknologi dan implementasi," ujarnya.
Selain edukasi, Toa Indonesia juga mendorong penggunaan sistem komunikasi darurat di sekolah untuk membantu penyampaian pesan evakuasi secara cepat dan terkoordinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News